Cuci Tangan, yuk!

Latar Belakang
Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia untuk menjadi bersih dan memutuskan mata rantai kuman. Mencuci tangan dengan sabun dikenal juga sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit. Hal ini dilakukan karena tangan seringkali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung ataupun kontak tidak langsung (menggunakan permukaan-permukaan lain seperti handuk, gelas).

Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyakit diare dan ISPA, yang keduanya menjadi penyebab utama kematian anak-anak. Setiap tahun, sebanyak 3,5 juta anak-anak diseluruh dunia meninggal sebelum mencapai umur lima tahun karena penyakit diare dan ISPA. Mencuci tangan dengan sabun juga dapat mencegah infeksi kulit, mata , cacing yang tinggal didalam usus, SARS, dan flu burung.

Kebanyakan dewasa ini, banyak orang yang melupakan cuci tangan sebelum makan. Mereka terlalu menyepelekan hal mencuci tangan, padahal hal ini sangat penting. Menurut hasil pengamatan kami, di Indonesia tingkat kesadaran masyarakat akan mencuci tangan sebelum makan masih rendah.

Menurut badan kesehatan dunia (WHO), kedua tangan kita adalah salah satu jalur utama masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh. Sebab, tangan adalah anggota tubuh yang paling sering berhubungan langsung dengan mulut dan hidung. Penyakit-penyakit yang umumnya timbul karena tangan yang berkuman, antara lain: diare, kolera, ISPA, cacingan, flu, dan Hepatitis A.?Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan bahwa penyebab terbesar meninggalnya balita dan anak-anak Indonesia adalah penyakit diare dan ISPA. Menanggapi data ini, para ahli kesehatan menyatakan, perilaku kecil yang tampak sepele, seperti mencuci tangan dengan sabun, bisa berdampak besar mengurangi angka kematian yang terkait dengan penyakit diare, hingga hampir 50 persen.
Sumber : www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2010/10/15/brk,20101015-285052

Tangan manusia yang kotor karena menyentuh feses ternyata mengandung kurang lebih 10 juta virus dan 1 juta bakteri.Cuci tangan memerlukan sabun yang secara kimiawi dapat membunuh bibit penyakit tapi tidak menghilangkan kecantikan kulit,dan air yang mengalir dapat menghanyutkannya secara mekanis.
Sumber : www.beritaterkinionline.com/2010/10/fakta-tentang-cuci-tangan.html

What To say
Kampanye “Ayo Cuci Tangan Pakai Sabun” ditujukan untuk menghimbau anak-anak SD dengan mulai membiasakan hidup bersih dimulai dari mencuci tangan pakai sabun. Dengan Mencuci tangan pakai sabun dengan 7 langkah yang benar, akan mengurangi bakteri yang tidak terlihat oleh kasat mata.

Whom To Say
1. Geografis
Anak-anak sekolah dasar menengah kebawah yang belum mendapat penjelasan tentang langkah-langkah dalam mencuci tangan yang baik dan benar
2. Demografis
a. Usia : 6-12 Tahun
b. Jenis Kelamin : Laki-Laki dan Perempuan
c. Pendidikan : Sekolah Dasar
3. Psikografis
Anak-anak Sekolah Dasar yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan senang dengan hal – hal baru yang belum mereka ketahui.

Pokok Masalah
1. Kurangnya kesadaran anak-anak SD akan pentingnya cuci tangan dengan sabun.
2. Anak-Anak kurang mengetahui langkah-langkah mencuci tangan yang baik dan benar
3. Kurangnya sosialisasi penggunaan sabun dalam mencuci tangan
4. Anak-anak SD kurang menyadari penyakit yang timbul akibat tidak mencuci tangan dengan sabun

Tujuan Perancangan
• Untuk membudidayakan budaya cuci tangan sebagai langkah awal hidup sehat
• Dengan cuci tangan dengan sabun kita dapat terhindar dari berbagai macam penyakit
• Memberi pengetahuan dasar bahwa tangan merupakan sumber kuman dan penyakit
• Memberi penyuluhan tentang bagaimana cara mencuci tangan yang benar

Konsep Desain
• Kampanye : “Ayo Cuci Tangan Pakai Sabun”
• Tagline : “Aku Sudah! Kamu?”
• Warna Dasar : Biru
• Maskot : GENGSIH (Geng Bersih) yang terdiri dari Boncu, Uci, Tata, Angan
• Jingle
• Colorfull, Easy Listening, Animasi Desain

Leave a Reply

Close Menu