Category: 2001 02 Edisi 121

  • otopet

    otopet

    2001_Februari_Edisi 121_gaya: otopet Joni Faizal ilustrasi oleh: Samuel Indratma Kendaraan abad 21 Di rumah sakit Bathesda, Yogyakarta, sepeda sudah lama digunakan oleh para dokter untuk hilir mudik ke ruangan-ruangan yang jaraknya berjauhan. Jika memasuki koridor-koridor dalam rumah sakit itu, akan tampak dokter-dokter dengan cueknya berseliweran sementara pengunjung sepertinya kelelahan harus menempuh perjalanan untuk mencapai blok-blok […]

  • menghafal

    menghafal

    2001_Februari_Edisi 121_peduli: menghafal Ade Tanesia Menjadi kalkulator sejak kecil Selama 12 tahun, sebagian hidup kita habiskan di sekolah dari tingkat SD sampai SMU dan kalau mau ditambah masa mahasiswa bisa sampai 17 tahun. Kemudian bayangkan, dari sekian materi pelajaran yang diberikan pada otak kita selama 17 tahun, berapa persen yang masih diingat. Sebagian besar materi […]

  • abrasi pantai: mencegahnya atau kita tenggelam!

    abrasi pantai: mencegahnya atau kita tenggelam!

    2001_Februari_Edisi 121_lingkungan: abrasi pantai: mencegahnya atau kita tenggelam! Ade Tanesia Kalau tak hendak diterpa ombak, jagan berumah di tepi pantai. Begitu kiasan Melayu melukiskan orang-orang yang seharusnya menghadapi resiko. Tapi sekarang bukan masalah berani atau tidak, karena kalimat itu kini memiliki arti sebenarnya. Terutama bagi orang-orang di pesisir pantai. Ombak yang menjadi bagian hidup, kini […]

  • berbagi pengalaman seni

    berbagi pengalaman seni

    2001_Februari_Edisi 121_seni: berbagi pengalaman seni Ade Tanesia Di acara “sharing art & shadow”, padepokan lemah putih, solo “Bayang-bayang meletakkan dirinya di antara sesuatu yang nyata dan tidak nyata. Ia mewakili simbol tertentu, tetapi sekaligus cair makna dan misterius. Pertunjukan wayang menggerakkan bayang-bayang kehidupan dengan beragam makna yang muncul. Demikian pula para seniman yang tergabung dalam […]

  • takut dan reaksi syaraf

    2001_Februari_Edisi 121_bahas: takut dan reaksi syaraf Rohman Yuliawan Reaksi manusia terhadap bahaya adalah salah satu reaksi yang banyak dipelajari. Di tahun 1920-an, Walter Cannon menggolongkan apa yang disebutnya sebagai respon “lawan atau lari”; tekanan darah meningkat, detak jantung makin cepat, daerah seolah terpompa dari sitem pencernaan ke dalam otot, pupil mata membesar dan fenomena lain […]

  • t-sukses

    2001_Februari_Edisi 121_bahas: t-sukses Rohman Yuliawan Dalam ilmu psikologis ada istilah T-Sukses atau gejala takut sukses yang biasanya terjadi pada kaum wanita. Seringkali terjadi konflik dalam diri wanita, bahwa di satu sisi dirinya ingin sukses, namun ia juga takut akibat negatif dari kesuksesan, misalnya kehilangan citra feminimnya, dicap wanita ambisius, atau bahkan takut tidak diminati oleh […]

  • fobia: rasa takut yang tak terpahami

    2001_Februari_Edisi 121_bahas: fobia: rasa takut yang tak terpahami Rohman Yuliawan Sikap orang akan memancing geli orang-orang yang menyaksikan. Bayangkan ada seseorang yang takut dengan wadah sabun yang sering penuh degan lelehan sabun. Atau pula yang takut dengan kemoceng, kecoa, kapas, dan benda-benda lainnya. Rasa takut yang tidak rasional sering disebut fobia. Dalam ensiklopedia Encarta disebutkan […]

  • meraup untung dari rasa takut

    2001_Februari_Edisi 121_bahas: meraup untung dari rasa takut Rohman Yuliawan Dunia gaib seperti hantu memang menyajikan sebuah misteri yang membangkitkan rasa ingin tahu sekaligus rasa takut manusia. Ketegangan-ketegangan berupa jantung berdegup kencang, aliran darah menderas, tubuh kaki, otot mengencang, bulu meroma meremang saat manusia merasa takut rupanya dapat dijadikan bisnis. Siapa sangka sosok hantu, seperti tuyul, […]

  • peta wilayah takut

    2001_Februari_Edisi 121_bahas: peta wilayah takut Ade Tanesia Sejak masa reformasi ini, pastinya anda sering mendengarkan radio yang memberikan informasi tentang wilayah-wilayah yang penuh ancaman sehingga perlu dihindari, misalnya, jangan arahkan tujuan ke kawasan Senen, kawasan Glodok atau titik-titik yang dianggap rawan. Gambaran peta wilayah yang penuh ancaman ini tentunya akan menempel di benak kita, sehingga […]

  • wedi-memedi..

    2001_Februari_Edisi 121_bahas: wedi-memedi.. Rohman Yuliawan Masyarakat Jawa memang punya kebudayaan unik. Seseorang yang dilahirkan sebagai orang Jawa masih perlu belajar untuk “menjadi Jawa” yang salah satu syaratnya harus memiliki rasa wedi (takut). Wedi adalah bagian dari ekspresi rasa hormat (respek) dalam interaksi sosial. Hildred Geertz, menyimpulkan bahwa “wedi” bukanlah selalu merupakan ekspresi hormat yang tulus, […]