Kunjungan ke Rumah Susun Jatinegara Kaum

Rabu pagi, 27 April 2016,

Pagi itu, beberapa ibu menyiapkan dagangannya di selasar Gedung A. Ada ibu yang mendorong gerobak yang merangkap sebagai meja jualan susis goreng. Ada yang mendorong meja kayu tanpa roda, menempatkan kompor di lantai di sebelahnya, kemudian mulai merebus mi instan pesanan seorang ibu yang menunggu anaknya selesai sekolah.

Photo1022

Dharmawan Handonowarih, Jay Wijayanto dan teman berkunjung ke Rumah Susun Jatinegara Kaum (RJK). Ngobrol dengan penghuni dan Bu Titin kepala sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cahaya Permata, warga, sekaligus ‘Jawara’ RJK.

Menurut bu Titin, banyak hal yang dapat dilakukan di RJK untuk masa depan yang lebih baik. Caranya: ya meninggalkan masa-lalu, bekerja keras, berusaha untuk yang terbaik.

Photo1024 Photo1025 Photo1026

Di beberapa lokasi yang tersebar, sebuah pengumuman ditempel. Pengumuman dari Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) tentang pihak yang dapat dihubungi bila, dalam situasi  darurat, membutuhkan transportasi. Ada sebuah mobil sedan untuk gedung A dan sebuah mobil bak terbuka untuk gedung B.

Photo1023

Save

Save

Pak Kinong Presentasi di FSRD DKV Untar

Jumat, 15 April 2016.

Di hadapan dosen Desain Komunikasi Visual dan Desain Interior Fakultas Senirupa dan Desain Universitas Tarumanagara, pak Kinong berbagi cerita soal perkembangan program Revitalisasi Bemo Karet dari 2011 sampai kemarin.

Melalui pak Arief Adityawan, pihak FSRD Untar sebenarnya telah mendukung program pak Kinong ini sejak lama. Di hari itu sedikit lebih diformalkan, selain untuk melatih pak Kinong memberi presentasi, juga untuk mengajak pada dosen FSRD Untar untuk terlibat lebih jauh.

Di sore itu juga, bantuan biaya perbaikan untuk bemo pak Ari disepakati. Hal ini penting, karena pak Kinong dan teman-teman di trayek stasiun Karet – Sudirman sedang gencar melakukan perapihan 17 bemo yang ada di sana. Para pengemudi bemo sedang berusaha untuk melakukan perbaikan layanan dan fisik bemo masing-masing, dengan harapan para penumpang makin nyaman dan pemerintah provinsi DKI Jakarta memperoleh pesan yang ingin disampaikan, bahwa adalah baik untuk bemo tetap ada.

Mengingat keterlibatan Desain Komunikasi Visual dan Desain Interior FSRD Untar dalam program ini sangat berharga, pak Kinong mengajak teman-teman di institusi pendidikan ini untuk memanfaatkan apa yang dimilikinya dan teman-teman di Karet untuk kepentingan bersama.

Salma, penggiat Juki & Friends, juga bergabung untuk menceritakan kolaborasi yang telah dilakukan selama ini dengan kegiatan BemoBaca dan Bemoskop.

Photo0991 Photo0995 Photo0996  IMG-20160415-WA0011 IMG-20160415-WA0013 IMG-20160415-WA0014

Salma Beberes BemoBaca

Rabu. 13 April 2016.

P_20160407_104556_1_p

 

Salma, penggagas dan penggiat Komunitas RumahPohon Activity, melakukan penyortiran buku-buku BemoBaca di kediaman Adit di Pejompongan sampai pukul 16.30. Pak Kinong mendampingi sampai kurang lebih pukul 15.00.

Membutuhkan banyak waktu untuk menyortir ratusan buku hasil sumbangan banyak teman, sehingga Salma tidak sempat lagi mengambil foto. Buku-buku itu dipilah menurut jenisnya dan dimasukkan dalam kotak-kotak plastik semi tranparan.

