Category: 1997 10 Edisi 078

  • Ada apa dengan cadangan air tanah di Jakarta?

    1997_awal Oktober_Edisi 078_peduli: Ada apa dengan cadangan air tanah di Jakarta? Ternyata cadangan air tanah dalam kawasan Jakarta (dalam hitungan tahun 1995) hanya tinggal 77 juta meter kubik saja. Dengan pelanggan air tanah dalam yang berjumlah 2.89 (yang tercatat) dan rata-rata kenaikan pemakaian setiap tahun sekitar 1,5 juta meter kubik, maka sisa pontensi air tanah […]

  • PANTOMIM: Kekuatan Tanpa Kata

    1997_awal Oktober_Edisi 078_lepas: PANTOMIM: Kekuatan Tanpa Kata Pantomim dilarang tampil! Kejadian ini muncul pada akhir bulan Juni lalu. Di sebuah bazaar yang berlangsung di Benteng Vredenburg kota Yogya, Jemek Supardi berhasil menarik perhatian orang banyak. Dengan kelenturan tubuhnya yang kerap mengundang tawa, ia berkomunikasi dengan beragam orang yang berkunjung, termasuk dengan para penjaja dagangan. Semua […]

  • Petaka Cantik

    1997_awal Oktober_Edisi 078_bahas: Petaka Cantik Di majalah The New York terbitan 21 Juli 1997, ada sebuah tulisan menarik tentang bagaimana usaha wanita-wanita di Amerika untuk menjadi cantik. Setiap hari, menurut majalah itu, payudara wanita-wanita Amerika menjadi semakin besar, dagu menggantung lebih indah, dan dahi semakin bebas kerutan. Apa yang jadi penyebab munculnya semua karunia itu? […]

  • Menjadi Cantik

    1997_awal Oktober_Edisi 078_ bahas: Menjadi Cantik “Tidak ada orang yang sempurna, ungkapan yang sangat terkenal tapi begitu populer di dunia kecantikan. Ketika baju-baju model terbaru diperagakan, wewangian paling anyar disemprotkan, dan warna-warni rias wajah terkini diulaskan, seketika kesempurnaan wajah pun jadi tujuan banyak orang (terutama wanita, tentunya). Dibantu oleh media massa yang kian menjangkau pelosok […]

  • Demam Lama

    1997_awal Oktober_Edisi 078_nuansa: Demam Lama Seorang kawan kehilangan kepercayaan diri yang amat sangat akhir-akhir ini. Pemicunya adalah pemikirannya yang ia rasakan tidak lagi berkembang. Setiap hari, setiap saat hanya masalah itu-itu saja yang dikerjakan dengan sumber yang juga sebatas itu-itu saja. “Saya membaca, tapi tidak pernah benar-benar mencerna. Saya berpikir, tapi tidak pernah mengasah otak. […]