kalau ikan Sapu-Sapu sampai mati, kalau sumur-sumur tercemar, artinya…

1997_awal Mei_Edisi 068_peduli:
kalau ikan Sapu-Sapu sampai mati, kalau sumur-sumur tercemar, artinya…

Tahun 1996, bisa jadi tahun berduka bagi keluarga besar ikan sapu-sapu, ikan yang dipercaya sebagai “yang paling” tahan hidup di air kotor (berlimbah), nyatanya harus menyerah di Sungai Ciliwung. Ribuan ekor ikan berkulit keras ini mengambang dan menimbulkan timbunan tinggi di Pintu Air Jembatan Merah-Gunung Sahari.

“Kalau ikan seperti ini saja mati, itu berarti tingkat pencemaran yang menimpa aliran air di sepanjang Kali Ciliwung sudah sangat mengkhawatirkan,”begitu pejelasan Kepala Seksi Usaha Suku Dinas Perikanan Jakarta Pusat, seperti dikutip oleh Harian tahun lalu.

Matinya ribuan ekor ikan sapu-sapu tentu saja menyiratkan ketidak beresan kondisi air di Jakarta. Dan, ternyata tidak hanya itu, selang beberapa hari setelah peristiwa duka cita itu, penduduk Jakarta dikejutkan oleh berita bahwa 73% sumur di DKI tercemar tinja!

Dikemukakan, terkontaminasinya sumur-sumur tersebut terungkap dari hasil studi para ahli JICA (Japan Internasional Cooperation Agency) terhadap 30 sumur dangkal penduduk di kawasan Jakarta Utara dan Pusat. Celakanya, 13% dari sumur-sumur tersebut tidak hanya mengandung ammonia (NH4) dari rembesan tinja, tapi juga logam berat merkuri.

Tidak adanya sarana sanitasi yang mencukupi, bisa ditunding sebagai penyebab kontaminasi tinja tersebut. Rumah di Jakarta memang saling berlomba elok, tapi sarana sanitasi nampaknya menjadi prioritas urutan bawah ketika hendak mendirikan rumah.

Air, hingga saat ini masih saja sering dikategorikan sebagai sumber alam gratis, dan sungai-sungai masih juga dianggap keranjang sampah besar. Pengambilan air tanah menjadi tidak terkendali dan sungai pun sering kali harus berubah warna dan bau.

Ketika air bersih menjadi barang yang langka, kita mulai menyadari bahwa diperlukan banyak rupiah untuk membeli air dalam kemasan. Hal tersebut, sebenarnya tidak perlu terjadi, kalau kita mau bijaksana dalam menggunakan dan menjaga kemurniannya.

Sumber: Kompas, 18-3-1996 dan 22-3-1996.

Leave a Reply

Close Menu