Just Quit!

1997_awal Juli_Edisi 072_nuansa:
Just Quit!

Berhentiā€¦kadang kita perlu berhenti untuk mengontrol diri. Keluar sejenak dari rutinitas untuk menyusun kembali langkah ke depan. Sepertinya, tidak sulit untuk berhenti. Tinggal diam dan tidak bereaksi pada segala gerak yang terjadi. Tapi, masalahnya muncul bukan dari bagaimana kita berhenti, karena ternyata yang paling sulit adalah menentukan kapan kita harus berhenti. Biasanya, rencana berhenti pun tidak pernah jadi kenyataan. Kita malah menjadi sibuk mereka-reka waktu yang tepat. Entah harus berhenti lusa atau tahun depan. Entah awal atau akhir bulan.

Just quit!…ternyata tidak semudah mengucapkannya. Ada tanggung jawab yang harus disandang. Ada resiko yang harus diambil. (Siapa) yang menyangka untuk berhenti pun kita harus berhenti. Biasanya, rencana berhenti pun tidak pernah jadi kenyataan. Kita malah menjadi sibuk mereka-reka waktu yang tepat. Entah harus berhenti lusa atau tahun depan. Entah awal atau akhir bulan.

Just quit!…ternyata tidak semudah mengucapkannya. Ada tanggung jawab yang harus disandang. Ada resiko yang harus diambil. (Siapa yang menyangka untuk berhenti pun kita perlu berpikir panjang?!)

Salam!

Leave a Reply

Close Menu