emas yang sering membuat cemas

1997_akhir Mei_Edisi 069_bahas:
emas yang sering membuat cemas

Logam yang satu ini memang memiliki keistimewaan yang menjadikannya pantas dikategorikan benda berharga. Bagaimana tidak? Berbeda dengan logam lainnya, emas tidak dapat berkarat dan memiliki kekuatan yang besar untuk menolak reaksi kimia. Karena keistimewaan itulah, emas menyandang predikat logam mulia.

Sebagai benda berharga, keberadaan emas tentu tercatat dalam sejarah umat manusia. Paling tidak, sebuah laporan mengemukakan bahwa emas mulai di tambang pada masa peradaban Mesir kuno (3100 – 2800 SM). Kejadian tersebut dilukiskan dalam sebuah monument yang menceritakan tentang pencucian bijih emas, sebuah proses yang harus dilalui dalam penambangan emas.

Sebegitu berharganya logam kuning ini, kadang tidak selalu memberikan kebahagiaan bagi “pemiliknya”. Tidak jarang kita mendnegar “demam emas” telah mengakibatkan penggusuran penduduk asli oleh kaum pendatang atau perampokan disertai pembunuhan…dan semuanya itu terjadi karena sejenis logam yang disebut emas.

Ketika mulai ditambang…
segera setelah benua Amerika ditemukan oleh Columbus pada tahun 1492, penambangan emas secara besar-besaran pun mulai dilakukan. Lebih dari 8 juta ons (225.000kg) emas ditambang dari Amerika Selatan. Sehingga pada abad ke-18, 61-80% hasil emas dunia berasal dari penambangan di Amerika Selatan, yaitu di kawasan Columbia. Disinyalir dari kawasan ini saja dapat diperoleh emas sekitar 1.350.000 kg.

Baru pada tahun 1823, dinyatakan bahwa selama 14 tahun Rusia telah menjadi pemasok emas terbesar. Dan produksi emas pun semakin meningkat setelah dalam kurun 1850-1875 di California dan Australia ditemukannya sumber emas baru.

Menentukan Harga Emas
Kandungan emas tersebar luas di seluruh permukaan bumi, baik dalam bentuk murni maupun mengandung logam lain seperti tembaga, perak, platinum, atau palladium. Karena kandungan logam lainnya inilah, emas memiliki warna kuning yang tidak seragam. Tapi ternyata, bukan warna kuning itu yang menentukan emas.

Harga emas dinilai berdasarkan sebuah standar yang berlaku di seluruh dunia, yaitu berdasarkan permintaan dan persediaan. Saat ini, ada 5 tempat di dunia sebagai basis data nilai emas, yaitu New York, Hong Kong, Jepang, Swiss dan London. Dari kelima tempat itulah dikumpulkan data permintaan dan persediaan emas yang ada. Berdasarkan perhitungan mereka, lalu ditetapkanlah harga emas pada hari itu. Perhitungan harga emas dilakukan dua kali dalam sehari.

Emas Murni, Emas Batangan, Emas 24 Karat
Emas murni seringkali disimpan dalam bentuk batangan dengan karat 24 dan kadar 99,99%. Selain dijadikan salah satu bentuk investasi, emas batangan sering pula dilebur untuk dijadikan perhiasan. Di Indonesia, jumlah emas dalam bentuk batangan terdapat sekitar 5%, sedangkan 95% lainnuya beredar dalam bentuk perhiasan.

Semakin banyak campuran logam lain, biasanya perak dan tembaga, maka semakin kecil karat emas tersebut. Kalau sebuah perhiasan dibuat dari emas 22 karat, itu artinya perhiasan tersebut dari 91.6% emas, sedangkan sisanya adalah campuran perak dan tembaga.

Bagaimana Emas Dicari?
Biasanya emas bermukim di dasar sungai, anak sungai dan banyak pula terdapat di laut. Karena penambangan dasar laut memerlukan usaha yang sangat besar, maka pada umumnya penambangan emas banyak dilakukan di sekitar sungai.

Teknik mencari emas yang palin sederhana adalah pendulangan. Dengan sebuah alat pendulang, air sungai berikut pasirnya diayak sehingga meninggalkan butiran emas. Selanjutnya, teknik pendulangan ini disempurnakan dengan teknik ayunan.

Kini untuk mendapatkan emas dikakukan penambangan. Adapun yang ditambang adalah deposit alluvia atau urat lapisan. Teknik penambangan emas tertua disebut placer mining yaitu dengan cara mengeksploitasi kepadatana emas untuk memisahkannya dari material yang lebih ringan. Deposit alluvia yang ditambang dengan cara ini adalah kerikil dan pasir yang mengendap di dasar sungai.

