Category: 2000 09 Edisi 116

  • menonton penonton

    2000_ September _Edisi 116_seni: menonton penonton Ade Tanesia/Rohman Yuliawan “Masih segar dalam ingatanku, bagaimana Bapak melemparkan rokok Gudang Garam keratonnya ke panggung Tarling. Bapak bilang, rokok itu adalah tanda bahwa dirinya sangat menyukai pentas kelompok Tarling itu, yang sengaja diundang dalam hajatan pernikahan orang terkaya kampung kami.” Penonton memang punya banyak cara untuk mengekspresikan responnya […]

  • Maraknya perdagangan burung Irian Jaya di Jakarta

    2000_ September _Edisi 116_bahas: Maraknya perdagangan burung Irian Jaya di Jakarta dari kerabat untuk kerabat “Sampai dengan Juni 2000 ini, perdagangan satwa, utamanya burung endemic asal Irian (Jaya), terus berlanjut, baik untuk jenis yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi,” ungkap John A Maturbongs, staf bidang species monitoring World Wide Fund (WWF) Bioergion Sahul, Irian Jaya. […]

  • stop curiga antar lsm

    2000_September_Edisi 116_peduli: stop curiga antar lsm Joni Faizal Jumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) selama dasawarsa terakhir ini mengalami pertumbuhan luar biasa. Dalam catatan Beets, tidak kurang dari 2.000 kelompok LSM tersebar tidak saja di kota-kota besar di Jawa, tapi juga meluas ke pelbagai daerah terpencil hingga kawasan yang tidak mudah dijangkau di seluruh wilayah Indonesia. […]

  • Kampung Nyutran

    2000_ September _Edisi 116_jelajah: Kampung Nyutran Ade Tanesia/Rohman Yuliawan Saat bercerita tentang kampungnya, rona bangga masih kental pada raut wajah Romo Suhardji. Sangat wajar bila Beliau sunguh bangga, karena Nyutran memang bukan kampung biasa. Dahulu wilayah ini adalah tangsi prajurit Nyutran , salah satu prajurit Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Nyutran adalah salah satu dari belasan kampung […]

  • otak atik huruf miring di KOMPAS

    2000_ September _Edisi 116_bahas: otak atik huruf miring di KOMPAS Ukke R. Kosasih/Rohman Yuliawan/Joni Faizal Ada yang berubah pada tampilan artikel di Harian Kompas, tepatnya sejak Rabu 28 Juni 2000 sewaktu diterbitkan edisi ulang tahun ke-3…ada banyak judul artikel yang ditulis miring! Padahal, biasanya hanya tulisan di pojok kanan halaman depan saja yang judulnya memakai […]

  • seolah-olah lebih “berbudaya”

    2000_ September _Edisi 116_gaya: seolah-olah lebih “berbudaya” Ade Tanesia Etalase kesenian sebagai gaya hidup. Di jaman Belanda, mengunjungi pementasan music klasik, pertunjukan opera, balet di Gedung Schouwburg (sekarang Gedung Kesenian Jakarta), merupakan sebuah gengsi. Pasalnya, disanalah tempat berkumpul kalangan elit, baik para pejabat colonial, pengusaha besar, maupun tuan-tuan tanah. Schouwbturg juga menjadi ajang pementasan internasional, […]

  • membuat huruf di Muntilan

    2000_ September_Edisi 116_bahas: membuat huruf di Muntilan Ade Tanesia Limaratus duapuluh delapan tahun setelah Johanes Gtemberg (1428) menyempurnakan campuran timah, antimony dan timah putih, yang menjadi bahan baku penuangan huruf untuk kebutuhan percetakan, Indoneia mulai mengenal teknologi huruf tersebut, tepatnya pada tahun 1956. Dan sejak tahun itulah, teknologi penuangan huruf menjadi bagian penting yang memungkinkan […]