jamur disayang dan dibenci

jamur disayang dan dibenci

2000_Desember_Edisi 119_lingkungan:
jamur disayang dan dibenci
Joni Faizal

Apa jadinya di dunia tak ada jamur. Yang pasti, sampah akan menumpuk dimana-mana, penggemar anggur akan kehilangan minuman terbaiknya, dan kita tidak akan menikmati kelezatan tempe yang asli Indonesia itu.
Dunia jamur adalah fenomena yang penuh keajaiban, misteri dan kaya lahan kajian. Karena itulah belakangan jamur banyak mendapat perhatian peneliti bukan aja karena nilai gizinya yang tinggi melainkan juga kemampuannya berperan sebagai senyawa kimia yang bermanfaat.

Sejak berabad-abad orang telah mengenal jamur sebagai makanan istimewa. Para penguasa Mesir Kuno malah menganggap jamur sebagai “makanan para dewa” yang dilarang untuk rakyat jelata. Demikian juga orang Cina, mereka menganggap jamur makanan kesehatan dan dapat memberikan umur panjang. Sedangkan orang Romawi percaya jamur sebagai makanan yang mampu memberikan kekuatan sehingga menjadi konsumsi wajib bagi tentara.
Meskipun begitu, jamur sering pula menjadi momok yang menakutkan di banyak suku bangsa karena diyakini mempunyai pengaruh magis dan kerap digunakan dalam dunia perdukunan. Suku Artek di Meksiko misalnya, mempunyai upacara ritual khusus untuk mengumpulkan jamur beracun. Jamur beracun kemudian diolah sedemikian rupa yang kemudian dilumurkan pada senjata, seperti tombak, panah, golok dan sebagainya. Walhasil, beberapa hari kemudian senjata-senjta itu akan menjadi senjata mangkus yang dapat membunuh hewan buruan atau pun lawan dalam peperangan hanya dalam sekejap. Keampuhan racun jamur juga tercatat dalam sejarah tewasnya Kaisar Claudius oleh istrinya Agrippina pada tahun 54 Masehi dan Paus Clament VII pada tahun 1534.

Jamur Bukan Tumbuhan
Di Yogyakarta seorang siswa SMU menulis protes di surat pembaca di sebuah media lokal yang isi beritanya mengatakan jamur bukan tumbuhan. Selama ini pelajaran yang didapat mengatakan jamur adalah tumbuhan. Kontan besoknya seorang doctor dari UGM menjelaskan bahwa anak sekolah itu benar. Namun dilansir di akhir keterangannya sang doctor mengatakan pula bahwa media itu tidak salah, karena memang jamur bukan tumbuhan.

Jamur adalah sekelompok organisme eukariota yang menyusun dirinya sendiri, yaitu dunia jamur atau sering disebut regnum fungi. Dahulu orang menggolongkan ke dunia tumbuhan, namun karena ketidak mampuannya berfotointesis dan penyediaan cadangan makanan yang tidak dalam bentuk pati, melainkan bentuk gilikogen atau pati hewan, maka para ahli mengelurkan jamur dari kerabat tumbuhan. Selain itu, dinding sel jamur terdiri atas kitin mirip serangga yang berbeda dengan tumbuhan kebanyakan yang mengandung selulosa. Perbedaan lainnya adalah bahwa stadium diploid (zn) pada jamur pendek sekali, sementara stadium diplofasenya panjang. Stadium diplofasenya adalah perkumpulan tetap tidak menyatunya inti sel jantan dan inti sel betina dalam satu sel. Keadaan ini lah yang tidak dijumpai dalam tumbuhan lain.
Semula bakteri juga digabungkan ke dalam kelompok jamur sebagai schizomacetes. Sekarang bakteri dan ganggang biru mmpunyai dunia sendiri, yaitu dunia monera karena dua kelompok organisme ini tidak memiliki inti sejati atau masih bersifat prokariota. Dengan demikian, di alam diakui adanya empat dunia: monera, jamur, tumbuhan, dan binatang. Meskipun ada lagi dunia ke lima yaitu dunia prostita, yang menampung makhluk-makhluk tingkat rendah. Karena perinciannya kurang jelas pengikut aliran ini tidak banyak. (Whittaker, 1969)

Di dunia dipekirakan terdapat sekitar 100.000 jenis jamur yang diklarifikasikan berdasarkan persamaan-persamaan antara anggota-anggotanya. Jenisnya yang bervariasi itu pula membedakan pola hidupnya yang beranekaragam. Jamur tidak saja mendatangkan keuntungan tetapi juga mendatangkan kerugian pada manusia. Kemampuannya untuk melapukkan sisa bahan daur unsur kimia di alam. Dan disini peranan jamur sangat vital. Tanpa jamur sampah kita tidak akan terurai dan tidak kembali ke alam untuk memasuki daur berikutnya. Selain itu, beberapa jamur mampu memfermentasi substraknya hingga dapat mengubah pati gula menjadi alkohol yang sangat penting artinya dalam pembuatan anggur, bir, arak, tapal, dan roti. Jamur piniclilium dan kerabatnya menghasilkan antibiotic yang amat penting peranannya di dunia kedokteran.

