Kenapa Uang Kertas Tidak Mudah Robek?

1997_awal Juni_Edisi 070_bahas:
Kenapa Uang Kertas Tidak Mudah Robek?

Karena berharga, kertas untuk uang harus dibuat secara khusus. Artinya, harus tidak mudah dipalsukan. Karena itu, kertas uang dibuat dari serat kapas (16-22 mm), air secukupnya, zat penguat, zat pelindung (opacifier), zat pewarna, elemen sekuritas dan pembentuk permukaan. Sedangkan untuk pembuatannya dipilih alat seperti plant pembersih stock, cylindermould machine, pengering awal, size tub dan pengering akhir.

Agar Kertas Tidak Mudah Rusak:
Proses pembuatan kertas uang dimulai dengan membersihkan kapas dari kotoran kemudian dipucatkan dengan kaustik soda dan peroksida pada plant pembersih dan pemucat. Jika telah bersih dan diperkecil dalam Hollander, kemudian dibuat bubur dengan menambahkan air. Dan dilakukanlah proses fibralasi sampai serat yang panjangnya 1,2 mm ini memiliki kadar air yang tepat. Bubur ini kemudian dipompa ke dalam satu wadah untuk ditambah zat opacifier (titanium dioxide) dan zat penguat, yang akan membentuk rezim dalam jaringan serat. Inilah yang menyebabkan mengapa uang kertas tidak mudah rusak jika terkena air atau tercuci. Kemudian bubur ini dihaluskan dan dibersihkan kembali melewati refiner dan cleaning system dan sisa resin penguat.

Agar Watermark dan Benang Pengaman Terpasang
Perjalanan bubur kertas lalu diteruskan melewati cylinder mould. Air bubur masuk ke tengah cylinder dan meninggalkan lapisan basah kertas pada saringan halus yang membentuk bagian luar cylinder mould. Di cylinder mould inilah tempa terbentuknya watermark/tanda air pada kertas dan disisipkannya benang pengaman dalam kertas. Cylinder ini berputar ke ban berjalan. Pada saat itu kertas masih mengandung 90% air yang harus diserap secara gravitasi melalui ban tersebut dan melalui tekanan press roll hingga hanya tersisa 65% saja.

Agar Kertas Dapat Dicetak:
Kertas kemudian masuk dalam pengering awal sehingga kertas mirip kertas tisu. Kemudian melewati sizing tub untuk mendapatkan gelatin atau PVOH yang dapat memperbaiki sifat permukaan kertas agar dapat dicetak. Kertas kemudian melalui pengering berupa “air floating dryer”.

Agar Lingkungan Dapat Dilestarikan:
Air yang digunakan dalam proses pembuatan kertas dapat dipakai lagi dengan mencampurkannya ke bubur kertas. Dan selain itu, bahan serat kapasnya pun merupakan sisa dari pabrik tekstil. Jadi cukup ramah lingkungan. (Terima kasih kepada Perum Peruri atas bantuan informasinya)

Industri Kertas Di Indonesia
Sejarah industry kertas Indonesia diawali dengan dibangunnya pabrik kertas Padalarang, Jawa Barat Pada tahun 1920 oleh Belanda. Pabrik kertas pertama ini bernama NV. Papier Fabreik Padalarang, Pabrik kedua dibangun Belanda adalah pabrik kertas Leces pada tahun 1939 di Jawa Timur. Dah, setelah ‘merdeka’ dari Belanda, kedua pabrik kertas tersebut diambil alih pemerintah Indonesia.
Dalam waktu 50 tahun setelah merdeka, pertumbuhan pabrik kertas meningkat menjadi 65 buah. Namun sayangnya penyebaran pabrik itu tidak merata, di Jawa terdapat 51 pabrik, di Sumatera terdapat 11 pabrik, dan Kalimantan hanya terdapat 1 pabrik.

Tjiwi Kimia yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur didirikan pada tahun 1972 dan merupakan pabrik kertas pertama yang dibangun oleh pihak swasta.

Dengan jumlah produksi pulp mencapai 790.000 ton per tahun, menjadikan PT. Indah Kiat Pulp & Paper yang terdiri pada tahun 1976 sebagai pulp terbesar di Indonesia.
Bahan dasar pembuatan kertas terdiri dari dua jenis pulp , yaitu yang berserat pendek dan berserat panjang. Di Indonesia jenis yang dihasilkan adalah pulp serat pendek. Bahan dasar pulp tersebut ialah jenis pohon akasia (Acacia manglum,A crassicarpa) dan jenis ekaliptus (E.urophylla, E.pellita) yang didapat dari Hutan Tanaman Industri (HTI) yang tersebar di Indonesia.

Leave a Reply

Close Menu