Kali besar dari abad ke abad

1995_akhir Agustus_Edisi 027_jalan:
Kali besar dari abad ke abad

Kalau sungai di bilangan Jakarta Utara ini disebut Kali Besar, itu bukan berarti sungai tersebut besar dalam ukuran fisiknya. Sebutan Kali Besar berpangkal dari istilah “keuatan modal besar, yang popular di abad ke-19. Istilah ini memang cocok untuk menggambarkan Kali Besar yang selalu marak dengan kegiatan-kegiatan perdagangan. Berbagai pasar terdapat disepanjang aliran sungai ini. Di belahan Timur terdapat Groetenmaket atau Pasar Sayuran. Selain itu terdapat pula Pasar Pisang yang menjual buah-buhan. Pasar Muslim yang di antaranya menyediakan barang-barang buatan Bombay, dan Pasar Beras, yang didirikan pada tahun 1658.

Pada abad ke-17 di sisi Kali Besar berderet rumah –rumah para pejabat VOC. Salah satunya orang penting yang pernah tinggal di sana adalah Gubernur Jenderal Van Imhoff, yang bertetangga dengan keluarga keluarga kaya dan berpengaruh seperti keluarga Mossel de Klerk, dan an Para. Pada abad ke-18 banyak dari rumah-rumah tersebut diratakan dengan tanah. Baru pada awal abad ke-19 dibangun kembali menjadi deretan kantor perdagangan dan bank. Beberapa bangunan penting yang terdapat di pinggiran kali ini adalah Chartered Bank of India dan Bank of China

Hingga akhir abad ke-19, aliran Kali Besar masih dipadati oleh kapal-kapal yang hilir mudik dan bongkar muat. Karena itu, tidak mengherankan bila tempat itu banyak terdapat gudang-gudang penyimpanan sementara muatan kapal.

Leave a Reply

Close Menu