Menyimpan Arsip Membuka Sejarah.

1997_awal November_Edisi 080_peduli:
Menyimpan Arsip Membuka Sejarah.

Koelis, planters en koloniale politiek!
Buku karya lain Bremen ini telah mengungkap fakta sejarah kuil Deli yang terpendam lebih dari 90 tahun dalam arsip kerajaan Belanda. Selain menguak kenyataan pahit bangsa Indonesia, Jan Bremen mengingatkan kembali pentingnya pengarsipan naskah kuno maupun masa kini, terutama sebagai bahan sejarah. Memang kebanyakan data tentang bangsa ini berada di negeri Belanda, sehingga biasanya seorang ahli sejarah Indonesia harus mempelajari bahasa Belanda terlabih dahulu sebelum membaca arsip-arsip sejarah bangsanya sendiri.

Sampai hari ini kita beruntung masih mempunyai Perpustakaan Nasional RI yang menyimpan 10.000 judul naskah kuno (sebuah naskah disebut kuno jika usianya minimal 50 tahun). Konon, pengumpulannya sudah dilakukan sejak 200 tahun yang lalu, yaitu saat berdirinya lembaga Bataviasch Genootschappen en Wetenshappen tahun 1778. Koleksi ini diperoleh melalui pembelian, hibah dan titipan.

Di luar perpustakaan Nasional RI, masih cukup banyak naskah kuno di seantero Nusantara, baik milik perorangan maupun keluarga yang dianggap barang kramat peninggalan leluhur. Namun yang menyedihkan sebagian besar naskah kuno ini tidak terawat akan rusak dan punah. Kalaupun kini sudah didirikan pendidikan khusus kearsipan di berbagai perguruan tinggi negeri, apakah penyiapan tenaga ahli disertai dengan kesiapan pengarsipan yang memakan biaya mahal.

Padahal bukan hal mudah memelihara arsip. Ruangnya harus dirancang sedemikian rupa hingga terhindar dari segaa kemungkinan api, air, serangga, dan jangan sampai terdapat saluran air seperti talang, pipa air yang melalui pipa tersebut. Tempat penyimpanannya harus kering, kuat, terang dengan ventilasi yang baik. Selain itu, suhu ruang pun harus diperhitungkan yaitu berkisar antara 65 F sampai 75 F dengan kelembaban dan temperature udara sekaligus mengurangi banyaknya debu. AC memang harus tetap dipasang, karena jika keadaan udara berubah-ubah akan merusak kertas. Jenis almari penyimpanan arsip pun tidak sembarangan, misalnya menggunakan rak logam dengan ukuran sekitar 6 inchi dari lantai untuk memudahkan udara mengalir bebas dan lantai di bawah rak dapat dibersihkan dengan mudah. Jika memakai almari besi tertutup, arsip hendaknya disusun agak renggang, pun harus sering dibuka dan diperiksa.

Leave a Reply

Close Menu