Hutan Bakau

1997_akhir September_Edisi 077_peduli:
Hutan Bakau

Apa yang akan terjadi bila Hutan Bakau yang dibutuhkan oleh sekitar 80% jenis ikan konsumsi manusia mengalami kerusakan karena ulah manusia sendiri? Akibatnya ternyata tidak sebatas pada penurunan jumlah hasil tangkapan nelayan, lebih dari itu, erosi pantai dan penyusupan air laut ke daratan pun menjadi tidak terelakkan.

Vegetasu Hutan Bakau tersebar luas di daerah tropik dan sub tropic. Di Indonesia, tercatat 38 jenis vegetasi dan empat jenis di antaranya yang paling banya dijumpai adalah; bakau (Rhizohora spp), pedada (Sonneratia spp), tanjang (Bruquiera spp), dan api-api (Avicennia spp).

Hutan Bakau terluas di Indonesia terdapat di Irian Jaya. Sekitar 70% dari luas keseluruhan Hutan Bakau di Indonesia terdapat di propinsi paling Timur ini.

Selain berguna untuk menunjang hidup beragam jenis hewan air, Hutan Bakau adalah habitat bagi beberapa jenis hewan lain, salah satunya adalah hewan endemic Bekantan. Kera berhidung besar ini hanya bisa dijumpai di daerah Hutan Bakau Pulau Kalimantan. Tidak hanya itu, Hutan Bakau di Pulau Rambut Kepualuan Seribu juga merupakan daerah hidup bagi sekitar 15 spesies burung air. Dan kerusakan yang dialami Hutan Bakau di pulau berluas sekitar 45 hektar ini sudah dapat dipastikan akan mengurangi jumlah populasi burung air atau bahkan mendatangkan kepunahan bagi beberapa spesies di antaranya.

Saat ini, luas Hutan Bakau di pesisir Indonesia semakin menyusut, terutama yang terdapat di sekitar pantai teluk Jakarta. Manusia telah menyulapnya menjadi tambak, lahan pertanian, bahkan pemukiman. Padahal, untuk kepentingan manusia sendiri, Hutan Bakau haruslah tetap terjaga keberadaanya.

Leave a Reply

Close Menu