Mengenal Bill Gates

1997_mula Februari_Edisi 062_rupa-rupa:
Mengenal Bill Gates

Kalau sejak tahun 1984 Bill Gates telah empat kali menjadi sampul majalah Time, itu karena ia adalah tokoh yang sering dianggap paling berpengaruh pada perkembangan teknologi. Dengan imperium Microsoftnya, sejak tahun 1976, pria yang dibesarkan di kwasan pinggiran kota Seattle ini telah malang melintan di dunia komputer. Dia menjadi berita. Ia menjadi bahan percakapan. Namanya diasosiasikan dengan masa depan manusia. Dan tidak hanya itu, dalam usia 41 tahun, ia adalah orang terkaya di Amerika. Dengan segaala keistimewaan yang ia miliki, “Trey”, begitu sebutan untuk Bill Gates dari keluarganya, memang pantas untuk diketahui. Namun, ternyata tidak banyak yang “mengetahui” pria ini selain sebagai jenius yang kaya raya.

Mengenal Bill Gates akan mengantar kita pada kehidupan seorang yang dianugerahi bakat yang luar biasa, yang membedakan ia dengan orang pada umumnya. Mary, ibunya, mengingat Bill Gates sebagai anak kelas enam yang menjawab panggilannya dengan teriakan, “saya sedang berpikir?”. Sejak kecil, Bill Gates memang istimewa, namun keistimewaan itu pula yang mendorong ibunya untuk memanggil ahli psikologi.

Berkutat dengan program sepanjang waktu, membentuk Bill Gates menjadi pribadi yang sangat mengandalkan logika. Ia enggan pergi ke gereja hanya karena alasan, masih banyak hal yang bisa saya lakukan di hari minggu pagi (selain ke gereja). “Penerimaan pegawai baru di perusahaannya pun mencerminkan kegandrungan Bill Gates akan logika dan pemecahan masalah. Kepada para pelamar akan diajuaka pertanyaan-pertanyaan penuh jebakan, seperti misalnya, “bila Anda ingin mengetahui berapa kali Anda harus membuka lembaran buku telepon kota Manhattan untuk mencari nama seseorang, pendekatan atau cara apa yang akan Anda pilih?”

Tpi Bill Gates ternyata harus mengakui bahwa ada hal yang tidak dapat diperlakukan dengan kekuatan logika….ketika ia berhadapan dengan Jennifer putri kecil dari perkawinannya dengan Melinda.

Disadur dari: Time, January 13, 1997, Vol. 149 No.2.

Leave a Reply

Close Menu