Mainan Plastik

1996_ akhir Februari_Edisi 039_profil:
Mainan Plastik

Mainan plastik yang sering di emperan pasar atau di pinggiran jalan, ternyata mempunyai pangsa pasar yang cukup tinggi, seperti dinyatakan oleh Eri Jasman. Lelaki kelahiran Medan 19 tahun yang lalu ini, mengaku menekuni profesi sebagai penjaja mainan palstik dengan alasan bisa memperoleh penghasilan yang lumayan. Dalam sebulan penghasilan bersihnya tidak kurang dari Rp. 500.000,00. Bulan-bulan yang paling menguntungkan untuk berjualan baginya adalah seminggu sebelum dan sesudah Lebaran.

Ia memperoleh mainannya itu dari Jatinegara. Mainan plastik selain di Jatinegara, juga dapat diperoleh di Cipulir dan di Kota.

Persaingan antara mainan dagangannya dengan mainan anak-anak sekarang, yang lebih bervariasi dan berteknologi tinggi tidak begitu dipikirkannya. Ia mempunyai pelanggan tersendiri yang belum tentu dapat menjamah mainan modern yang makin berjubel di pasaran, yaitu anak-anak dari bawah. Namun sekalipun demikian, Eri selalu menajajakan mainan yang tidak ketinggalan jaman, paling tidak dalam modenya.

Lulusan SMA di Medan ini tiap hari bekerja dari pukul 7.30 sampai 18.3 menjajakan beragam warna dan bentuk mainan plastik di kiosnya yang terletak di Pasar Depok. Ia telah memilih pekerjaan yang dinilainya pasti menguntungkan. Karena anak-anak akan selalu lahir dengan keinginannya mereka untuk bermain.

Leave a Reply

Close Menu