Tiga kotak lain berisi buku-buku ‘cadangan’ dan satu kotak lagi berisi buku-buku tebal dan bagus, adalah koleksi untuk acara khusus – disimpan di tempat yang aman, tidak dibawa keliling.

Satu kotak lagi dibutuhkan untuk menampung majalah-majalah seperti National Geographic dan buku tips keterampilan untuk orang lanjut usia.

Salma merencanakan akan ada tiga kotak yang dibawa berkeliling oleh Pak Kinong.
– Satu kotak bacaan untuk anak TK dan SD
– Satu kotak berisi bacaan untuk anak SMP dan SMA
– Satu kotak berisi bacaan pengetahuan umum (majalah, tip dan keterampilan)
Buku-buku itu baru akan dikeluarkan dari kotak saat perpustakaan dibuka, sehingga buku aman dalam perjalanan, tidak akan terciprat hujan atau terselimuti debu.

Harapan Salma, Komunitas RumahPohon Activity setiap bulannya dapat  menambah buku bacaan TK dan SD, yang merupakan segmen pembaca terbanyak, agar jenis buku menjadi bervariasi dan diharapkan dapat makin menarik anak-anak untuk membaca.

Ada banyak buku yang kembar, sehingga diputuskan untuk mengumpulkan kembaran buku-buku itu untuk didonasikan ke rumah-rumah atau taman-taman baca teman. Kata Salma: Hal ini agar semakin bermanfaat bagi orang banyak. Karena kebaikan itu harus saling mengisi, berjejaring, dan berputar, membentuk lingkaran, mendorong kebaikan yang lebih besar lagi.

Salam boneka jari.juki

Terima Kasih Teman

Program Laboratorium Desain Publik di bawah Yayasan Pikir Buat Nusantara – aikon tidak mungkin dapat beraktifitas dengan lancar tanpa banyak dukungan teman. Memasuki tahun ke lima, Program Revitalisasi Bemo Karet berterima kasih kepada teman-teman atas dukungannya yang diberikan selama ini.

Para penumpang dan pengemudi bemo trayek Stasiun Karet – Sudirman

Aldo Muhamarizka
Arief Adityawan, Grafisosial
Bakti
Brilian Prasetyo, Komunitas Facebook/Mobil Listrik Indonesia
Dadit Sidharta
Dece limeyanti
Enrico Aditjondro
Erik, bengkel las Jeruk Purut
Farida Indriastuti
Gita Hastarika
Hari sasono
Harjuni Rochajati
Henky sumadi
Imam B. Prasodjo
Inggita Notosusanto
Iwan Halim, Limusnunggal Rubber
Jaja  + Aji, bengkel bubut Pasar Minggu
Jalu Kristo, bengkel las Kemang
Joddy Krisnadi, Komunitas Facebook/Electric Vehicle Indonesia
Karina Halim
Keluarga Mashud
Kintaka Lim
KM Lo
Maria Jessika, Mahasiswi DKV Universitas Bina Nusantara
Mega
Mirasari, The Cookie Lady
Muhammad (Mamat), Pengemudi Bemo
Murki + Yakub, bengkel fiberglass
PStechPaul
Pujiono, RGS & Mitra Advokat
Reklame Sandi, kios plat nomor Pela
Ria Halim
Robaga Simanjuntak, RGS & Mitra Advokat
Sari Wulandari, School of Design, Bina Nusantara University
Salma Indria Rahman
Selbi Nugraha, Decorous Contract
Smpn 70 jakarta
Sutino (Kinong), Pengemudi bemo
Suyyibah
Sony Adi Purnomo
Tenny Bagindo, Komunitas Facebook/Electric Vehicle Indonesia
Wahyu Arief Budiman, Komunitas Facebook/Mobil Listrik Indonesia
Wasto, Montir Mobile 08165425394
Wawan Setiawan, RGS & Mitra Advokat
Warga Karet Tengsin
Yudhi Soerjoatmodjo
Yulius Fotografer
ZiggyTHEwizz.