Setelah itu dikenal pula teknik penambangan hidrolis, yang menggunakan semprotan air yang sangat kuat (dengan tekanan ratusan pon per inci) hingga dapat merontokkan kerikil. Pada tahun 1880, teknik ini dibatasi permakaiannya, karena jutaan ton limbah pasir telah mendangkalkan sungai dan menyengsarakan para petani yang bercocok tanam di sekitar sungai.

Teknik lainnya adalah pengerukan/dredging yang populer di awal tahun 1900-an. Alat yang digunakan kurang lebih sama seperti alat untuk mengeruk sungai atau pelabuhan. Sistem ini pertama kalu dipraktekkan di Selandia Baru dan sampai saat ini masih digunakan di Rusia. Di Amerika Serikat, teknik ini memungkinkan penambangan di tengah sungai, sekaligus memproses material untuk memisahkan emas.

Lode mining atau penambangan lapisan merupakan teknik bawah tanah untuk mengeksplorasi lapisan/urat emas. Biasanya digunakan  metode terowongan seperti yang kerap dipakai dalam penambangan logam lainnya. Mulanya digali lubang vertikal untuk menuju pada lapisan kemudian dibangun terowongan horizontal untuk mengikuti urat-uratnya. Tambang emas paling dalam di dunia terdapat di Afrika Selatan. Di tempat ini, para penambang emas harus turun sejauh 3 km ke perut bumi.

Daur Ulang Emas
Ternyata, sejumlah besar emas masih dapat ditemukan dari sisa proses produksi di pabrik perhiasan emas. Hal ini mungkin bisa disebut sebagai daur ulang emas.

Dengan menggunakan proses oksidasi, kandungan emas dapat dipisahkan dari logam lain yan juga terdapat dalam permbuangan. Jika kandungannya smapai 20%, maka untuk memisahkan logam digunakan asam nitrat. Jika lebih rendah lagi, dapat mempergunakan asam belerang panas.

Untuk menghasilkan emas dengan kadar kemurnian 95-99% biasanya digunakan proses yang disebut wohlwill, yaitu mengalirkan arus listrik positif dalam larutan chloride yang mengandung sisa-sisa emas dari penambangan. Namun, proses ini masih dinilai tidak efisien hingga akhirnya ditemukan proses miller. Dalam proses ini choride disalurkan melalui sisa emas yang telah dilelehkan. Dengan cara ini kandungan emas dapat mudah disisihkan.

Emas dan Peristiwa

  • Emas pertama kali digunakan sebagai koin pada tahun 600 tahun SM oleh Raja Croessus dair Lidya (sekarang merupakan bagain dari Turki)
  • Pada musim panas 1896, seorang Indian Amerika menemukan emas di sungai kecil dekat sungai Klondika, Kanada Barat Daya. Para penambang emas pun menyerbu kawasan tersebut dan hanya dalam waktu satu tahun telah berhasil membangun sebuah kota baru berpenduduk 4.000 orang. Tidak hanya itu, setahun kemudian, kota itu telah dihuni 30.000 penduduk yang berdatangan dari seluruh Ameruka Serikat dan Kanada.
  • Pada tahun 1864, mendengar adanya kandungan emas di Cooktown, Queensland kulit putih berbondong-bondong datang ke daerah tersebut. Itulah saat kontak pertama antara Aborigin dan kulit putih. Sekaligus mimpi buruk sejarah keberadaan orang Aborigin di negerinya sendiri.
  • Pesawat ditukar dengan emas?
    Di Indonesia, emas merupakan bagain penting yang terlupakan dalam sejarah bangsa ini. Kira-kira lima puluh tahun silam, cara membeli pesawat terbang perang sangat sederhana yaitu sistem barter. Tapi yang dibarter adalah emas. Hal ini dilakukan pemerintah RI ketika ingin membeli Avro Anson, buatan pabrik terkenal di Inggris. Saat itu, masyarakat Sumatera Barat menyumbangkan batangan emas dan permata guna membeli pesawat. Wakil presiden Mohammad Hatta menerima satu kaleng biscuit berisi batangan emas dari Ketua Dewan Pertahanan Daerah Sumatera Barat. Batangan emas tersebut nantinya diuangkan dengan mancari pembelinya di Songkhla, Siam (kini Thailand). Rombongan terdiri dari Paul Keegan, pialang Singapura, Dick Tamimi, Is Yasin dan Abu Bakar Loebis. Bertindak sebagai navigator adalah Iswahyudi dan Halim Perdanakusuma. Di dalam perjalanan menerbangkan kembali pesawat Avro Anson yang baru dibeli, terjadi kecelakaan di Tanjung Hantu, Selat Malaka. Musibah tersebut menewaskan Iswahyudi dan Halim Perdanakusuma serta Keegan. Sampai saat ini misi pembelian pesawat Avro Anson ini dikenal sebagai operasi penerbangan RI-003.

