Dana Sosial 10% dari Becak Hotel

2002_Maret_Edisi 132_Lintas:
Dana Sosial 10% dari Becak Hotel
Rohman Yuliawan

Jika Anda berkunjung ke kota Jogja-penulisan baru yang menjadi brand image kota Yogyakarta!-dan menginap di salah satu hotel berbintang, maka sesekali cobalah becak hotel untuk berkeiling kota. Dengan demikian, Anda memberi kesempatan pada pengayuh untuk juga menikmati berkah kunjungan tersebut.

Walaupun sebutannya becak hotel, bukan berarti sarana angkutan ini menjadi layanan dari pihak hotel. Layanan ini semata-mata terbentuk dari hubungan saling menguntungkan antara manajemen hotel dengan para pengayuh becak.
Di depan Hotel Santika, Jl. Sudirman 19, sejak tahun 1997 ada 25 penarik becak yang secara bergiliran mangkal. Para penarik becak ini tergantung dalam kelompok bernama Asri Your, lewat mana mereka mengatur sendiri “jadwal kerja” melayani tamu. Di sudut gerbang masuk hotel, terpampang papan berisi informasi tarif, tujuan dan nama-nama penarik becak yang bertugas hari itu. Tarif becak dari Hotel Santika ke Malioboro, yang bejarak lebih kurang dua kilometer, tertulis sebesar Rp. 5.000,-.

“Tapi masih saja ada tamu yang ngenyang (menawan), walaupun tarif sudah ditetapkan,” ujar Pak Ngatijan, “becak bisa juga disewa seharian hanya membayar Rp. 50.000,-“, lanjutnya.
Bagi pria ramah ini, pekerjaan penarik becak hotel cakup menyenangkan karena kadangkala penumpang memberinya tip atau tidak meminta uang kembalian. Sementara itu, bila hotel sepi pengunjung, ia masih bisa mencari penumpang di tempat lain.

Becak hotel mudah dapat dibedakan dengan becak biasa. Selebor (penutup roda depan) becak hotel biasanya bergambar serupa dan bertuliskan nama hotel tempat becak tersebut mangkal. Sementara pada becak biasa bagian selebor umumnya bergambar pemandangan alam.

“Biaya untuk mengecat diberi oleh manajemen hotel. Bahkan kami juga memberikan kaos dan membuatkan brosur mengenai layanan becak hotel beserta tarif, lengkap dengan nama plus foto penarik becaknya,” terang Sulis, Chief Security Hotel Novotel, penghubung kelompok becak hotel dengan manajemen hotel dan para tamu.
Dengan kesemptan dan keleluasaan seperti itu, para pengayuh becak tak segan menyisihkan 10% dari pendapatan harian untuk dana social. Caranya, tinggal memasukkan uang ke dalam celengan besi yang ditempatkan di pojok pangkalan becak.

Leave a Reply

Close Menu