1230 Production
Bengkel ban Iwan Karet
Bingkai Nusantara
Desain Komunikasi Visual Fakultas Senirupa dan Desain Universitas Tarumanagara
Engage Media
Diageo
Dinas Pariwisata DKI Jakarta
Eagle Doc Series
Gerobak Bioskop Ruang Rupa
Gocreates.com
Grafisosial
Kedai Tjikini
Limusnunggal Rubber
(berbagai) Media massa
Paguyuban Bemo Jakarta
Patungan.net
School of Design Binus University
The British Council
Yayasan Astra Honda Motor
Yayasan Nurani Dunia

Pak Kinong dan pak Mamat Buka Warung

Awalnya beberapa mahasiswa jurusan jurnalistik Universitas Budi Luhur berencana mewawancarai pak Kinong perihal kegiatan Bemoskop. Ngobrol ke sana ke mari, mahasiswa-mahasiswi itu kemudian tertarik rencana akan adanya Bemo Transformer. Ide yang didukung oleh DIAGEO dan British Council itu mereka harapkan untuk dapat diliput segera, walau belum 100% siap.

Mahasiswa-mahsiswi itu pun berpatungan untuk membuat semacam kegiatan uji coba bemo warung untuk dijadikan mereka sebagai materi tugas liputan dari dosen.

Kartu BPJS

Fasilitas negara Indonesia untuk kesehatan warga mulai digunakan oleh para pengemudi bemo di Karet. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) dengan landasan hukum yang dapat dilihat di sini, mengeluarkan kartu ‘sakti’ yang bila pemegangnya sakit, ia dapat memperoleh pertolongan segera, tanpa pusing memikirkan duit. Itu bila pemegang kartu tersebut disiplin membayar 25 ribu lebih sedikit setiap bulannya, sebagai iuran.

14 pengemudi bemo mendaftar. Awalnya, setiap pengemudi diminta untuk mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga masing-masing. Suyi, teman aikon, membantu mengisi formuli-formulir melalui jaringan internet. Setiap Formulir yang didaftarkan dicetak sementara sebagai bukti pendaftaran, dan ditunjukkan pada para pengemudi bemo. Setelah yakin bahwa proses pendaftaran sedang dilakukan, mereka kemudian bergegas menitipkan dana bulanan masing-masing, untuk dibayarkan. Setelah mendapat konfirmasi pembayaran, di awal Bulan November 2015, kartu-kartu jaminan kesehatan itu dapat diberi foto, dicetak, dibagikan, dan siap digunakan. Para pengemudi bemo kemudian diinformasikan cara membayar bulanan kartu-kartu itu, sehingga di saat kesehatan bermasalah, kartu mereka dapat membantu meringankan beban.

Serah Terima

Pak Kinong menyerahkan kartu BPJS kepada Pak Nano, sebagai simbol bahwa kartu BPJS telah diterima oleh semua pengemudi bemo di Karet.

Warjo

Ini adalah Pak Warjo. Setiap anggota keluarga Pak Warjo pun ikut didaftarkan di BPJS Kesehatan. Menurut beliau akan sangat bermanfaat suatu hari nanti.

Wardi

Pak Wardi, semua anggota keluarganya juga didaftarkan BPJS Kesehatan. Tinggal Anak yang bungsu belum terdaftar, karena saat ini anak itu baru lahir, sehingga belum tercantum di Kartu Keluarga mereka.

Nano

Pak Nano Rasono yang akrab disapa Pak Nano, juga tak kalah semangat untuk mendaftar BPJS Kesehatan. Tidak berharap untuk sakit, tapi suatu saat nanti kartu yang ada ditangannya sekarang akan sangat membantu jika mengalami sakit.

Mahmud

Pak Mahmud Kamal, juga sudah punya Kartu BPJS.

Kinong

Ini Pak Kinong, nama aslinya adalah Sutino. Beliau adalah koordinator pengemudi bemo Karet untuk soal kartu BPJS Kesehatan bagi para pengemudi Karet.

