Karya Pelukis Hanafi akan jadi Dekor Tarian Klasik Mangkunegaran

Posted in FPK mailing list by Goenawan Mohamad

Untuk pertama kalinya dalam sejarah tari Indonesia, karya seorang pelukis kontemporer akan jadi dekor sebuah tarianklasik Jawa. Karya Hanafi itu, “A study of Darkness” akan diproyeksikan ke layar khusus buat pemanggungan Tari “Dirada Meta”, sebuah tarian dari kraton Mangkunegaran yang selama 100 tahun tidak pernah dipentaskan.

Pementasannya di Teater Salihara tangal 1 dan 2 Nopember akan merupakan pementasan yang “pertama” dalam segala hal.

Unruk pertama kalinya, sebuah tarian klasik Jawa disajikan dalam bentuknya yang utuh, dengan penataan panggung dan kostum yang menggunakan pendekatan teater kontemporer.

Untuk pertama kalinya, Penyair Goenawan Mohamad akan bekerja sebagai penata artistik.

Ia dibantu penuh oleh Desainer Pencahayaan Iskandar Loedin. Dalam tim ini ada Desainer Grafis Cecil Mariani, yang dikenal karya desainnya untuk buku-buku Goenawan Mohamad dan juga “The Jakarta Good Food Guide” Laksmi Pamuntjak.

Fotografer terkemuka dari generasi mutakhir, Paul Kadarisman, juga ada dalam tim ini.

Untuk pertama kalinya pula, Paul Kadarisman akan memanfaatkan pengalaman fotografisnya dalam penataan panggung.

Juga untuk pertama kalinya pula, Tetaer Salihara, yang merupakan teater model “black box” pertama di Indonesia, akan menjadi pentas dua buah tarian Jawa klasik.

Teater ini terletak di Jalan Salihara 16, Jakarta Selatan (tak jauh dari Universitas National), di antara galeri dan kafe yang baru saja diresmikan pembukaannya 17 Oktober lalu. Tiket bisa dibeli di tempat pertunjukan. Harga 30 ribu buat umum, dan 15 ribu rupiah buat mahasiswa. Buat mempermudah parkir bagi yang membawa mobil, pada malam petama (1 Nopember) disediakan pelayanan valet..

Pementasan di Teater Salihara tanggal 1 dan 2 Nopember itu juga akan menyajikan Tari “Mandra Asmara”, sebuah karya dari masa Mangkunegara IV. Jika “Dirada Meta” ditarikan tujuh pria, “Mandra Asmara” dibawakan oleh dua penari pria dan dua penari perempuan, yang juga membawakan tembang sebelum adegan pertempuran. Untuk tari ini, karya Hanafi yang lain, “Darkness”, akan dipakai sebagai dekor.

Gusti Pangeran Haryo Herwaso Kusumo akan bertindak sebagai pengarah “Dirada Meta”. Ia akan berada di antara para pemain gamelan dan paduan suara.

This Post Has One Comment

  1. kalo mw gabung ,,,piye toh

Leave a Reply

Close Menu