Category: 2002 03 Edisi 132

  • Teater tanah airku: Hilang pamor

    2002_Maret_Edisi 132_Sekitar Kita: Teater tanah airku: Hilang pamor Joni Sejak diresmikan 20 April 1998, Teater Tanah Airku (TTA) barangkali masih merupakan gedung pertunjukan paling canggih yang ada di Tanah Air. Paling tidak hal itu ditunjukkan melalui teknologi pementasan yang dimilikinya. Mulai dari system tata suara berkekuatan 1 megawatt, mekanisme tata lampu yang modern, panggung yang […]

  • Galeri embun istirahat!

    Galeri embun istirahat!

    2002_Maret_Edisi 132_Sekitar Kita: Galeri embun istirahat! Ade Lesunya pasar karya seni rupa sejak tahun 2001 memaksa pemilik gaeleri untuk berpikir ulang untuk mencari peruntungan di bidang seni. Seniman-seniman muda dan belum terkenal yang biasanya dipromosikan oleh Galeri Embun ternyata kurang diminati oleh para kolektor yang semakin memperketat pengeluaran untuk memiliki karya seni. Inilah yang dirasakan […]

  • Taman budaya untuk JOGJA

    2002_Maret_Edisi 132_Sekitar Kita: Taman budaya untuk JOGJA Ade Sudah tiga tahun masyarakat Jogjakarta menunggu rampungnya pembangunan Taman Budaya di kawasan Shopping. Tahun ini, bangunan induknya, yang terdiri dari ruangan pameran dan seni pertunjukan, sudah bisa digunakan. Kompleks kesenian bertaraf internasional memang perlu ada Jogjakarta. Apalagi setelah bekerja sama dalam program “Sister City” dengan Kyoto, San […]

  • Kupu-kupu di kampus biru

    2002_Maret_Edisi 132_Sekitar Kita: Kupu-kupu di kampus biru Rohman Tak lama lagi, ribuan kupu-kupu bakal menjadi tontonan menarik di kawasan lembah kampus Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Terletak persis disisi barat danau buatan, sebuah kubah besar, kelak menjadi “sangkar.” Kupu-kupu tersebut. Kubah dengan rangka baja dan disungkupi jaring nylon ini berukuran lebih kurang panjang 40 meter, lebar […]

  • Fabriek Gallery

    2002_Maret_Edisi 132_Sekitar Kita: Fabriek Gallery Nila/Ade Mimpi Senilai US $ 15.000 ++ Inilah contoh kerja sungguh-sungguh untuk seni. Mendapat dana sebesar US $ 15.000 dari The Japan Foundation dianggap terlalu besar oleh Asmujo Jono Irianto bila hanya untuk menggelar sebuah pameran. Karena itu, lahirlah Fabriek Gallery. Sebuah ruang pamer bongkar-pasang, mudah berpindah dan dapat menyiasati […]

  • Tegel antik berharga selangit …

    2002_Maret_Edisi 132_Gaya: Tegel antic berharga selangit … Ade Tanesia Mungkinkah harga tegel lebih tinggi dari harga tanah permeternya? Sangat mungkin, bila Anda memilih tegel antic. Bayangkan saja, sekeping tegel antic memilih tegel antic buatan Belanda yang dilukis dengan tangan harganya dapat mencapai Rp. 150.000,-. Artinya, untuk menutupi lantai seluas satu meter persegi saja paling tidak […]

  • Blitar

    2002_Maret_Edisi 132_Telusur: Blitar Marco Kusumawijaya Mana yang lebih dulu, Candi Panataran atau Kota Blitar? Sebagian akan menjawab: “Bung Karno!” Karena Blitar belum pernah menjadi reruntuhan, maka belum ada penyajian sejarah evolusinya. Lebih banyak angka diketahui mengenai sejarah Candi Panataran, mungkin karena ia telah menjadi reruntuhan. Memang data sejarah cenderung disusun atas dasar tarikh resmi saja. […]

  • Memahami (Kembali) AIR

    2002_Maret_Edisi 132_Bahas Memahami (Kembali) AIR Ukke R. Kosasih The water to the dirty one, “Come here.” The dirty one said, “ I am too ashamed.” The water replied, “How will your shame be washed away without me?” (Jalal al-Din Rumi, Masnavi II:1366-7) Air, sumber kehidupan itu, tidak lagi berwujud indah di benak kita. Jatuhnya melalui […]

  • The Voice, dari Indonesia untuk Amerika

    2002_Maret_Edisi 132_Tuing: The Voice, dari Indonesia untuk Amerika Ikranegara Satu karya-karya sejak “Topeng” (1972) umumnya tergolong dalam gerakan Teater Nasional Kontemporer. Sementara karya-karya sebelum itu, tergolong dalam Teater Nasional Awal. Gerakan Teater Nasional Awal bermula pada 1920-an, ketika konstruksi sebuah bangsa, nusa dan bahasa, yang disebut “Indonesia”, menjadi impian kita bersama. Kata “nasional” merupakan sebuah […]

  • Sodis: air minum anti diskriminasi

    2002_Maret_Edisi 132_Bahas Sodis: air minum anti diskriminasi Rohman Yuliawan “Supaya tubuh sehat, minumlah minimal delapan gelas air sehari” Masalahnya, untuk mendapatkan air bersih layak minum itu ternyata bukan perkara mudah bagi sebagian orang. Masih banyak yang harus berjalan berkilometer untuk mendapatkan seember air bersih. Menurut hasil penelitian EAWAG/SANDEC, sebuah lembaga penelitian lingkungan di Swiss, sekitar […]