Chrystolite dan Citrine: Permata Berwarna Emas
Chrysolite merupakan permata dengan pantualn keemasan. Namanya berasal dari bahasa Yunani, khrusos (emas). Hingga abad 19, telah banyak permata ditemukan dan beberapa di antaranya termasuk dalam kelen chysolite, seperti safir, topaz, Toumaline dan peridot. Saat ini, malahan chrysolite menjadi sinonim untuk permata peridot.

Lapisan permata periodot ini terdapat di pulau Zebringet di Laut Merah yang dikuasai oleh bangsa Mesir Kuno. Mereka mempekerjakan budak untuk mencari permata tersebut. Mungkin karena para panjaganya dilengkapi cambuk yang menyerupai ular, sejarawan Yunani Agatharcides menyebutnya Pulau Ular, Sering disebut pula Topazos, karena penambangannya harus menjalani kehidupan yang keras. Di awal abad 1 SM, Diodurus of Sicily mengatakan bahwa Bangsa Mesir telah menjaga pulau itu dengan sangat ketat dan membunuh semua orang yang mencoba mendekat.

Pada abad pertengahan, saat para pasukan salib pulang dari Timur, mereka membawa serta sejumlah besar peridot yang disebut “zamrud emerald”. Permata ini digunakan untuk menghias karya seni religious.

Di tahun 1669, Robert Berquen membuat daftar berbagai nama yang pernah digunakan untuk menyebut chrysolite. Mulai dari Topaz sampai chrysopage, karena warna kuning emasnya yang agak kehijauan. Di tahun 1868, namanya pun bertambah banyak, salah satunya adalah chryso-berly. Sebutan ini dibuat oleh T. Chritten, ahli permata.

Satu lagi permata yang berwarna kuning emas yaitu citrine telah menjadi kata citron (lemon), citrine telah menjadi permata yang biasa setelah adanya perkembangan pengolahan amethyst menjadi citrine.

Citrine yang diperjualbelikan saat ini kebanyakan adalah amethyst yang dipanaskan. Sedang citrine yang asli sudah sangat jarang dijumpai, kecuali di Madagaskar, pegunungan Utal, Slamanca (Spanyol) dan Uruguay.

Emas Tidak hanya Untuk Perhiasan

  • Di bidang elektronik, emas kerap dipergunakan sebagai salah satu elemen sambungan listrik. Pada pesawat antariksa, emas digunakan sebagai penghantar listrik.
  • Kaca penahan angin pada pesawat jet biasanya dilapisi dengan dilem emas tipis yang berfungsi untuk mencegah silau dan menghidari terbentuknya lapisan tidak es.
  • Emas dapat ditempa menjadi lem-pengan yang sangat tipis. Lempengan ini dikenal dengan istilah daun emas, yang biasa digunakan untuk membuat huruf emas dan menyepuh pinggiran buku atau pigura lukisan.
  • Di bidang kedokteran gigi, emas juga dipakai menambal dan melapisi gigi. Biasanya gigi emas terbuat dari campuran emas cetak atau tempa dengan kadar sekitar 60%
  • Emas pun sangat berharga sebagai barang investasi, karena harganya tidak akan berubah saat dijual kembali. Seperti di Jepang, ketika negara itu dilanda gempa, semua harta masyarakat hancur, yang tertinggal hanyalah cadangan emas, yang kemudian memperbaiki ekonomi masyarakat Jepang.

Sumber:
Kompas, 19-06-1995; 03-02-1997. Encyclopedia Britanica, Vol8, 1979 Hasil perbincangan dengan Ibu Marcia dari World Cold Council (WGC). Hasil perbicangan dengan Uni Yenni dari Anjungan Sumatera Barat.TMII. Widia, I Gusti Made, 1994, Dewa-dewa Hindu dan Awaratara-awaratanya, Upada Sastra, Denpasar. Lip Evelyn, 1996, Desain dan Feng Shui, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta. Patriot. Jean Paul Pierre Barland, 1985. The Lcarouse Encyclopefdia of Precious Gems, New York.

Leave a Reply

Close Menu