Memilih Thosiba untuk mengakhiri hidup

1996_mula Desember _Edisi 058_rupa-rupa:
Memilih Thosiba untuk mengakhiri hidup

Undang-undang yang mengatur “hak unutk mati” pertama kali dilaksanakan di Australia Utara (Nothern Territory) dan note-book Toshiba ambil bagian di dalamnya.

Bob Dent (66 tahun), yang mengidap kanker prostat sejak tahun 1999, berhasil mendapatkan haknya untuk mengakhiri penderitaannya melalui euthanasia. Di rumahnya di kawasan Darwin, bulan September yang lalu, Dent masih dapat menyelesaikan makan siangnya sebelum memerintahkan komputer untuk mengalirkan thiopentone, pentobarbitone dan pancuronium ke dalam tubuhnya. Disaksikan oleh istrinya dan Dr. Philip Nitschke, pencipta “Self Deliverance” software, Dent menentukan pilihannya di komputer. Dalam beberapa detik Dent Nampak tertidur dan beberapa menit kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.

Piranti karya Dr. Philip Nitschke, yang digunakan oleh Dent, sebenarnya bukan sesuatu yang istimewa, kalau tidak berhubungan dengan nyawa manusia. Tapi, karena piranti tersebut menyangkut “hak untuk mati” yang sangat kontoversial itu, keberadaannya menjadi berita (paling tidak, Time menurunkan dua tulisan berhubungan dengan kasus ini). Dengan sebuah notebook Toshiba, pasien dapat menentukan waktu yang tepat untuk mengakhiri penderitaannya. Di layar computer akan tertera tulisan seperti “Apakah Anda mengerti bahwa bila anda menekan tombol YES berarti Anda akan mati?”. Apabila jawabannya adalah YES, maka komputer mulai mengaktifkan aliran cairan pencabut nyawa ke tubuh pasien. Tapi, bila pasien menekan tombol yang lain, segera program maut tersebut tidak berfungsi.

Ternyata, komputer tidak saja menawarkan kemudahan untuk berkerja, tapi juga kemudahan untuk meninggalkan dunia fana ini.

Sumber : Time’s Technology Supplement, November 11, 1996

Leave a Reply

Close Menu