Category: 1998 07 Edisi 092

  • Tro-To-Ar

    1998_Juli_Edisi 092_peduli: Tro-To-Ar Apa yang terjadi jika tidak ada trotoar? pejalan kaki tidak memiliki ruang-pejalan kaki tidak nyaman – bisa terserempet kendaraan. Dan apa yang terjadi jika ada trotoar? pejalan kaki tetap tidak memiliki ruang-pejalan kaki tetap tidak nyaman-dan tetap bisa terserempet kendaraan. Itulah yang sering terjadi di kota besar di Indonesia, karena trotoar yang […]

  • warisan kota lama Semarang

    1998_Juli_Edisi 092_bahas: warisan kota lama Semarang Kawasan Heerenstraat [kini Jl. Letjend Suprapto] Gereja Blendhuk didirikan pada tahun 1753 yang di jaman belanda terkenal sebagai “de Nederlandsche Indische Kerk in Indonesia Semarang”. Perencananya adalah arsitek Belanda; H.P.A. de Wilde dan W.Westmass yang namanya tertulis di belakang mimbar. Eks Gedung Pengadilan Negeri adalah bangunan kuno yang kini […]

  • Vitalisasi Kota Semarang

    1998_Juli_Edisi 092_bahas: Vitalisasi Kota Semarang Kawasan kota lama [oude stand] yang dulunya menjadi pusat kota kini justru bergeser menjadi daerah “pinggiran”. Bangunan Indahnya telah terbengkalai ,sering dilanda banjir dan sangat sepi seperti kota lama yang telah mati dengan sejarahnya. Kondisi ini telah dipikirkan oleh Pemda Semarang, sehingga mereka pun akan membuat revitalisasi kota – yaitu […]

  • Thomas Karsten

    1998_Juli_Edisi 092_bahas: Thomas Karsten Sejalan dengan perkembangan ekonomi, bangunan dan tata kota Semarang pun digarap dengan serius oleh para arsitek kebangsaan Belanda. Salah satunya yang terkenal adalah Thomas Karsten, lahir di tahun 1884 dan belajar arsitektur di Delft. Ia datang ke Indonesia pada tahun 1914 atas undangan bekas teman kuliahnya, arsitek Maclaine Pont. Karya Karsten […]

  • Semarang The Little Netherland

    1998_Juli_Edisi 092_bahas: Semarang The Little Netherland Inilah julukan bagi kawasan kota lama Semarang yang hingga kini masih bisa dirasakan auranya melalui sejumlah bangunan tua peninggalan Belanda, khususnya yang berada di lingkungan Jl. Letjen Suprapto, kepodang, Stasiun Tawang, Jl, Ronggowarsito, Jl. Kepodang, Jl. Cendrawasih. Kawasan kota lama ini mulai berkembang di abad 17 yaitu saat kolonial […]

  • Limbah Pabrik Gula Madukismo dari Nira menjadi Spiritus

    1998_Juli_Edisi 092_bahas: Limbah Pabrik Gula Madukismo dari Nira menjadi Spiritus Limbah gula yang berupa sisa larutan terakhir yang tak bisa dikristalkan lagi atau disebut Tetes ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku spiritus/alkohol. Potensi ini ternyata sudah di rencanakan sejak awal, sehingga selain produksi gula, madukismo pun memilii pabrik Spiritus Madukismo yang diresmikan pendiriannya tahun 1959, […]

  • Membuat Gula

    1998_Juli_Edisi 092_bahas: Membuat Gula Unsur gula dalam pola makan masyarakat Indonesia cukup besar, sehingga gula menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari setiap rumah tangga. Oleh karena itu sungguh menarik untuk mencermati proses pembuatan gula yang telah melibatkan ribuan petani dan pekerja pabrik. Di Pabrik gula Madukismo memiliki 1855 karyawan tetap dan musiman, ditambah karyawan borong tebang […]

  • Pabrik gula Madukismo Yogyakarta

    1998_Juli_Edisi 092_bahas: Pabrik gula Madukismo Yogyakarta Di masa penjajahan Belanda, gula merupakan salah satu komoditi primadona yang diekspor penguasa Hindia Belanda ke berbagai belahan dunia. Hal ini bisa dilihat dari berkembangnya pabrik gula di kawasan Jawa Tengah, termasuk Yogyakarta yang memiliki 17 buah pabrik gula. Di masa penjajahab Jepang, seluruh pabrik gula yang ada di […]

  • Pasaquan=seni publik unik

    1998_Juli_Edisi 092_bahas: Pasaquan=seni publik unik Salah satu bentuk seni publik yang juga unik adalah karya-karya dari orang eksentrik. Mereka biasanya tidak mempunyai pendidikan akademis seni, tapi mengerjakan “seni” untuk komuniti, agama maupun kepuasan dirinya sendiri dan kerap disebut dengan istilah “outsider art”. Seorang pencipta seni publik kondang adalah Eddie Owens Martin [St.EOM], peramal ulung yang […]

  • Seni merambah kota

    1998_Juli_Edisi 092_bahas: Seni merambah kota St. Edi Owens Martin telah menggarap seluruh rumah di kawasan milik keluarganya dengan ornament warna-warni. Kawasan itu dinamakan Pasaqua, di Buena Vista dan kini tetap dipelihara oleh The Pasaquan. Kota memanng diciptakan untuk kenyamanan warganya, bukan untuk mengorbankan warga demi kejayaan kota. Salah satu cara menciptakan kenyamanan kota ialah melalui […]