Jaringan Anak Jalanan

1996_akhir Oktober _Edisi 055_bahas:
Jaringan Anak Jalanan

Mereka membuat Jaringan … Mereka adalah Keluarga Besar … di jalanan.
*Berawal dari kebutuhan akan tempat untuk sekedar mencari sesuap nasi, anak-anak jalanan biasanya “hidup” di temapt-tempat yang memungkinkan bagi mereka untuk mencari uang. Di tempat inilah mereka tumbuh belajar, berkembang, dan bertahan hidup. Tempat-tempat ini mempunyai beberapa karakteristik, pertama merupakan pusat keramaian, seperti pasar, terminal, stasiun, kedua harus jauh dari jangkauan petugas keamanan.
*Mereka mencari uang dengan cara yang paling memungkinkan. Di pasar mereka menjadi kuli panggul tukang parkir di terminal menjadi tukang koran, semir sepatu, asongan, pengamen.
*Ketika kesendirian merubah arti kebebasan menjadi beban, muncullah kebutuhan untuk membuat kelompok. Lalu muncul kelompok Anak Jalanan Jatinegara, Kelompok Blok M, Mayestik, Manggarai, Kota, dll. Di antara mereka terbit pula rasa kebersamaan yang membentuk kode etik untuk “tidak saling mengganggu”.
*Perkembangan “persaudaraan jalanan” ini tidak berhenti di lama kota saja, tetapi sampai ke luar kota. Hal ini terbentuk dari adanya migrasi anak jalanan dari satu kota ke kota lainnya, mengikuti jalur kereta api. Dengan tas kerja berisikan kotak semir, sikat sepatu, gitar, atau barang asongan, mereka menjelajah kota-kota Jakarta, Cirebon, Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya.
*Bagi anak jalanan, setiap kota punya daya tarik tersendiri, bagi yang punya sifat seni dan santai mereka akan pergi ke Jogja yang ingin mengumpulkan uang pergi ke Jakarta, sedang yang berminat bekerja di pabrik akan memilih Bandung.
*Keberadaan jaringan anak jalanan ini lebih terjaga dengan adanya beberapa lembaga yang mengkhususkan program kerja pada kelompok ini. Salah satunya proyek RESCUE (Reaching Street Children in Urban Environment in Indonsia) yang bergerak dalam pemberian dana untuk lembaga yang mengurusi anak jalanan. Beberapa lembaga yang di support dananya oleh Rescue ini kemudian membentuk jaringan pula. Dalam jaringan ini mereka berbagi informasi dan akhirnya menyadari akan adanya permasalahan dan kebutuhan yang sama. Untuk itu kemudian Rescuue menyelenggarakan pelatihan bagi lembaga pendamping anak jalanan ini.
*Keberadaan lembaga ini memudahkan pengembaraan anak jalanan. Bila seorang anak jalanan mau pergi ke suatu kota, biasa ia akan mendapat informasi tentang daerah tujuannya. Mereka akan mengetahui daerah “aman” di bawah pengelolaan lembaga pemerhati anak jalanan di daerah yang akan ditujunya.

Leave a Reply

Close Menu