Api: Energi Berupa Kalor dan Cahaya

1996_akhir November _Edisi 057_bahas
Api: Energi Berupa Kalor dan Cahaya

  • Sejak 7000 tahun SM, manusia diberbagai penjuru dunia telah mempraktekkan sistem perladangan berpindah. Dan sampai kini masih dipraktekkan oleh banyak masyarakat di negara-negara tropis seperti di Afrika, Amerika Selatan, Pasifik dan Asia Tenggara.
  • Aktifitas perladangan berpindah dimulai dengan kegiatan menebas yaitu membuka hutan dengan memotong pepohonan yang tumbuh diatasnya. Fungsinya untuk mematikan semak-semak sehingga tumbuhan cepat kering dan mudah terbakar. Selain itu dengan penebasan akan diperoleh tempat terbuka dan bebas dari semak belukar, sehingga mudah dan aman para peladang melakukan tahap berikutnya yaitu menebang.
  • Tahap menebang adalah tahap dimana seluruh pepohonan di ladang ditebang dengan tujuan untuk mempermudah pembakaran dan menghasilkan abu yang berguna sebagai unsur hara bagi tanaman. Di samping itu, tanpa adanya pepohonan, sinar matahari dapat menembus langsung ke tanah hingga tanaman padi tidak terhalangi. Biasanya penebang ini dilakukan dengan kapak dan gergaji mesin.
  • Setelah itu, proses pembakaran pun dimulai. Untuk mengontrol api, biasanya setiap masyarakat mempunyai cara yang berbeda misalnya orang Iban membuat pemutus api berupa bidang tanah kosong selebar 5 m yang memanjang mengelilingi ladang yang akan dibakar. Disamping itu arah pembakaran selalu disesuaikan dengan arah tiupan angin, karena nyala api yang mengikuti arah angin cenderung membakar ladang secara merata dan tidak akan meluas keareal lainnya.
  • Usai pembakaran proses menanam dimulai dengan melibatkan dua pekerjaan yaitu menugal dan menabur. Menugal adalah proses pembuatan lubang untuk menanam benih di dalam tanah. Sedangkan menabur merupakan proses memasukkan bibit padi. Dalam proses ini biasanya terdapat pembagian kerja antara kaum pria dan wanita.
  • Setelah menanam selesai penduduk menyiangi tanaman untuk mematikan dan mengurangi pertumbuhan tanaman pengganggu yang muncul di ladang. Di samping itu ladang pun dijaga dari gangguan burung pipit, babi, tikus, rusa, dll. Kegiatan menyiangi dan menjaga ladang terus dilakukan sampai tiba musim panen.
  • Setelah musim panen, biasanya aldang ditinggalkan dan penduduk mencari lahan yang baru. Setelah 10-20 tahun baru mereka akan kembali ke lahan semula. Pada saat itulah yang mereka tinggalkan telah kembali menjadi hutan. Dengan semakin sempitnya lahan perladangan, masa bera (masa sebuah lahan ditinggalkan) menjadi semakin pendek.
  • Proses rotasi penggarapan lahan inilah yang disebut sistem perladangan berpindah.

Jika api berkunjung dalam mimpi….
-Membawa api dalam perahu berarti akan mendapat keuntungan yang cukup baik
-Dari tanah mendadak keluar api berarti kesehatan akan terganggu
-Melihat api dari juh berarti akan berumur panjang
-Melihat nyala api di dalam rumah berarti akan mendapat kebaikan dari Tuhan
-Api turun dari langit dan membakar rumah sendiri berarti akan datang rezeki belimpah
-Memadamkan api berarti kesukaran yang sedang dihadapi akan terselesaikan.

Fungsi api dalam masyarakat Hindu Bali adalah:
1. SAKAI
Pada setiap uacara sembahyang selalu ada tiga unsur yaitu:
-Air sebagai wakil air mata yang mencerminkan keindahan hati.
-Bunga, sebagai wakil hati karena sembahyang harus dilakukan sepenuh hati
-Api, sebagai perlambang dewa/sang kuasa yang menjadi saksi dosa tersebut

  1. GESENG (Penari)
    Api berfungsi untuk menyucikan sesuatu yang dianggap kotor. Untuk fungsi ini, api dapat diwakili oleh:
    -Dupa
    -Api rakeban, yaitu sabut dan batok kelapa yang dibakar
    -Abu (setelah bepergian biasanya Orang Bali akan singgah di dapur (tempat abu) untuk mendapat perlindungan dari Brahma, karena Brahma adalah penghancur niat jahat.
    -Danyah, yaitu kelapa kering yang dibakar.
  2. PERLINDUNGAN
    Api dipercaya sebagai pelindung sehingga dalam cerita Ramayana, Bima berani meninggalkan Sinta setelah melindunginya dengan lingkaran api, kemudian Shinta sempat dibakar untuk membuktikan kesucian Shinta setelah ditawan oleh Rahwana. Dalam keseharian, untuk melindungi rumah biasanya sesajen dengan dupa diletakkan di setiap sudut rumah.
  3. MOKSA
    Manusia dianggap manunggal dengan Sang Kuasa (moksa) apabila ular api/kendalinya telah menembus cakra tertinggi

Tahu/Tidak?
Ternyata yang membakar Bandung Seharian dalam peristiwa Bandung Lautan Api, adalah rakyat dan pejuang Indonesia sendiri?

