Audiensi di hadapan wakil Kepala Dinas Perhubungan

4 April 2013. Mendapat undangan satu hari sebelumnya, Bapak Sutino, pak Kinong, Paguyuban Bemo Jakarta, seorang wakil warga pengguna bemo, dan aikon, hadir melakukan audiensi di hadapan wakil Kepala Dinas Perhubungan, wakil kepala DInas Perindustrian dan Energi, wakil kepala Biro Hukum Provinsi DKI Jakarta.

Ternyata ada Forum Pengemudi Bemo Jakarta yang hadir juga tanpa undangan resmi. Mereka ini cenderung mengarahkan audiensi untuk kepentingan mereka sendiri – ‘entah apa itu’

Semua terlihat ‘tekun beribadah’ #eh serius membicarakan nasib bemo, pengemudi dan keluarganya.

Catatan

1) Rapat 4 April 2013 dipimpin KABAG Perhubungan, Pariwisata dan Tenaga Kerja, Bapak Hindradman
2) Pada tahun 1986 Bemo diremajakan. Menurut data Dinas Perhubungan, bemo yang terjaring dan tercatat untuk di-scrap: Jakarta Pusat 283 Bemo, Jakarta Barat: 42 Bemo, Jakarta Utara: 398 Bemo, Jakarta Timur: 205 Bemo, Jakarta Selatan: 144 Bemo.
3) Kebijakan scrapping 1 Bemo – 1 APB seringkali dilanggar. Sehingga yang terjadi adalah APB masuk ke sebuah trayek tanpa ada Bemo yang digantikan olehnya.
4) UU no 22 Tahun 2009 – Bemo bukan lagi angkutan umum, sehingga wewenang dialihkan dari Dinas Perhubungan ke pihak Kepolisian dan Satpol PP.
5) Joko: Forum Bemo di Bendungan Hilir didirikan karena terdapat ketidaksepahaman dengan PBJ.
6) Joko: yang lebih penting adalah perut pengemudi Bemo dan keluarganya, bukan Bemo-nya.
7) Hindradman, Petrus, Joko, Dishub, kurang-lebih sepakat dengan ide meremajakan Bemo, dengan Bajaj atau kendaraan lainnya, sedangkan Bemo HANYA beroperasi di kawasan wisata/hiburan seperti TIJ Ancol, Ragunan, dsb.

Leave a Reply

Close Menu