Artists Againts Racism [yang menjadi inspirasi!]

1998_Juni_Edisi 091_peduli:
Artists Againts Racism [yang menjadi inspirasi!]

Fanatisme merupakan pembentukan sikap rasialias secara sistematis… dan di skala besar ini terwujud dalam perang antar etnik ! untuk itulah “Artist Againts Racism” dibentuk “Artists Againts Racism” [AAR] dimulai pada Desember 1992, yaitu ketika seorang jurnalis Canada bernama Lisa Cherniak sanagt gelisah melihat santernya berbagai kelompok supremasi kulit putih mencekoki isi kepala para remaja. Kelompok supremasi kulit putih ini menyebarkan pamflet-pamflet ke sekolah. Isinya menghimbau agar kelompok minoritas alias komunitas non-kulit putih diserang secara fisik. Dan yang lebih berbahaya, himbauan ini telah merasuk melalui musik dari “Hate Rock Music” yang digandrungi remaja. Lisa Cherniak pun mencermati semakin banyak komik-komik yang sarat dengan pemikiran rasialis telah didistribusikan di seluruh sekolah Toronto. Menanggapi hal ini, Cherniak sudah membuat beberapa tulisan dan berita menganai gejala rasialisme di kalangan remaja Kanada. Namun inipun belum cukup kuat, sehingga akhirnya ia memutuskan untuk mengadakan pendidikan langsung ke sekolah-sekolah . Impian Julia adalah berbagai budaya di dunia ini bisa hidup bersama dengan damai di satu dunia milik bersama. Ide Julia ditanggapi oleh Mandelson Joe, seorang musikus dan pelukis Kanada. Mereka berpikir bahwa kesenian merupakan cara paling efektif untuk mengkampanyekan anti rasialisme. Disamping itu, biasanya seniman, khususnya musikus memiliki penggemarnya masing-masing, sehingga mereka bisa mendidik jutaan “fans’nya untuk memahami arti sebuah perbedaan ras. Sebagai langkah pertama, lukisan Mendelson Joe dijadikan poster kampanye. Setelah mengadakan kontak sana sini, akhirnya grup musik seperti Rush, artis Celine Dion pun ikut berpartisipasi untuk mengampanyekan anti rasialis dan menyumbangkan nama mereka untuk ditaruh di poster-poster. Dan hingga tahun 1993, sebanyak 70 artis papan atas dari Kanada dan Amerika telah bergabung dalam kampanye ini. Di tahun 1995 AAR tidak hanya mampu mengajak seniman, mereka pun dapat melobi menteri pendidikan Kanada untuk menyebarkan poster AAR dalam dua bahasa, Inggris dan Perancis ke seluruh sekolah di Kanada. Bahkan Asosiasi Perpustakaan Kanada bersedia mendistribusikan poster ke setiap perpustakaan publik. Dan tidak terbatas di Kanada, AAR pun mengirimkan poster dan iklan layanan masyarakat mereka ke berbagai jaringannya di seluruh dunia. Slogan AAR : “Kita adalah satu…dari berbagai tempat di dunia ini”. Dengan slogan ini mereka hendak mengatakan bahwa setiap bangsa memang berbeda secara fisik, geografis, kepercayaan, agama. Setiap manusia memang berbeda, namun perbedaan ini telah disalah makna oleh berbagai pihak untuk menyalurkan rasa dendam. Yang terjadi adalah peristiwa di Kwanda, Yugslavia, holocaust di Jerman, Amerika Utara-dimana peperangan antar etnik telah mengotori sejarah umat manusia. AAR hendak meluruskan segala penyelewengan ini, dan mendidik generasi muda agar dapat menghargai daripada orang lain, kecuali tim Hockey. Dan banyak pandangan yang berasal dari media, film! Bukankah Sebenarnya ada apel yang baik dan ada apel yang jelek dalam satu pohon! Itu esensinya!

Topan: Orang keturunan Batak, keturunan Padang, keturunan Cina, keturunan Arab, keturunan India, Kalimantan dst. yang tinggal, bekerja, yang lahir, yang makan, yang punya KTP, punya Pasport, punya segala sesuatu, berbuat segala sesuatu dst. adalah saudaraku yang berbangsa satu yaitu Bangsa Indonesia. (Satu Nusa Satu Bangsa). Bila ditanya siapakah aku, maka aku berkata : aku orang Indonesia. Tidak lebih tidak kurang. Dan aku tidak akan berkata Aku orang batak, aku orang Kristen, aku orang pribumi. Aku adalah orang Indonesia. Perbedaan yang harus dinyatakan adalah Orang Benar dan Orang yang jahat. Orang Benar dan Baik, orang jahat dan bersalah ada dimana mana, di antara mereka yang menganut agama Islam, Kristen, Hindu, Budha. Kepercayaan dst. terdapat diantara mereka yang dilahirkan di Sumatera, Sulawesi, di Irian di Jawa dst.

Leave a Reply

Close Menu