Category: 2002 02 Edisi 131

  • Tanpa ALI, Perpustakaan Nasional … ugh!

    Tanpa ALI, Perpustakaan Nasional … ugh!

    2002_Februari_Edisi 131_Rupa-Rupa: Tanpa ALI, Perpustakaan Nasional … ugh! Joni Faisal Perpustakaan Nasional (Perpusnas) bukanlah tempat pelayanan publik ideal, untuk tidak menyebutnya buruk. Dibandingkan dengan perpustakaan lain di Jakarta, seperti CSIS, PDII-LPII atau British Council Library, pelayanan Perpusnas bisa disebut terbelakang. Beruntung Perpusnas memiliki seorang pekerja seperti Ali. Berkat keuletan kerjanya yang tanpa pamrih, banyak pengguna […]

  • Es Krim Tjan Jang Masih di Cikini

    2002_Februari_Edisi 131_Santap: Es Krim Tjan Jang Masih di Cikini Joni Faizal Penggemar jajanan tempo doeloe pasti masih ingat es krim Tjan Jang yang berada di Cikini. Es krim yang dahulu cukup terkenal di Jakarta itu, saat ini sepertinya tenggelam oleh banyaknya usaha es krim yang ada. Nama Tjan Jang sendiri saat ini hampir tidak terdengar […]

  • Tinggal Bersama Bangunan Tua

    2002_Februari_Edisi 131_Lintas: Tinggal Bersama Bangunan Tua Punto Wijayanto Salah satu gagasan pelestarian banguna tua adalah bagaimana masyarakat sendiri terlibat dalam usaha pelestarian. Salah satunya dengan memanfaatkan bangunan tua dan kondisinya, bahkan dengan fungsi yang berbeda dari fungsi lamanya. Ada dua hal yang kemudia menjadi keuntungan ketika kita menggunakan kembali bangunan tua. Ruang dan kesan, Ruang […]

  • Mengolah keindahan bambu

    2002_Februari_Edisi 131_Lintas: Mengolah keindahan bambu Ade Tanesia Bambu bukanlah benda asing bagi-masyarakat Indonesia. Ia hadir di dapur rumah tangga, menjadi dipan di beranda rumah, juga dimainkan oleh anak-anak kecil, atau berfungsi sebagai alat pemanggil warga desa yang disebut kenthongan. Dengan sebilah bambu pula, para dukun bayi di masa lampau memotong ari-ari bayi yang baru lahir. […]

  • Dia Patih Gajah Mada: Engkaukah itu Muhammad Yamin?

    2002_Februari_Edisi 131_Gaya: Dia Patih Gajah Mada: Engkaukah itu Muhammad Yamin? Joni Faisal dan Ukke R. Kosasih Siapa sangka bila Gajah Mada yang gempal tegap tenyata dicitrakan oleh Muhammad Yamin dari sebuah arca kepala pria berukuran mungil hasil temuan di Trowulan. Tidak ada badan yang tegap, mudah diduga kepala pria tersbut berfungsi sebagai celengan. Tidak ada […]

  • Kain Busana Anda Dibuat oleh Pabrik Mesiu

    2002_Februari_Edisi 131_Gaya: Kain Busana Anda Dibuat oleh Pabrik Mesiu Ukke R. Kosasih Berbicara kecenderungan mode busana saat ini, tidak lagi bebicara tentang mini, midi dan maxi atau cerah dan lembutnya warna, tetapi berbicara tentang bahan seperti apa yang diapakai. Dn berbicara tenatang bahan busana, nama Du Pont tidak akan pernah tidak disebut sebagai yang paling […]

  • Palestina Atawa Jurnalisme Komik

    2002_Februari_Edisi 131_Tuing-tuing: Palestina Atawa Jurnalisme Komik Seno Gumira Ajidarma Majalah internasional Time edisi 12 Maret 2001, melaporkan pembantaian mengerikan yang berlangsung di Sampit. Peristiwa itu menjadi cover story. Namun perhatian saya terbelokkan oleh penemuan lain, sebuah laporan empat halaman dari Hebron, kota di Tepi Barat Jalur Gaza yang delapan puluh persen wilayahnya (H1) dikontrol oleh […]

  • Waktu Sempit, Minuman Berenergi Ditenggak

    2002_Februari_Edisi 131_Bahas: Waktu Sempit, Minuman Berenergi Ditenggak Joni Faisal dan Ukke R. Kosasih Tiba-tiba saja ramuan ajaib o la Panoramix dari Desa Galia menjadi akrab dengan kita. Dalam botol-botol mungil atau sachet, ramuan yang konon dapat melipatgandakan kekuatan kita untuk mengejar waktu dan prestasi, ditawarkan gencar hingga ke pelosok desa. Dimulai tahun 1987 dengan satu […]

  • Adu Cepat, Jiwa Lukisan pun Mampat

    2002_Februari_Edisi 131_Bahas: Adu Cepat, Jiwa Lukisan pun Mampat Ade Tanesia “Hanya dengan kelimpahan waktu, orang dapat memelihara jiwanya. Dan orang yang hidupnya miskin akan waktu, sama saja dengan orang yang membunuh jiwanya sendiri,”ungkap perupa Heri Dono dalam majalah Basis. Hanya seorang seniman yang mampu melahirkan perenungan sedalam ini. Dikatakan sejati, karena kodrat kesenian menuntut senimannya […]

  • Slow Food vs Fast Food

    2002_Februari_Edisi 131_Bahas: Slow Food VS Fast Food Ukke R. Kosasih “Pizza Anda akan siap dalam 15 menit”, janji sebuah restoran pizza. Sementara di sebuah restoran burger, kita akan mendengar janji yang lebih menggiurkan, “Gratis kentang goring atau es krim, bila pesanan Anda tidak siap dalam 60 detik!”. Rupanya, hitungan menit bukan detik dalam penyajian pun […]