Bermain dengan TINKA POLA

1996_ akhir Februari_Edisi 039_jalan:
Bermain dengan TINKA POLA

Ada pesan lain yang disampaikan sekujur tubuh mainan pasak lubang Tinka Pola, yaitu “langit tiak selalu harus digambarkan biru”

Mainan, ternyata bisa pula membawa anak ke dunia imajinatif di mana kenakalan-kreatif untuk berekspresi terbuka luas lewat kemungkinan mengolah konstruksi, melakukan penafsiran, dan pemberian makna tertentu. Tinka Pola menawarkan semua kemungkinan itu lewat elemen “badan”, “anggota badan” dan “kepala” dari tokoh Tinki, Birdi, Dogi, dan Kiti. Satu rangkaian tokoh yang akrab dengan keseharian kita.

Membentuk serta meng-gaya-kan karakter adalah bagian dari kegiatan bermain yang menyenangkan dan kreatif. Sementara itu, dengan pilihan bahan dasar kayu. Tinka Pola sebenarnya memberi pula ksempatan bagi penggunanya untuk memekatkan kepekaan indera terhadapa unsur alam yang semakin tersikut material rekayasa manufaktur.

Melalui karakter yang kerap bertingkah polah, mainan rancangan Bandung kelahiran Temanggung ini mencoba dengan tawaran membebaskan tidak selalu harus digambarkan biru. Tinki, Sang “Orang-orangan”, bisa saja meminjam ekor Birdi Si “Ayam-burung”

Leave a Reply

Close Menu