Keramik

1996_mula November _Edisi 056_gaya:
Keramik

Keramik, sebagai perlengkapan rumah tangga apa yang perlu anda ketahui?

Sejak ditemukan di Roma, 2.000 tahun yang lalu, keramik sudah banyak dipakai, baik sebagai perlengkapan pakai [seperti piring, gelas, dsb] maupun sebagai hiasan. Nah, ketika keramik dijadikan sebagai benda pakai, ada hal yang patut kita perhatikan, sehubungan dengan keamanan pemakaian, yaitu glasir (pelapis keramik).

Glasir adalah lapisan kaca/gelas yang menyatu dengan badan keramik setelah melalui proses pembakaran. Glasir berfungsi memperhalus permukaan dan menjadikan badan keramik tidak poros. Lapisan ini juga memberikan warna, tekstur dan kilau, selain menambah kekuatan pada badan keramik.

Glasir terdiri dari 3 unsur, yaitu pembentuk gelas (glass form, pelebur, dan penyembang). Dari ketiga unsure tersebut, pelebur adalah yang patut mendapat perhatian. Karena biasanya bahaya mengintip dari pemakaian unsure ini.

Pelebur dibutuhkan untuk menurunkan suhu pembakaran sehingga dapat melelehkan unsure pembentuk gelas. Biasanya pembakaran ini memerlukan suhu antara 9.000oC (untuk bakaran benda bumi) sampai 13.500oC (untuk bakaran porcelain). Dengan pelebur, suhu pembakaran bisa diturunkan hingga 8.000 C. Lead oxide adalah jenis pelebur yang sering digunakan dalam industry maupun perajin keramik. Hal ini karena lead oxide mudah digunakan, mudah didapat, murah, dan memberikan reaksi warna yang cerah pada pewarna atau oxide.

Padahal glasir yang mengandung lead oxide sangat berbahaya jika digunakan untuk melapisi benda pakai, seperti mug, tempat sayur, dan piring. Jika terjadi kontaminasi antara glasir yang mengandung lead dengan makanan yang mengandung asam, lapisan glasir lead akan melepaskan unsur logam timah. Makanan atau minuman yang mengandung asam, misalkan cuka, juice, akan mengikis permukaan glasir dan melarutkan logam timah sehingga terbawa, dan mengendap di dalam jaringan tubuh. Pengendapan logam timah ini tentunya sangat membahayakan kita.

Sekalipun sangat sulit untuk mendeteksi kandungan lead pada keramik yang kita pakai, hal tersebut tidak, perlu menjadikan khawatir karena dengan standar industry yang ada sekarang ini sudah sangat jarang keramik sebagai benda pakai yang menggunakan lead oxide sebagi pelebur. Selain karena untuk benda pakai biasanya dilakukan pembakaran di atas 12.000oC, saat ini sudah ditemukan lead fritz (campuran lead oxide, kwarsa, dan kaolin) yang kadar kelarutan timahnya hanya 1% (lead oxide sampai 8%). Pelebur lain yang juga aman untuk dipakai adalah feldspar, mineral dengan kandungan alkali, silica dan alumina. Fledspar sebagai pelebur pada glasir adalah jenis yang paling aman digunakan untuk membuat benda pakai, dan sudah menjadi standar produsen.

Di negara maju, biasanya masyarakat diberi informasi oleh para produsen mengenai bahan glasir yang mereka pakai. Seperti mencantumkan informasi:
Leaded = mengandung lead
Unleaded = tidak mengandung lead
Leaded fritz = mengandung lead fritz
Feldspar = glasir dengan feldspar

Sumber: The Potter’s Dictionary ad Techniques; Frank and Janet, Watson Guptill Publication, New York, 1986 The Potter’s Complete Book of Clay and Glazzes; James Chappel, Watson and Guptill Publication, New York, 1977. Keterangan lebih lanjut dari Rifki-Bata Mera

Leave a Reply

Close Menu