Lakon Dewi Sri

1995_ akhir Oktober_Edisi 031_jalan:
Lakon Dewi Sri

Dari Persiapan Pagelaran Fotografis Ray Bachtiar (liputan kedua)

Sebuah pagelaran fotografi dipilih Ray Bachtiar untuk mencari jajak masa silam yang tertinggal. Jejak dari tradisi mengangungkan Dewa Kesuburan di antara para pembajak sawah. Apa yang tertinggal di sekitar Gunung Padang? Apa pula yang tertinggal di antara Orang Baduy?

Bumi adalah pemberi kesuburan dan kehidupan yang selalu diibaratkan sebagi wanita. Dari seperti juga wanita, bumi pun bisa bersedih dan menangis. Ia murung saat lantunan pantun tak lagi didengarnya. Ia menitikkan air mata saat persembahan tak lagi dihantarkan dengan penuh kenikmatan.

Dewi Sri adalah dewi kesuburan yang lahir dari sebuah kesedihan dewa berwujud seekor naga. Dewa Anta. Rasa hina menyebabkan dewa pemukim dunia bawah tanah ini menitikkan air mata yang menudian berubah menjadi telur-telur. Salah satu telur itu menetaskan dan menjelmalah seorang jelita. Dewi Sri.

Dewi Sri diasuh oleh pasangan Dewi Uma dan Batara Guru, penguasa langit yang maha perkasa. Kekuasaan dan keperkasaan Batara guru semakin nyata terlihat ketika ia jatuh cinta kepada Dewi Sri dan berniat untuk menyetubuhi putri bumi ini. Simbol keperkasaan langit menyerang symbol kelemah-lembutan bumi.

Sri menolak hasrat ayah angkatnya itu. Tapi, tidak bertahan lama, karena akhirnya ia harus mengalah juga. Satu syarat ia ajukan pada Batara Guru, yaitu menyediakan buah-buahan yang sangat ia diidamkan. Selama Batara guru belum mendapatkannya, Sri tidak lagi mau makan. Tubuhnya semakin kurus dan akhirnya mati.

Kematian Sri menciptakan kehidupan penuh berkah bagi para petani. Dari kepalanya tumbuh pohon kelapa. Dari pusarnya tumbuh padi. Dari kemaluannya tumbuh pohon aren. Dari dadanya tumbuh pohon kates. Dari tangannya tumbuh mangga. Dari kakinya tumbuh ubi dan ketela.

Kesuburan yang diberikan Sri menumbuhkan kecintaan para petani yang kemudian melahirkan tradisi di seputar masa bersawah dan berladang. Sesaji dipersiapkan, mantera pun dilafalkan. Semua untuk menggembirakan Sri. Agar ia tidak lagi bersedih, hingga padi-padi dapat merunduk karena berbulir penuh.

Leave a Reply

Close Menu