ekspresi india

2000_Mei_Edisi 112_gaya:
ekspresi india
Ade Tanesia/Rohman Yuliawan

Eksotisme India melaju kembali di pelataran dunia, tak terkecuali Indonesia. Fantasi India tidak hanya terdapat di film-filmnya, kini kita pun bisa menjadi “india” dengan mengenakan berbagai asesorisnya yang mengartikulasikan budayanya. Bindi, took mehndi, kasin sari, merupakan beberapa gaya India yang sedang digemari.
Amerika kini bukanlah satu-satunya negeri pengekspor budaya pop. India adalah tandingannya, sehingga muncul istilah “bollywood”. Melalui film-filmnya, segala pernik unik India disukai warga dunia, apalagi setelah Madonna dan Gwen Stefani mulai mengenakan tato mehndi khas India dan bindi pada akhir tahun 1990-an. Gaya ini lalu diikuti para selebritis di Indonesia yang berdandan ala India lengkap dengan kostumnya. Toko-toko kain India di Jakarta pun mulai menjual gelang-gelang, sandal, dan ada pula toko tekstil yang melayani jasa menghias tubuh dengan tato mehndi. Lebih dari sekedar gaya, berbagai asesoris ini sarat dengan makna budaya yang sangat menarik untuk ditelusuri.

Tato Mehndi (meh-hen-di)
Selama lebih kurang 5000 tahun, manusia di India, Afrika dan timur Tengah telah mengenal seni mehndi, yaitu hiasan tubuh dengan pewarna dari dedaunan tanaman henna (pacar). Tanaman ini banyak tumbuh di padang pasir dan getahnya berfungsi untuk melindungi pemakainya dari pengaruh jahat. Wanita India memakai tato mehndi untuk mempercantik tangan dan kakinya saat mereka melangkah ke pelaminan. Malam sebelum pernikahan, biasanya para wanita berkumpul dan mencurahkan waktunya untuk melukis tubuh pengantin wanita dan menasehatinya dengan wejangan seputar misteri perkawinan. Calon pengantin putri ini tidak boleh bekerja, sehingga dibuatlah campuran pewarna yang memungkinkan tato mahndi bertahan lama di tubuhnya. Selain untuk mempercantik tubuh pengantin , nama pengantin calon suami juga ditorehkan di antara desain mahndi yang sungguh rumit. Jika pengantin pria tidak dapat menemukan namanya, maka hal ini menandakan kelak pengantin wanita akan memegang kendali dalam rumah tangga. Untuk membuat pewarna tato mahndi, daun henna akan dikeringkan dahulu dan digiling sehalus-halusnya. Lalu bubuknya disaring dua kali dengan alat penyaring yang terbuat dari kain nilon. Seniman tato mehndi lalu mencampur bubuk ini dengan minyak untuk membuat pasta yang tebal. Pasta inilah yang nantinya ditorehkan di tubuh pemakai, terutama di daerah tangan dan kaki. Ada beberapa jenis daun henna, misalnya yang berlabel “hitam” akan menghasilkan warna kelabu kabur, sedangkan yang berwarna “coklat” memunculkan warna yang senada dengan kulit. Kini banyak orang barat yang senang memakai tato mehndi, namun mereka seringkali tidak cukup sabar menunggu hingga larutan pewarna henna itu meresap ke tubuhnya. Seorang seniman dari New York, Matty Jankowski, merancang pasta henna yang dikemas dalam tube dan hanya perlu waktu satu jam untuk ditorehkan di kulit. Tato mehndi kini dipopulerkan oleh para selebritis di Hollywood sehingga banyak ditiru di penjuru Amerika. Tingginya permintaan telah memunculkan henna berwarna hitam pekat. Akibatnya orang memakai bahan kimia lain yang kerap menimbulkan alergi pada kulit.

Dahi berhias Bindi
Titik berwarna hitam atau merah yang terletak tepat di dahi dikenal dengan sebutan bindi yang berasal dari bahasa sansekerta “bindu” (satu tetes). Bindi merupakan symbol dari batin ketiga manusia yang jika diletakkan di tengah akan menjadi titik pusat. Di India Utara, bindi hanya boleh dipakai oleh wanita yang sudah menikah, sedangkan di India Selatan, memakai bindi adalah hak gadis perawan. Seorang pengantin perempuan India utara biasanya memasuki gerbang rumah tangga dengan bindi warna merah yang melambangkan harapan akan kelimpahan kemakmuran. Konon para isteri dari kaum ksatria juga membuat bulatan di dahi suaminya sebagai ungkap permohonan agar sang suami selamat di medan perang.

Di masa lalu untuk meperoleh bentuk bulat sempurna digunakan lempengan bulat berukuran kecil atau uang berlobang. Sebelumnya permukaan kosong pada lempengan dilapisi lilin atau minyak pelumas. Lempengan diangkat dan terbentuklah bindi berbentuk bulat. Bindi masa kini lebih beragam, ada yang berbentuk lekuk, ditaburi bubuk emas, dihiasi manih-manik dan batuan mengkilap, Bindi yang bagus dipercaya dapat mempesona kekasih pria, sehingga banyak penyair yang mengabadikan bindi pada karya-karyanya.

Gelang Hidung
Para pelukis atau pematung India selalu menggambarkn wanita India dengan hiasan di hidungnya.Hiasan ini di India Utara disebut Noth, dan orang India Selatan mengenalnya dengan istilah Mukhutti. Diperkirakan gelang hidung ini dibawa oleh adat kaum muslim, karena arsitektur kuno tidak pernah menggambarkan perhiasan tersebut, terkecuali adanya gelang hidung sederhana yang menjadi perhiasan wajib bagi pengantin wanita muslim.

Di masa lalu, sebelum perawan menjalankan Saath Pheras atau 7 langkah mengelilingi api suci dalam upacara perkawinannya, hidungnya dilubangi dan dipasangkan gelang keberuntungannya yang akan dikenakan sepanjang hidupnya. Jenis perhiasan ini sangat beragam, misalnya suku Tamil dan Kamakata memiliki desain bungan teratai berukir yang dihiasai permata. Kaum wanita Rajakhani mengenakan gelang emas/perak kecil yang dilapisi batu berharga. Di Uttar Pradesh, hiasan hidungnya memakai dua buah mutiara dan satu manik menyerupai pendulum untuk meramalkan kemakmuran. Jika dulu para wanita India akan meringis kesakitan saat hidungnya dilubangi, maka kini kebanyakan ahli perhiasan memiliki peralatan yang dapar melubangi dengan cepat, sederhana, steril dan tidak menyakitkan, ekspresi India nampaknya tidak akan pernah berhenti. Gaya India adalah sebuah pilihan dari Timur.

Leave a Reply

Close Menu