Kehidupannya yang luar biasa itu dapat pula mendatangkan kerugian yang besar pada manusia. Dalam dunia pertanian misalnya, lebih dari 3000 jenis penyakit tanaman disebabkan oleh jamur. Begitu pula kemampuannyamenyebabkan penyakit pada manusia. Sehingga biaya pengendaliannya juga besar.

Malusinasi
Bukan kaum hippie saja yang menggunakan jamur sebagai sarana untuk mencapai halusinasi. Beberapa bangsa tertentu di Afrika pun banyak mngunakan jamur yang kemudian dicampur dengan makanan, serbuk untuk minuman, atau dibuat seperti tembakau yang dihisap. Jadilah mereka “sakau” dan menikmati dunia “melayang”. Dan praktek narkoba-jamur ini pernah pula popular di Indonesia di awal tahun 90-an dengan sebutan “blue ommelette” atau dadar mushroonm.
Belakangan diketahui senyawa beracun yang dikandung jamur halusinasi tersebut antara lain Amanitin atau siklopeptida (misalnya pada jenis Amanita, Lepiota, Conicybe dsb), gieimitrin atau monometh/hidrazin (misalnya pada Cynometra) muskardin (misalnya pada Clitocybe, Inocybe), muskimol atau asam ibotenet (misalnya pada Amanita), coprin (misalnya pada Coprinus, clitocybe).

Salah satu contoh yang kandungan racunnya sangat kuat adalah jamur muskaria yang berwarna jingga,kemerah-merahan ataupun kuning. Jamur ini mengandung racun maskurin hanya dengan dosis 0.003-0.005 saja sudah dapat membunuh manusia dalam waktu yang singkat. Dan bukan berita mengherankan kalau sampai saat ini masih sering kita dengar tentang kematian orang-orang yang mengkonsumsi jamur yang disebut dalam dunia kedokteran sebagai halusinogen yang bersifat racun kuat.

Khasiat Obat dan Gizi
Tidak dapat dipungkiri dunia kesehatan dan pengobatan telah banyak disumbang oleh kehadiran jamur. Jamur shitake sudah diteliti sejak lama untuk khasiat mencegah tumor. Jamur lingzhi (Genoderma lucidum) juga memiliki riwayat panjang dan menjadi obat yang mahal. Khasiatnya yang dapat mencegah dan mengobati beranekaraam penyakit, membuat pula para peneliti untuk mencobakannya pada penyakit-penyakit yang belum terjangkau oleh pengobatan modern seperti aids dan kanker. Selain itu ada pula jamur abalone, yang bentuknya mirip jamur tiram yang diyakini juga dapat mencegah tumor,sedangkan jamur donko (lentinus ododes) disebutkan dapat mencegah virus influenza.
Itu hanya sebagian jamur yang banyak digunakan sebagai obat. Ratusan jenis lainnya yang popular di masyarakat bernilai gizi tinggi. Taruhlah jamur merang (Volvariella volvace), jamur tiram (Meurotus spp) dan jamur kancing (Agoricus bisparus) yang hampir sebagian kita mengenalnya sebagai menu masakan ini memiliki kandungan protein dua kali lipat lebih tinggi dibanding asparagus dan kubis. Keunggulan lain, sebagaimana yang dilaporkan Miles, professor biologi, State University of New York di Buffalo, adalah kandungan sembilan asam-asam amino sesensia yang tidak bisa disentesis dalam tubuh. Asam amino ini yakni lisin, metionin, triptopan, teonin, valin, leusin, isoleusin, histidin dan fenilalanin, harus tersedia melalui makanan.

Dalam ukuran fisiknya yang kecil, jamur ternyata mengandung sejumlah zat yang penting bagi manusia sekaligus “racun” yang merugikan. Begitulah Tuhan menciptkan harmoni kehidupan dengan not bernama jamur.

Leave a Reply

Close Menu