Category: 2001 08 Edisi 127

  • Mereka menyebutnya “angkringan”

    2001_Agustus_Edisi 127_Bahas: Mereka menyebutnya “angkringan” Ade Tanesia/Rohman Yuliawan “Kelurahan Bukan Ajang Judi Pak…..! Demikian salah satu isi surat pembaca media komunitas “Angkringan”. Selanjutnya warga desa Timbulharjo yang tidak mau disebutkan identitasnya itu menceritakan pengalamannya saat memergoki aparat kelurahan yang sedang bermain judi di kantor. Media komunitas “Angkringan” yang terbit perdana pada 6 Januari 2000 memang […]

  • Perubahan Masyarakat dan Infrastruktur Kesenian

    2001_Agustus_Edisi 127_BAE 2001: Perubahan Masyarakat dan Infrastruktur Kesenian Pada tanggal 18 Agustus sampai dengan tanggal 26 September 2001 mendatang, kota Bandung akan disemarakkan oleh berbagai peristiwa kesenian, baik yang akan diadakan di galeri-galeri seni rupa, gedung-gedung pertunjukan, pusat kebudayaan, ruang-ruang publik maupun rumah-rumah seniman. Peristiwa yang dinamakan Bandung Art Event (BAE) 2001 ini merupakan sebuah […]

  • mengatur pengobatan yang masih alternatif

    2001_Agustus_Edisi 127_Bahas: mengatur pengobatan yang masih alternatif Ade Tanesia Modus pengobatan semacam gurah ini kita kenal dengan pengobatan alternatif. Menurut Suwajiyo Pramono, ahli farmasi UGM, pengobatan alternatif dibagi menjadi tiga; pertama, alternatif psikis seperti kekuatan supranatural, pendekatan keagamaan, dan tenaga dalam; kedua, intervensi fisik yang merupakan pengobatan dengan totok jari, akupuntur, serta pijat refleksi; dan […]

  • sibuk … sibuk … mempersiapokan Jogjakarta heritage week 2001

    2001_Agustus_Edisi 127_Sekitas Kita: sibuk … sibuk … mempersiapokan Jogjakarta heritage week 2001 Rohman Yuliawan Kesibukan di secretariat Jogjakarta Heritage Week semakin hari semakin meningkat. Namun kelelahan para penyelenggara nampaknya tak lagi dirasakan, karena yang dipikirkan hanyalah satu… “bagaimana acara heritage week bisa berlangsung dengan sukses!”. Melestarikan warisan budaya memang membutuhkan kerja keras. Walaupun kepedulian ini […]

  • becak mini, besar rejeki

    2001_Agustus_Edisi 127_Sekitas Kita: becak mini, besar rejeki Rohman Yuliawan Bila anda berkendaraan di jalan-jalan kampung atau kawasan perumahan di kota Yogyakarta, jangan kaget bila berpapasan dengan “abang becak” yang bertubuh mungil tengah menggenjot becak ukuran mini. Abang ini bukan sedang mencari penumpang atau terengah-engah mengejar setoran, tapi mereka adalah anak-anak yang tengah bermain dengan becak […]

  • komik daging tumbuh: telah 3 edisi

    2001_Agustus_Edisi 127_Sekitas Kita: komik daging tumbuh: telah 3 edisi Samuel Indratma Mari kita masuk wilayah teks dan gambar yang saling berebut perhartian di buku komik produksi Daging Tumbuh. Sejak awal kompilasi komik ini tak berusaha untuk menjadi juru penerang moral bagi pemabaca. Pembaca diajak untuk membolak-balik logikanya sendiri. Buku ini tak ber-hubungan langsung dengan perkara-perkara […]

  • “menghidupkan” jalur kereta api

    2001_Agustus_Edisi 127_Bahas: “menghidupkan” jalur kereta api Ade Tanesia/Rohman Yuliawan Perjalanan hidup perkeretaapian di bumi Indonesia telah berlangsung sejak tahun 1863, yaitu ketika pemerintah Hindia Belanda memberikan konsensi pada Poolman, seorang pengusaha untuk membuka trayek kereta api pertama antara kota Semarang dan Yogyakarta. Kini setelah ratusan tahun, panjang rel KA di lintasan Jawa dan Madura saja […]

  • meracik gaya lawasan, menjadi retro.

    2001_Agustus_Edisi 127_Bahas: meracik gaya lawasan, menjadi retro. Ade Tanesia Kini kerap kita jumpai karya desain grafis-baik dalam bentuk buku, kartu pos, poster, agenda-yang sarat dengan sentuhan indis. Desainer grafis Harry Ong Wahyu dan Konsultan Desain Le Bo Ye merupakan salah satu pelopornya yang turut berperan menyebarkan gaya ini dalam dunia desain grafis Indonesia. Hal-hal apa […]

  • Nostalgia Indis

    2001_Agustus_Edisi 127_Bahas: Nostalgia Indis Ade Tanesia Kini mengamati kehidupan masa lalu bangsa ini tak hanya diperoleh dari sumber sejarah. Dengan cara yang lebih efektif, berbagai visual bergaya indis yang menggambarkan kehidupan di era kolonial dapat kita nikmati melalui kartu pos, cover buku dan agenda. Tak sekedar menyajikan eksotisme gaya, tentunya gambar-gambar ini membangkitkan ingatan kolektif […]

  • Entho Cothot, Cemilan Cerdas Masyarakat Kandangan

    2001_Agustus_Edisi 127_Bahas: Entho Cothot, Cemilan Cerdas Masyarakat Kandangan Ade Tanesia/Rohman Yuliawan Masyarakat desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah seharusnya tidak lagi minder hanya gara-gara makanan khas mereka bernama Entho Cothot. Maklum, di luar daerah Kandangan orang sering mengejek sesuatu yang jelek lantaran terlalu sering mengkonsumsi mekanan dari singkong yang bikin cepat kenyang ini. […]