Memilih 35 tahun untuk hidup bersama Simpanse

1996_mula Desember _Edisi 058_rupa-rupa:
Memilih 35 tahun untuk hidup bersama Simpanse

Ketika Jane Goodall akan memulai penelitiannya mengenal kehidupan Simpanse di Taman Nasional Gombe, Tanzania pada tahun 1960, Louis Leakey, ahli paleontology, memperingatkan bahwa penelitiannya itu akan memakan waktu lama, paling tidak hingga 10 tahun. Namun, Jane Goodall tidak terlalu yakin dengan perkiraan gurunya itu, ia beranggapan bahwa penelitian daapt dilakukan dalam waktu 3 tahun saja. Ternyata, perkiraan kedua orang tersebut salah. Jane Goodall menghabisakan 35 tahun untuk berkutat dengan Simpanse! Dengan demikian, penelitian lapangan wanita tangguh ini menjadi penelitian mengenai satwa paling lama yang pernah dilakukan.

Hingga saat ini, ketika usianya menginjak 62 tahun, Jane Goodall telah mengikuti kehidupan Simpanse sepanjang tiga generasi. Rentang waktu yang telah menghasilkan penemuan-penemuan ilmiah, yang kadang mengejutkan, seperti kenyataan bahwa 96% unsur genetik Simpanse ternyata sama dengan manusia.

Adalah hal yang menarik untuk mengikuti menemuan Jane Goodall tahun ke tahun. Pada tahun pertama penelitiannya, mulai diketahui bahwa Simpanse ternyata adalah makhluk kanivora yang dapat menciptakan alat bantu (menggunakan rumput untuk menangkap semut). Tahun 1964, ditemukan bahwa Simpanse dapat menyusun sebuah rencana untuk mengalihkan perhatian musuh mereka. Dua tahun berikutnya, ditemukan bahwa wabah polio dapat pula menyerang kawanan Simpanse. Sampai tahun 1995, banyak temuan Jane Goodall yang mengantarkan kita pada pemahaman yang lebih dalam mengenai kehidupan Simpanse adalah makhluk kanibal. Mereka dapat membentuk koalisi dalam rangka mempertahankan status sebagai pemimpin dari sebuah kawanan, dapat mengadopsi anak, dapat menularkan pengetahuan pada kawanan lain, dapat melahirkan bayi kembar, dan menggunakan sejenis daun (aspilia) sebagai obat penangkal sakit perut atau penyakit akibat parasit lainnya. Dan …menjadi makhluk yang paling “mirip” dangan manusia!

Sumber : National Geographic, Vol 188 no.6, December 1995

Leave a Reply

Close Menu