Majapahit, memang hebat!

2002_Maret_Edisi 132_Bahas
Majapahit, memang hebat!
Ade Tanesia

Memasuki Trowulan, segera kita dikejutkan oleh sosok Kolam Segaran yang gigantic dalam ukuran 375 x 175 meter!
Syahdan, di tepi Segaran atau “laut (buatan)” itulah raja Majapahit menjamu para tamu kehormatan dengan pesta-pesta bersalut suguhan melimpah. Dan, untuk lebih memamerkan kemamuran kerajaannya, Sang Paduka tidak segan untuk membuang peralatan makan emas dan perak ke kolam sedalam 5,6 meter ini.

Kemakmuran Majapahit adalah contoh sukses kemampuan manusia mengelola air. Kolam Segaran, Waduk Baureno, Waduk Kumitir, Waduk Domas, Waduk Kratom, Waduk Kedungwulan, Waduk Temon, dan kanal-kanal berdinding bata selebar 35 hingga 45 meter, adalah gambaran nyata dari upaya memanfaatkan air. Dengan demikian pada musim kemarau lahan pertanian tetap terairi, sedang di musim penghujan, banjir pun tak sampai datang menimpa.

Ada pembagian fungsi dari waduk yang menarik di cermati. Waduk Baureno misalnya, dibangun untuk menampung kikisan yang turun dari Gunung Anjasmoro. Kemudian, air yang lebih bersih akan dialirkan ke Wauk Domas, untuk menahan banjir, dan ke Waduk Kumitir, untuk mengairi sawah. Dari kedua waduk tersebut dipasang pipa terakota menuju Kolam Segaran dan Waduk Keraton, untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Kraton.

Sumber: Arifin, Karina, Waduk dan Kanal di Pusat Kerajaan Majapahit Trowulan-Jawa Timur. Skripsi, Jakarta: Jurusan Arkeologi fakultas Sastra Universitas Indonesia, 1983). Kartoredjo, Sartono, Prof. DR.,700 Tahun Majapahit (1293-1993) Suatu Bunga Rampal, Edisi kedua, Surabaya; Dinas Pariwisata Daerah, Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur 1993.¬¬

Leave a Reply

Close Menu