Mitos Binatang Di Dunia

1995_akhir Juni_Edisi 023_cover story:
Mitos Binatang Di Dunia

Kita memiliki banyak mitos tentang hewan dimana sebenarnya hal itu bukan merupakan kebenaran dan jauh daripada versi yang sebenarnya. Mari pelajari beberapa mitos-mitos tersebut.

Halusnyaa jaring laba-laba
Jairng laba-laba yang sering kita jumpai terlihat sepintas tampak halus dan bila tersentuh akan mudah putus atau rusak. Pada kenyataannya jaring-jaring ini yang terbuat dari air liur sang laba-laba sangat kuat dan elastic dibandingkan dengan serat lain yang ditemukan di alam. Kekuatan elastic sutera lebih baik dibanding logam.

Air mata buaya.
Ketika buaya membawa rahangnya lebar-lebar untuk makan, matanya mulai mengeluarkan air. Hal ini secara otomatis dan reflek si air mata keluar seperti kalau kita menguap. Air mata hanya muncul jika buaya melepaskan air mata untuk korban yang akan dilahap. Cerita lain tentang buaya dalam jumlah makan mereka kepada yang muda selalu disangkal. Jika buaya memiliki cukup tempat dan makan, mereka tidak akan menyerang bayu mereka.

Ular akan menari bila mendengar musik.
Ular akan bergerak dari mendengar musik mendayu-dayu dari suling dan bukan atas kemauan dirinya sendiri. Banyak cerita tentang ular khususnya dari jenis ular-ular besar adalah tidak sungguh-sungguh atau membesar-besarkan. Beberapa ular besar akan tumbuh panjang sekitar 30 kaki dapat menyerang dan memangsa manusia. Seekor phyton dapat membunuh orang dewasa dengan melilit dan meremukan manusia terlebih dahulu tetapi kematian karena dililit sangat jarang terjadi.

Ngengat pakaian memakan kain wool. Ini kenyataan hanya ngengat pakaian yang bertelur di kain wool atau karpet, menetaskan dan membesarkan larvanya, dimana terlihat seperti cacing-caing kecil memakan pakaian dan membuat pakaian berlubang. Larva dari beberapa ngengat membuat benang semacam sutera dan bagian makanan untuk membentuk suatu dimana mereka hidup dan membentuk paupa dalam ngengat.

Banteng akan menyerang jika melihat warna merah. Umumnya semua orang percaya bahwa banteng akan menyerang pada baju berwarna merah. Dalam kenyataannya banteng tidak melihat warna. Mereka melihat yang menarik yang bergerak dari mantel dalam arena pertarungan banteng dan menyerangnya. Warna merah digunakan dalam pertarungan banteng dapat diartikan dengan darah dan berbahaya.

WWF Radio Buletin/hal. 11/Maret 1995

 

Leave a Reply

Close Menu