Jakarta Kota Gagal!

Tulisan Elisa di Koalisi Warga Kota Jakarta untuk 2030..

Kota bisa gagal dan sakit jika perencanaannya gagal.

Selama ini, banyak orang yang menimpakan kesalahan kota kepada IMPLEMENTASI atau PENERAPAN. Karenanya, untuk bisa berhasil, sebuah kota setidaknya harus memiliki proses perencanaan dan rencana yang baik pula.

Dan dalam rencana tersebut tercakup pula bagaimana cara penerapan terbaik. Itu berarti kota tersebut harus memiliki visi bersama yang berpangkal dari keinginan baik warganya.

Ini berarti juga kota tersebut harus memiliki strategi (berupa pilihan-pilihan pendekatan/metode dan rangkai tindakan), target yang jelas (baik secara kuantitas, kualitas, dan waktu) yang spesifik dan terukur. JAKARTA GAGAL (hingga saat ini) karena PERENCANAANNYA GAGAL memenuhi syarat-syarat minimun itu.

Apabila ditarik mundur, Perencanaan Kota Jakarta – yang produknya disebut Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI Jakarta, telah dimulai dari tahun 1965. Memang perencanaan tersebut memiliki jangka waktu masing, tetapi perencanaan dari tahun 1965 hingga yang terkini 2010 adalah produk perencanaan yang minim partisipasi publik, dan penuh ‘apa maunya pemerintah’. Lalu, setelah 45 tahun berlalu, pertanyaan besarnya adalah: Apakah model perencanaan ala tahun 1965 itu membuat Jakarta menjadi kota yang lebih baik?

Jika Tidak, berarti kita, warga dan pemda, harus merubah pandangan dan pola pikir. Rencana Tata Ruang bukan lagi eksklusif milik birokrat dan teknokrat, tapi Rencana Tata Ruang adalah milik Warga-Warga kota tersebut.

Mari bersama-sama kita berpartisipasi dalam proses perencanaan penataan ruang di wilayah DKI Jakarta.

Sampaikan uneg-uneg’ anda ke: jakarta2030@gmail.com, ‘add account facebook’ ini atau ikut ‘milis’ ini, ikut ambil bagian dalam petisi. dan jadilah warga yang bersuara!

(lebih lengkapnya ada di koalisi warga untuk Jakarta 2030)

2030_curve

Leave a Reply

Close Menu