Legenda (transportasi) Kota

Legenda (transportasi) Kota

Senin, 14 Juli 2014
Kegiatan dimulai pukul 10.00
Konvoi bemo warna-warni pukul 15.00
Karet Tengsin, Jakarta Pusat

Lebih dari 60 mahasiswa dari lima Universitas Jurusan Desain Komunikasi Visual akan berkumpul, berdialog, sambil mewarnai sepuluh bemo (Becak Motor) di Karet Tengsin pada Hari Senin 14 Juli 2014. Lima universitas yang berpartisipasi, yaitu: Universitas Teknologi Sydney (UTS), Universitas Multimedia Nusantara (DKV-UMN), Universitas Tarumanagara (DKV-Untar), Universitas Bina Nusantara (DKV-Binus), dan Institut Kesenian Jakarta (DKV-IKJ).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka kunjungan 20 mahasiswa desain grafis Universitas Teknologi Sydney ke Universitas Multimedia Nasional, dan bertujuan untuk membuka ruang dialog antar mahasiswa desain grafis, sambil menyodorkan alternatif solusi dalam bagi program revitalisasi bemo[1], sebagai satu dari banyak moda transportasi masal yang legendaris di Kota Jakarta. Dengan cat sumbangan dari perusahaan cat Pacific Paint, dan patungan dari tiap universitas dan pengemudi bemo, 10 bemo akan menjadi media silaturahmi antar pengemudi bemo, mahasiswa desain grafis, dan publik.

Kegiatan ini bersifat terbuka dan publik diundang untuk berpartisipasi. Mengingat kegiatan ini berada di dalam Bulan Ramadhan, diharapkan aka nada pengumpulan baju-baju dan barang-barang bekas layak pakai yang dapat didonasikan kepada pada pengemudi bemo dan keluarganya.

Sedikit tentang Bemo

Walau telah dilarang oleh terbitnya Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 tahun 1996, dan dikukuhkan oleh Peraturan Daerah Khusus Ibukota Nomor 6, Pasal 2 ayat (6) tahun 2007 bemo (becak motor) masih beroperasi di tujuh wilayah Jakarta. Lebih dari 500 bemo masih melayani sembilan trayek, antara lain, Beos, Olimo, Manggarai, Buaran, Karet, Bendungan Hilir, dan ada tiga trayek di Grogol.

Bemo (Becak-Motor) ini awalnya bernama Daihatsu Midget jenis DK. Pertama kali diproduksi tahun 1957. Kemudinya masih berbentuk stang motor/ skuter, dengan posisi duduk pengemudi mirip sepeda motor. Mesinnya 2 langkah, berkapasitas 250 cc. Pada tahun 1959 Daihatsu mengeluarkan Midget jenis MP, yang telah menggunakan kemudi bundar. Mesin yang digunakan adalah mesin 1 silinder, berkapasitas 305 cc, dan mampu menghasilkan tenaga 12 tenaga kuda.  Dengan bensin campur, maka salah-satu kelemahan Bemo ini adalah polusi udara yang dihasilkan. Tahun 1960 Daihatsu mengeluarkan mesin jenis MP4. Nampaknya jenis inilah yang banyak masuk ke Indonesia tahun 1961-1962 menjelang pesta olah raga Ganefo. Bisa jadi Soekarno berharap dengan mengimpor Daihatsu Midget maka kendaraan tradisional seperti Becak akan hilang, sehingga citra jakarta sebagai ibu kota tampak lebih mentereng. Tahun 1963, Daihatsu memproduksi Midget tipe MP5. Tipe ini memiliki mesin yang lebih baik, karena tidak lagi memakai bensin campur. Bemo jenis ini konon masih diproduksi di Thailand hingga kini. Setelah memproduksi lebih dari 300 ribu unit Daihatsu Midget, tahun 1972 Pabrik Daihatsu menghentikan produksi kendaraan niaga kecil ini.[2]

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi;

Enrico Aditjondro

+628159149515

[separator line=”yes”]

[1] Lihat profil singkat BioBemo, sebagai produk dari Program Revitalisasi Bemo Karet, terlampir

[2] Kisah Bemo #2. Dari Jepang hingga ke Tanah-Abang. Arief Adityawan. 20 Juni 2011