Menghidupkan Kembali Wayang Rumput

2002_Februari_Edisi 131_Lintas:
Menghidupkan Kembali Wayang Rumput
Ade Tanesia

Gambaran eksotis tentang anak penggembala tengah bermain di pematang sawah kini mulai pupus dari pandangan, kecuali di lukisan atau kartu pos. Dalam kenyataannya, kita sering lebih akrab dengan pemandangan bangunan dari pada lahan persawahan. Ironisnya, tidak hanya bidang bidang sawah yang habis, kebudayaan yang menyertainya pun semakin terkikis. Wayang rumput, yang lahir dari tangan-tangan pengembala dan petani juga semakin langka. Kalau pun ada yang masih menjaga jenis kesenian ini, usianya sudah sangat tua. Ia adalah Pak Gepuk, asal Bantarbarang Purbalingga, yang mampu mengayam helai-helai gagang rumput kasuran menjadi sosok wayang.

Terancam punahnya wayang rumput telah menggugah hati Sigit Gembong, pengelola Yayasan Anak Wayang di Jogjakarta. Ia pergi ke kampung halamannya di Blora untuk mencari orang yang masih bisa membuat wayang rumput. Melalui perantara kakaknya, Sigit bertemu dengan seorang tua yang mau mengajarkann pembuatan wayang rumput. Sepulangnya dari Blora, Sigit pun menularkan keterampilannya ada anak-anak kecil di Kampung Mergansan. Awalnya, ia menggunakan rumput jarum, namun ternyata jenis rumput ini sulit ditemukan pada musim-musim tertentu, lalu ia menggantinya dengan mendong yang ternyata leboh mudah dibentuk.

Mengayam rumput mendong kini telah menjadi kebiasaan anak-anak kecil yang sedang bermain di sanggar Anak Wayang. “Wayang rumput ini kita perlakukan sebagai mainan saja. Yang penting anak-anak kita mengenal lagi mainan semacam ini. Jadi tidak dituntut hasil yang sempurna atau halus,” ungkap Sigit Gembong.

Namun rupanya keisengan yang dutularkan ini diperhatikan banyak pihak. Anak Wayang kerap diundang mengadakan workshop. Bahkan seorang seniman boneka dari Australia tertarik untuk memamerkan hasil karya Anak Wayang di negerinya. Sigit Gembong nampaknya sangat percaya pada metode gethok tular alias promosi dari mulut ke mulut untuk mensosialisasikan wayang rumput. Tanpa muluk-muluk ingin menciptakan penganti play station, wayang runput diharapkan bisa menjadi pilihan mainan anak-anak.

Yayasan Anak Wayang
Jl. Mergangsan Kidul MG III/1308
Yogyakarta. T:0274-413827
Kontak : Sigit Gembong, Aji dan Ismoyo

Leave a Reply

Close Menu