Dj Martin Pardede !

1997_mula April_Edisi 066_kenal:
Dj Martin Pardede !

Mulai sejak SMP kelas satu,  didukung orang tua di Palembang sana untuk menyalurkan hobby, mixing lagu, merekamnya kemudian dijual ke teman-teman satu sekolah.

Sekarang dj martin mendalami teknik lampu (lampu dan musik tak terpisahkan dalam menyuguhkan suasana).

Berkeliling Indonesia mulai tahun 1991, sebagai dj tamu di diskotik-diskotik Jakarta, bandung, pekanbaru, juga batu raden!

Tahun 1990 mulai menjadi disc jockey professional versi DMC (Disco Mix Club – London).

Dj mempunyai perasaan yang dekat dengan lagu yang dimainkan penyamaan perasaan itu yang menjadikan tantangan sebagai dj suatu yang nikmat ! apalagi bila pemotongan, penggabungan antara lagu disambut dengan anggukan pendengar ataupun teriakan puas.

Coba-coba masuk USAKTI jurusan tranportasi udara – kandas karena panggilan jiwa !

Dj dilihat negatif oleh beberapa kalangan – menurut martin: BENAR ! banyak alasan untuk member cap negative pada profesi ini, tapi kembali ke manusianya bukan? Ia suka musik, ia cinta Hard Rock Café, bila kesenangan terlampiaskan dan tidak merugikan orang kenapa tidak! Bila anak gue ingin jadi dj – akan gue ajari dia supaya menjadi yang terbaik !

Dj DAVE, salah satu dmc style dj dari jerman, = panutan sejak ia (dave) menjadi salah satu dj terbaik dunia.

Tanggung jawab untuk membawa suasana café besar di Jakarta itu dirasa sangat menantang karena pengunjung yang macam-macam itu perlu diketahui apa selera musiknya. CARANYA: martin melihat suasana di pelataran tengah, ooh banyak khalayak berdasi menyantap makan siangnya, sekarang jam 1 siang, hmm, ‘easy lover-nya phil Collins sepertinya cocok 1 atau, di kanan sana ada wanita-wanita berdandan gaya liberal, hmm, love cats-nya the cure sepertinya klop !

99% permintaan lagu dan pengunjung HRC dapat ia penuhi – satu persen yang terlewat digantikan dengan lagu setara sehingga penggarap lagu sedikitnya merasa senang.

DMC = grup dimana dj selain mencampur (mix) lagu, ia memperagakan keahlian gaya-gaya yang gila! Misalnya menggeser plat hitam dengan dagu sembari memainkan mixer dengan mata tertutup

Sekarang dj menghadapi cobaan berat sejak maraknya house musik. Menurutnya house musik adalah musik yang bersifat mekanikal dan musik hasil garapan disc jockey.

Indonesia belum memiliki lighting designer’ itu alasannya mengapa martin sekarang mendalami celah itu. Belajar di Pro Audio Lighting 96, Singapore, dan belajar Alvin Soo seorang professional dalam bidang lampu pertunjukan. Lampu-lampu dari konser Pink Floyd atau Phil Collins adalah arah tujuannya. Ia yakin Hard Rock Café dapat berkembang pula mengikuti kebutuhan jaman di segi lampu sama seperti yang ia rasakan pada perkembangan lagu.

Seorang DJ Bernama Dadang. Menurut Dadang manjadi Dj itu menyenangkan dan tidak susah untuk orang-orang yang suka dunia musik seperti dia. Terbukti dari awal kariernya yang telah dimulainya sejak kelas II SMA. Saat itu dia sudah menjalani les privat dari seorang DJ senior yang membimbingnya memperdalam pengetahuan musik, teknik mixing untuk menyambung lagu dengan pas, menguasai alat dan keahlian memandu suasana. Menurutnya, keempat dasar keahlian tersebut memang merupakan basic untuk menjadi DJ. Biasanya dalam sebuah kursus DJ yang berlangsung selama 3 buan, seorang calon DJ akan melewati 3 tingkatan, yaitu tingkat dasar dengan materi pengajaran pengenalan alat dan lagu, kemudian tingkat II untuk pelajaran mixing dan tingkat terakhir adalah atraksi show atau semacam praktek lapangan. Dadang betah menjalani kehidupan sebagai DJ selama 9 tahun di beberapa hotel karena menurutnya”….sesuai dengan hobi, mendatangkan banyak teman, dna tentu saja penghasilannya lumayan”. Disamping itu, dia sengaja memilih diskotek milik hotel, karena status dan jenjang karirnya jelas (entertain manager adalah salah satu pilihannya), walaupun jam kerjanya lebih ketat juga. Dengan alasan-alasan tadi, tentu saja Dadang berat meninggalkan dunia Dj, apalagi melihat sepinya kegiatan seputar per DJ-an saat ini. Padahal pada tahun sebelumnya pernah berlangsung kegiatan tahunan yang diadakan oleh Perhimpunan Disc Jokey Indonesia (PDJI) Bali, tepatnya dari tahun 1998 sampai 1992. Sekolah-sekolah DJ yang dulu pernah ada juga menghilang, sehingga regenerasi pun macet. Hasilnya, di diskotek-diskotek Bali mulai jarang ditemukan DJ ali Bali.

Hasil ngobrol dengan Dadang-mantan DJ Bintang Bali Discotheque, Kuta, Bali

 

Leave a Reply

Close Menu