Menahan Lapar! (Versi Kejawen)

1997_awal November_Edisi 080_bahas:
Menahan Lapar! (Versi Kejawen)

Dalam ilmu Kejawen, menahan lapar bukan sekedar tidak makan dan mimun, tapi suatu sikap prihatin. Disamping itu, efek menahan lapar dipercaya akan mendatangkan panas tubuh yang memunculkan tenaga dalam. Walhasil, seorang bisa berkomunikasi dengan makhluk gaib, mencapai ilmu kanuragan (kekuatan fisik) dan ilmu kesepuhan (salah satunya penyembuhan orang sakit). Ada bermacam-macam jenis menahan lapar, yang sering disebut dengan istilah puasa, antara lain:

  • Puasa Ngebleng, yaitu tidak makan dan minum total. Jika ditambah dengan mendekam di suatu tempat tanpa memperoleh cahaya, maka disebut puasa Pati Geni.
  • Puasa Putih: hanya makan nasih putih.
  • Puasa Ngalong: hanya memakan buah-buahan.
  • Puasa Ngadek: berdiri sehari semalam tanpa makan dan minum. Konon puasa ini ditujukan untuk memperoleh ilmu Candrabirawa.
  • Puasa Ngerowot: tidak makan, hanya ketela, pisang godog, dan kacang-kacangan.
  • Puasa Neton: tidak makan dan minum setiap hari kelahiran.
  • Puasa Senin Kemis: tidak makan dan minum setiap hari Senin dan Kamis.

Sumber: Hasil ngobrol dengan Mas Tyas dan Marno

Leave a Reply

Close Menu