Mimpi: Menuju Timur

Berikut ini adalah sebuah coretan mimpi. Mimpi yang diajukan ke publik semoga akan dapat terealisasi =D.

Komunitas Sepeda dan Motor Listrik (KOSMIK) merayakan Hari Listrik Nasional

Tur Elektrika Menuju Timur 2020

Jakarta – Lombok: 1,318 KM

Tujuan

  1. Merayakan Hari listrik Nasional yang jatuh pada Selasa, 27 Oktober 2020,
  2. Memberi penghargaan kepada H Zulkieflimansyah, Gubernur Nusa Tenggara Barat dan Gede Sukarma Dijaya, produsen sepeda listrik Le Bui,
  3. Menyebarkan informasi tentang membangun dan mendorong semangat dalam menggunakan kendaraan bermotor listrik,
  4. Pendataan kelompok-kelompok penggiat kendaraan bermotor listrik di Indonesia, sambal mendorong pembangunan ekosistem kendaraan listrik Indonesia,
  5. Memposisikan Indonesia pada peta penggunaan kendaraan bermotor listrik (electric vehicle) dunia

Komunitas Sepeda dan Motor Listrik (KOSMIK) dan Bemo Elektrika, sebuah alat transportasi umum beroda tiga yang legendaris dari tahun 1970an yang telah dikonversi menjadi kendaraan bermotor listrik oleh AIKON Bikin-bikin (Yayasan Pikir Buat Nusantara), berkolaborasi dalam menceritakan kemampuan kendaraan bermotor listrik dengan menempuh 1.313 kM jalan darat, dari Jakarta, menuju Timur, ke Naranda, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dengan perjalanan ini anggota KOSMIK bermaksud untuk memberi penghargaan kepada gubernur H. Zulkieflimansyah karena pilihannya yang progresif pada Le Bui, produsen rangka sepeda listrik yang telah dikenal dunia, sambil tentunya mewartakan berbagai hal terkait kendaraan bertenaga listrik.

Untuk menjangkau 1.313 kM, setidaknya 13 kali perhentian perlu dilakukan untuk melakukan proses pengisian baterai ulang. Di saat itu, selain menunggu baterai penuh, kurang lebih 6 jam, anggota KOSMIK akan menggelar sarasehan dengan berbagai topik terkait kendaraan bertenaga listrik.

Sebelum melakukan perjalanan dan perjalanan dari kota ke kota, menuju Lombok, proses persiapan akan disiarkan melalui sebuah kanal youtube. Memperlihatkan berbagai perangkat, tata cara, pemikiran, dan pengalaman dalam membangun dan mengendarai kendaraan bermotor listrik.

Perjalanan Bemo Elektrika ini didampingi oleh sebuah tim yang mengendarai sebuah kendaraan pendamping (service car) yang masih menggunakan mesin konvensional, Internal Combustion Engine (ICE). Kendaraan beroda empat ini membawa sepeda dan motor bertenaga motor listrik dan berbagai perlengkapan presentasi, yang mendapat asupan energinya dari beberapa panel surya. Energi yang dihasilkan oleh panel-panel surya tersebut, disimpan dalam beberapa baterai yang kemudian digunakan untuk mengisi baterai Bemo Elektrika (bila dibutuhkan secara darurat di tengah perjalanan) dan berbagai perangkat presentasi.

Produksi dan konsumsi energi pada program ini akan dicatat dan dipublikasikan melalui berbagai media sosial, sebagai bahan belajar masyarakat luas.

Spesifikasi sebuah modul Tesla Model S:
Voltase nominal 22.2 V
250Ah
5,2 kWh
444 sel baterai Panasonic lithium ion 18650 3.200mAh
26,3 kG

Bila menggunakan enam moduldengan konfigurasi 2S3P, maka akan terdapat: 48 V, 750 Ah, atau tersedia energi berkapasitas 36 kWh. Bila rata-rata konsumsi energi adalah 0,2kW/kilometer (satu kilometer membutuhkan 200 Watt), maka dengan kapasitas 36 kWh tersebut akan dapat menjangkau +/- 180 kM per satu kali pengisian (charge). Bila pengisi (charger) yang digunakan berkapasitas 48V 125A (6 kWh), maka untuk mengisi (charging) baterai 36 kWh akan membutuhkan waktu 6 jam.

Spesifikasi Bemo Elektrika:
Motor Series Wound 2 kW
Controller 225 A
Baterai 36 kWh
Asumsi konsumsi energi: 1 kilometer membutuhkan 200 Wh
Direct drive
Jarak antara poros roda (wheelbase) 2,080 mm (81.9 in)
Panjang 2,995 mm (117.9 in)
Lebar 1,295 mm (51.0 in)
Tinggi 1,340–1,370 mm (52.8–53.9 in)
Berat 480–540 kg (1,058–1,190 lb) ditambah 6 modul: +158 kg

Jakarta – Lombok: 1.318 Kilometer, maka secara keseluruhan akan membutuhkan minimal  263,6 kWh (di atas kertas). Untuk menjangkau jarak sedemikian jauh, dibutuhkan perhentian minimal 13 kali untuk pengisian energi pada baterai. Pada saat perhentian ini, selain melakukan charging, akan juga dilakukan sarasehan (workshop).

  1. Jakarta – Bandung: 163 Kilometer. Membutuhkan: 32,6 kWj,
  2. Bandung – Cirebon: 136 Kilometer. Membutuhkan: 27,2 kWj,
  3. Cirebon – Pemalang: 106 Kilometer. Membutuhkan 21,2 kWj,
  4. Pemalang – Semarang: 134 Kilometer. Membutuhkan 26,8 kWj,
  5. Semarang – Klaten: 107 Kilometer. Membutuhkan 21.4 kWj,
  6. Klaten – Jogja: 40 Kilometer. Membutuhkan 8 kWh,
  7. Jogja – Solo: 64 Kilometer. Membutuhkan 12,8 kWj,
  8. Solo – Madiun: 103 Kilometer. Membutuhkan 20,6 kWj,
  9. Madiun – Surabaya: 168 Kilometer. Membutuhkan 33,6 kWj,
  10. Surabaya – Malang: 88 Kilometer. Membutuhkan 17,6 kWj,
  11. Malang – Probolinggo: 90 Kilometer. Membutuhkan 18 kWj,
  12. Probolinggo – Banyuwangi: 195 Kilometer. Membutuhkan 39 kWj (<<bakal mogok nih!),
  13. Banyuwangi – Denpasar: 139 Kilometer (143 Kilometer dikurangi 4,5 Kilometer perjalanan dengan ferry). Membutuhkan 27,7 kWj,
  14. Denpasar – Narmada, Lombok: 37 Kilometer (140 Kilometer dikurangi 103 Kilometer perjalanan dengan ferry). Membutuhkan 9,4 kWj.

Pada setiap perjalanan, dimungkinkan untuk para anggota komunitas kendaraan listrik lokal atau donatur untuk menjadi pengendara Bemo Elektrika untuk sepenggal perjalanan berikutnya.

Leave a Reply

Close Menu