episode 1 :: seru, seram, menegangkan..

Pukul 20 lebih sedikit, Kereta Rel Listrik jurusan Serpong mulai bergerak dari Stasiun Tanah Abang.

Bang Bali Biola, koordinator orkes Lapaa’ze, membuka acara Mari Menggambar di KRL pertama. Ia mengedarkan 15 map bening berisi kertas gambar dan spidol, serta mempersilakan para penumpang untuk ‘menggambar apaaaa ajaaa..’.

Beberapa bapak-bapak kaget dan melotot, walau kemudian mulai menggambar juga. Beberapa ibu awalnya malu-malu, akhirnya minta spidolnya ditambah dengan warna lain; “biar lebih meriah” katanya. Ada mbak-mbak yang merasa perlu membuat coretan berupa ‘cap’ tangan, tanda orang sukses, katanya.. Pokoknya seru!

Selama proses, orkes enam orang, yang terdiri dari Bang Bali (biola), pijay (bass), Memed (gitar #1), Deni (gitar #2), Jaka (akordion), dan Ipan (drum), mendampingi dengan lagu-lagu dari este12 (?). Pey dan Dadan dari Kground terus merekam ‘situasi aneh cenderung ‘ribet’, namun menyenangkan’ itu dengan kamera digital masing-masing.

Alhasil.. terkumpul 43 gambar (yang sedang di pindai dan akan segera di-upload) dan satu lembar uang kertas lima ribuan, sumbangan untuk “acara yang lucu ini”, kata seorang penumpang.

Diakhir acara, Bang Bali menutup dengan menyampaikan, bahwa acara ini disponsori oleh buah alpukat dan jambu, yang memang dijajakan oleh pedagang buah, temannya.

Leave a Reply

Close Menu