Ketika pihak Inggris menginginkan kekuasaan penuh atas kota Bandung mereka mendesak pejuang dan rakyat untuk mundur sejauh 12 km dari batas rel kereta api yang membelah kota Bandung.

Melihat kekuatan senjata yang dimiliki pihak Inggris, maka turunlah perintah dari pimpinan militer kepada rakyat dan para pejuang untuk mengosongkan Bandung Selatan. Namun sebelum meningglkan Bandung Selatan mereka mengadakan pembakaran besar-besaran. Alasannya agar rumah mereka tidak dikuasai Inggris lebih baik dibakar saja. (Wawancara dengan Kol. (Pur) AD II. Marcel M. dari TNRI Bandung)

Nyala suatu api sebenarnya adalah cahaya yang berasal dari bara gas-gas hsasil pembakaran. Pembakaran adalah proses bereaksinya zat-zat dengan oksigen yang berlangsung dengan cepat. Kalor yang dihasilkan akan menaikkan suhu gas, sehingga molekul-molekul itu tereaksi dalam keadaan energi yang berlebihan. Kembalinya molekul tereaksi tersebut ke keadaan semula, dicapai dengan membuang kelebihan energi molekul dalam bentuk foton-foton cahaya.

Bagaimana manusia purba membuat api?
-menggesekkan dua batang kayu
mengadu baja dengan batu api (sejenis batuan yang sangat keras)

Prinsip kerja gesekan akan meningkatkan suhu dan menimbulkan reaksi antara oksigen dan bahan bakar.

Korek api meniru prinsip pembuatan di atas, kepala korek api mengandung antimoni sulfida dan kalium klorin. Bila digesekkan pada permukaan kasur panas dari gosokkan mereaksikan bahan kimia tersebut, sehingga timbulah api.

Kembang Api Negeri Sakura
Di Jepang kembang api sudah dikenal sejak abad 10 dan sejak saat itu pertunjukkan kembang api (disebut: Hanabi Taikai) selalu diadakan sebagai acara tetap dalam festival musim panen tahunan. Masyarakat Jepang biasa menonton festival ini dengan mengenakan “yukata” (kimono katun)

Tiga syrat yang harus ada bila ingin membuat api:
1. Bahan bakar (zat yang akan dibakar)
2. Oksigen
3. Suhu tinggi (untuk mempercepat reaksi oksigen dengan bahan bakar)

Ada dua jenis bahan yang tahan api:
1. Bahan yang sudah maksimal mengandung oksigen, misal pasir, asbes, batu bata, dan batu.
2. Bahan yang tidak bereaksi dengan oksigen dalam  suhu biasa, misal logam dan baja (logam dan baja sangat lambat bereaksi dengan oksigen, kecuali pada suhu yang sangat tinggi, dibandingkan suhu untuk membakar zat lain )

Tersebut dalam kisah Hindu Wedha….
1. Dewa Agni adalah Dewa Api keinderaan dan keapi-pujaan (pusat segala upacara di rumah).
2. Sebagai Dewa Api, Agni adalah pengantar antara manusia dengan dewa-dewa.
3. Ia juga dikenal sebagai Lokapala yaitu penjaga mata angin.

Api punya banyak arti bagi Orang Bali …
-Api merupakan lambang Dewa Brahma sebagai pencipta sehingga api dikatakan sebagai kekuatan kreasi
-Api yang menimbulkan panas adalah TAP, menjadi asal kata TAPA yaitu kegiatan bersemedi untuk mengumpulkan panas.
-Konon semesta ini tercipta karena sang Brahma bertapa untuk memberikan energinya pada sebuah telur sehingga lahirlah semesta dan isinya.

Sumber:
Ensiklopedi Nasional Indonesia 2 An-AZ. PT Cipta Adi Pustaka, Jakarta 1988
Festival of Japan, Japan in You Pocket!, Japan Travel Bureau, Inc, 1989.
“Arti Mimpi” oleh Tardjono. B.d. penerbit Karya Anda, Surabaya
Bima Rianto, “Orang Iban dari Berladang hingga Mencari Uang”. Skripsi Jurusan Antropologi. Fak. Sastra UGM
R. Yando Zakaria, “Hutan dan Kesejahteraan Masyarakat”, Walhi, 1994

Leave a Reply

Close Menu