gupala arca yang setia menunggu

2001_April_Edisi 123_Bahas:
gupala arca yang setia menunggu
Rohman Yuliawan

Di bagian kanan kiri gerbang utama gedung-gedung besar, seperti kantor-kantor pemerintah atau bank swasta, gerbang hotel atau tempat wisata, acap kita saksikan sosok-sosok arca batu berwujud raksasa bertaring dalam posisi bersimpuh dengan penggada di tangan kanan dan ular dalam genggaman tangan kiri. Perwujudan yang tampak seram tersebut dikenal sebagai arca Gupala atau Dwaralapa. Namun sosoknya ditempat-tempat tersebut hanyalah reproduksi dari arca serupa yang banyak dijumpai di gerbang masuk candi atau istana raja. Di kraton Yogyakarta misalnya, dua arca gupala ditempatkan di bagian kanan dan kiri gerbang Danapratopo, yaitu gerbang menuju Siti Hinggil, dan masing-masing dinamai Cingkorobolo dan Boloupoto. Fungsi keduanya lebih bersifat spiritual selain menunggu dan menjaga kediaman raja dari bala dan kekuatan jahat.

Keberadaannya mengingatkan setiap orang ketika melangkahkan kaki melewati gerbang yang dijaga dua gupala hendaknya menanggalkan pikiran atau maksud jahat yang mungkin dikandung hatinya dan membersihkan dirinya dari nafsu-nafsu rendah. Meski berwujud raksasa yang angker, ternyata gupala sebenarnya adalah Brahmana yang melambangkan niat-niat baik manusia. Karena itu tidaklah mengherankan kalau banyak pengelola gedung “mempercayainya” untuk bertugas sebagai penunggu bangunan mereka.

Leave a Reply

Close Menu