Mimpi

1996_akhir Desember _Edisi 059_bahas:
Mimpi

Mimpi mungkin merupakan hal yang paling menarik perhatian banyak orang sejak berabad yang lalu, mulai dari kepercayaan bahwa mimpi adalah wangsit mengenai kejadian yang akan datang, sampai pendekatan modern untuk mengartikan mimpi semalam.

Banyak hal di sekitar kita berkaitan atau dikaitkan dengan mimpi. Mimpi Nabi Yusuf adalah salah satu contoh yang paling terkenal. Berkat mimpi Nabi Yusuf, yang disampaikannya kepada Firaun, rakyat Mesir dapat terlepas dari bencana besar kelaparan. Kesohoran mimpi ini, kemudian menjadi ilham bagi Jean Adrien Gugnet (1816-1854) untuk mengabadikannya ke dalam lukisan.

Mimpi sering disebut kembang tidur, kadang muncul tanpa laur. Kadang hanya berupa mosaik tanpa arti. Namun, tidak jarang mimpi dapat melepaskan kita dari keterhimpitan atau membantu kita mengumbar ke-inginan yang terpendam (paling tidak, hal inilah yang diyakini oleh Sigmund Freud). Percaya atau tidak?

Berwarna apa mimpi Anda semalam?
Seringkali kita tidak pernah ingat, apakah mimpi semalam berwarna atau tidak. Atau, justru sebaliknya. Kita sangat terkesan akan warna yang muncul dalam mimpi, karena kita bermimpi tentang anjing berwarna ungu!

Warna dalam mimpi memang sering tidak lazim bahkan mengejutkan. Dan ternyata, warna mimpi pun sering ditafsirkan orang. Sekalipun warna punya arti yang berbeda di setip masyarakat, namun, ada beberapa warna yang artinya bersifat umum, misalnya;
Warna emas : pada umumnya berarti kemakmuran dan keuntungan.
Warna perak: symbol dari kesucian, mistik, spirit kewanitaan, dan kebijakan. Warna ini dapat juga diartikan sebagai uang.
Warna merah: melambangkan marabahaya.
Warna kuning: melambangkan kesehatan.
Warna hijau: dapat berarti langkah awal yang baik
Nah…akan berarti apa mimpi Anda nanti malam?

Hubungan mimpi dengan jiwa
di tahun 1874’an, pernah ada seorang antropolog bernama Edward B. Taylor yang mencoba menjelaskan hubungan mimpi dan jiwa daam buku “Primitive culture: researches into the development of mythology, philosophy, religion, language, art and custom”. Menurutnya, ketika di dalam mimpi manusia melihat dirinya berbeda di tempat-tempat lain (bukan ditempat tidurnya), maka manusia pun yang pergi ke tempat-tempat lain. Bagian itulah yang disebut jiwa. Sekali lagi, teori ini adalah teori Edward B. Taylor di tahun 1874.

Tahu/Tidak?
Ternyata cerita Frankestein didasari mimpi Mary Shelley (1797-1851). Ceritanya , setelah berdiskusi mengenai hal-hal supernatural bersama beberapa orang rekannya, Marry Shelley tertidur dan bermimpi. Keesokan harinya, ia mulai menulis kisah manusia “rekayasa” yang mengerikan itu.

Kalau orang jawa bermimpi…….
terdapat pembagian mimpi berdasarkan waktunya. Mimpi yang datang diantara jam 01.00 – 02.00 dinihari disebut gondoyoni atau hanya sebuah kembangnya orang tidur. Tapi, mimpi pada jam 02.30-subuh sudah termasuk mimpi puspatajem yaitu mimpi yang mujarab maksudnya bisa menjadi kenyataan. Sementara mimpi yang berlangsung sebelum pergantian hari adalah mimpi titiyoni yaitu mimpi yang terjadi hanya karena seseorang terlalu banyak berangan-angan.

Mimpi….dalam pengertian para filsuf
Plato, mimpi adalah bentuk pembebasan jiwa, kontemplasi jiwa pada kebenaran abadi.
Democriturs, mimpi merupakan sambungan dari aktifitas otomatis ketika kegiatan persepsi berhenti.
Hippocrates, mimpi merupakan produk aktivitas otak.
Kant dan Leibniz menegaskan bahwa tidak ada tidur tanpa mimpi sebagai aktivitas keberlangsungan jiwa.
Aristotle, mimpi merupakan manifestasi dari kegiatan otak. Ia menolak hubungan antara mimpi dengan kejadian dimasa datang (ramalan).
Sigmun Freud, mimpi merupakan refleksi dari sesuatu yang tersembunyi, tidak didasari, keinginan dan perasaan manusia.

Ketika Mimpi Muncul Dalam Lukisan
Beberapa pelukis mengabadikan peristiwa mimpi dalam lukisn mereka. Tentu saja bukan mimpi orang kebanyakan. Mimpi Joan of Arc, misalnya, telah menjadi inspirasi bagi George William Joy (1844-1925) untuk lukisannya yang berjudul Joan of Arc Asleep.

Joan of Arc memang pribadi yang “pantas” untuk diabadikan. Sejak berusia 13 tahun, bocah dari keluarga petani Perancis ini sering bermimpi melihat orang suci (saint) dan mendengar suara yang menyuruhnya untuk bergabung dengan The Dauphin dan mengenyahkan Inggris dari wilayah Perancis. Akhirnya, ia berhasil meyakinkan The Dauphin mengenai misi sucinya tersebut. Ia berhasil menjadi pejuang wanita yang memimpin sebuah pasukan.

Nasib malang ternyata menyertai wanita yang digambarkan oleh George William Joy dengan pakaian perang ini. Dua tahun setelah Charles VII dinobatkan sebagai Raja Perancis, Joan of Arc dihukum bakar di Rouen sebagai pendusta agama. Namun, predikat itu kemudian dihapuskan pada tahun 1920.

Mimpi orang terkenal lainnya yang diabadikan sebagi lukisan adalah mimpi Dante’s Dream diilhami dari cerita ketika demam yang diderita Dante menginjak hari kesembilan, penyair kondang ini bermimpi para malaikat menuntunnya untuk bertemu dengan kekasihnya yang telah tiada Beatrice.

Sumber:
Koentjaraningrat “Sejarah Teori Antropologi UI Press
David V. Barrett “Dreams” Dorling Kindersley, 1995
Hasil Wawancara dengan Tyas di Yogyakarta

Leave a Reply

Close Menu