Revitalisasi Bemo Jakarta sebuah Gagasan

revitalisasi-bemo-jakarta2

Becak Motor (bemo) merupakan Warisan Budaya Kota Jakarta

Bemo tidak hanya akan diremajakan namun akan direvitalisasi menjadi ikon ibukota Jakarta.

Bemo 2016 merupakan sarana transportasi penunjang TransJakarta yang bebas polusi dan berbudaya.

Bemo 2016 melayani penumpang di dalam trayek yang sudah ada dan mempublikasikan materi pendidikan bagi warga kota.

Cuplikan spesifikasi;

  1. Bertenaga listrik minimal 9KW
  2. Baterai LiFePo4
  3. Jangkauan minimal 150 Km setiap pengisian, dengan efisiensi minimal 40KWH
  4. Pengisian baterai maksimal 3 jam.
  5. Aplikasi panel surya dan baterai cadangan tersedia di pangkalan.
  6. Lolos Uji Tipe layak menjadi sarana transportasi umum lingkungan.
  7. Jumlah penumpang tujuh orang @ 80Kg: Satu orang di depan sebelah pengemudi, enam penumpang duduk berhadapan di belakang.
  8. Material lokal minimal 90%.
  9. Bagian sisi kap/atap penumpang sebagai papan publikasi layanan masyarakat, bagian atas kap adalah panel surya yang berfungsi mendukung pengisian baterai.
  10. On Board Unit terhubung dengan Operation Control Center di kantor pusat Transjakarta. Global Positioning System. QLUE Transit.
  11. Tiket elektronik.

Fungsi (yang sudah diuji coba)

  • Angkutan Lingkungan: transportasi penunjang TransJakarta,
  • BemoBaca: Perpustakaan Keliling
  • Bemoskop: Bioskop/layar tancap keliling

Fungsi alternatif

  • Distro: Kendaraan outlet penjualan cindera mata DKI Jakarta,
  • Kios penjualan pulsa listrik,
  • Kendaraan makanan cepat saji (food-truck).

Kolaborasi

  1. TransJakarta
  2. PT KAI
  3. Perusahaan Listrik Negara
  4. Telkom
  5. Dinas Pariwisata
  6. Badan Arsip dan Perpustakaan
  7. Dewan Kesenian Jakarta sebagai pengelola program
  8. Badan Ekonomi Kreatif

Koperasi simpan pinjam yang dibentuk akan melakukan investasi 300 bemo bertenaga listrik yang akan dioperasikan dalam tujuh trayek yang saat ini masih dijalankan oleh bemo-bemo yang perlu diremajakan di kawasan;

  1. Bendungan Hilir
  2. Buaran
  3. Grogol
  4. Karet
  5. Mangga Besar
  6. Manggarai
  7. Stasiun Kota

Pemilik/pengemudi bemo yang ada ditukar dengan satu bemo bertenaga listrik[1]. Bemo lama akan dihancurkan, material dijual ‘kiloan’ dan diserahkan sebagai uang muka kepada koperasi.

Pemasukan bemo 2016 diperoleh dari;

  1. Harga tiket elektronik Rp 3,000,- per penumpang satu kali jalan[2]. Dana ini langsung masuk ke rekening pengemudi, setelah dipotong retribusi bagi Pemda DKI Jakarta dan Koperasi.
  2. Pendapatan tambahan adalah dari pembayaran sponsor pada kap dan program pendidikan[3] di rusunawa/kampung kota.
  3. Sewa dari tamu hotel berbintang.

Koperasi membiayai kebutuhan operasional bulanan, berupa;

  1. Pemeliharaan bemo
  2. Program
  3. Marketing

[1] Untuk sementara ini, uang muka yang telah disepakati oleh para pemilik/pengemudi bemo adalah sebesar Rp 1,5 juta dengan melampirkan fotokopi Kartu Keluarga, BPJS, KJP dan rekening Bank DKI. Pembayaran angsuran Rp 1 juta/bulan. Dengan pembayaran lunas dalam 48 bulan (4-tahun). Jika Nilai satu bemo (diperkirakan) Rp 40,000,000,-/buah (menurut media untuk produk bajaj listrik PT Arrtu Media Energie maka, bila dikalikan 300 bemo, nilai investasi koperasi adalah Rp 12 Miliar.

[2] Satu bemo berpotensi untuk melayani 7 penumpang x 10 jalan = 70 penumpang x 300 bemo = 21,000 orang per hari x tiket Rp 3,000,- = Rp 63 juta per hari x 30 hari = Rp 1,89 miliar per bulan.

[3] Masing-masing pangkalan memiliki minimal dua BemoBaca dan dua Bemoskop yang beroperasi dengan melayani publik dalam hal perpustakaan dan layar tancep yang berisi berbagai penyuluhan. Produsen non produk tembakau yang memasang iklan layanan masyarakat pada kap bemo yang beroperasi di trayek, mendapat kesempatan untuk memiliki program di kampung kota yang dikelola oleh Dewan Kesenian Jakarta.

Save

Save

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *