disposable “sekali pakai langsung buang”

1997_akhir Mei_Edisi 069_gaya:
disposable “sekali pakai langsung buang”

Dengan alasan kebersihan dan kepraktisan, produk sekali pakai lantas saja menjadi sesuatu yang digemari. Sekarang ini, entah berapa jenis barang tersedia dalam bentuk sekali pakai. Artinya, kita tidak perlu mencuci, tidak perlu menyimpan, tidak perlu mengisi ulang….langsung dibuang saja. Alat cukur, obat tetes mata, pembalut, pakaian dalam, batere, dan minuman kaleng adalah sedikit dari sekian banyak produk sekali pakai.

Mulanya, produk sekali pakai diperkenalkan lewat pemakaina kaleng baja untuk miuman, yaitu pada tahun 1930-an. Namun, posisinya masih belum dapat mengalahka kemasan berupa botol gelas, yang tentunya dapat diisi ulang dan kerenanya menjadi lebih murah. Salah satu, peninggalan dari penggunaan kaleng baja tersebut adalah kebiasaan untuk meremas kaleng segera setelah minuman habis ditegak. Di kalangan para veteran Perang Dunia II, kebiasaan ini adalah salah satu ajang untuk membuktikan kejantanan. Memang, tidak banyak laki-laki yang mampu meremas kaleng baja hanya dengan satu tangan mereka.

Baru pada tahun 1958, kaleng minuman dari aluminium mulai masuk ke pasaran. Dan untuk lebih memudahkan membukanya, pada tahun 1962 diperkenalkan sistem “pull tab top”. Dengan demikian, kita tidak memerlukan lagi alat untuk membuka kaleng minuman.

Setelah itu, segala kemudahan pun kemudian ditawarkan kepada para pembeli. Para produsen berlomba menciptakan hal-hal baru, yang dianggap dapat mengimbangi kecenderungan masyarakat yang kian sibuk di buru waktu….dan dimulailah era produk sekali pakai.

Sumber: ackerman, Frank, 1997, Why Do We Recycle, Islam Press, Washington DC

Leave a Reply

Close Menu