Anti Pelecehan di TransJakarta

Latar Belakang
Seiring dengan terus meningkatnya jumlah pengguna jasa TransJakarta, halte TransJakarta menjadi tempat dimana terjadi antrean membludak pada jam-jam sibuk sehingga tidak jarang masyarakat harus berdesak-desakan cukup lama sebelum mendapat giliran masuk ke dalam bus TransJakarta. Demikian pula yang terjadi di dalam bus TransJakarta itu sendiri, karena keterbatasan armada bus-nya, setiap bus TransJakarta berusaha memuat sebanyak mungkin penumpang sehingga dari berdesakan di dalam halte, para penumpang itu kemudian harus berdesakan kembali di dalam bus TransJakarta.

Jumlah penumpang yang membludak seperti itu kemudian menjadi keadaan yang sangat memungkinkan bagi terjadinya tindak pelecehan seksual di halte dan bus TransJakarta. Pelecehan seksual terjadi satu kali, dua kali, tiga kali, hingga akhirnya berkembang menjadi suatu tindakan yang cukup sering terjadi yang dilakukan oleh para pelaku di dalam keadaan berdesakan tersebut.

Faktor yang kemudian memungkinkan tindak pelecehan ini berkembang adalah kurangnya keberanian para wanita korban pelecehan untuk melawan atau melapor ketika pelecehan itu terjadi kepadanya, juga kurangnya kepedulian masyarakat untuk mengawasi dan turut membantu penumpang lainnya dari tindak pelecehan ini.
Tidak adanya perlawanan dari pihak masyarakat dan minimnya hukuman yang ditegakkan untuk menjerat para pelaku ini jelas membuat mereka merasa leluasa saja untuk beraksi melakukan apa yang mereka ingin lakukan. Perlawanan yang berani terhadap para pelaku inilah yang ingin kami bangkitkan dari masyarakat pengguna jasa TransJakarta, khususnya perlawanan dari para korban itu sendiri.

Tujuan Kampanye Sosial
Tujuan jangka pendek
1. Membangkitkan keberanian dari para wanita korban pelecehan seksual untuk memberikan perlawanan langsung ataupun melapor kepada yang berwajib mengenai pelecehan yang terjadi padanya.
2. Memberi informasi kepada masyarakat pengguna jasa TransJakarta tentang adanya tindak pelecehan dan menghimbau mereka untuk peduli pada apa yang terjadi di sekelilingnya.

Tujuan jangka panjang
Menekan angka pelecehan seksual yang terjadi di halte dan bus TransJakarta.

Batasan ruang
Kampanye sosial ini akan direalisasikan secara spesifik di wilayah sekitar halte busway Jelambar. Lokasi ini dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa di wilayah sekitar Grogol, halte Jelambar-lah yang paling ramai dengan lalu-lalang penumpang dibandingkan dengan 2 halte lain di sekitarnya yaitu halte Grogol 1 dan Grogol 2.

Batasan waktu
Kampanye sosial ini akan direalisasikan secara spesifik dalam jangka waktu satu bulan. Hal ini diputuskan berdasarkan pertimbangan bahwa kampanye sosial ini dilakukan dalam waktu yang terbatas oleh kurun waktu perkuliahan mata kuliah Desain Komunikasi Visual V, yaitu hingga menjelang Ujian Akhir Semester Universitas Tarumanagara.

Jika kampanye sosial ini berjalan baik dan efektif, tentunya untuk ke depannya diharapkan kampanye ini boleh menjadi patron dan diteruskan oleh pihak TransJakarta atau lembaga-lembaga lain yang juga dapat melihat urgensi dari permasalahan yang diangkat dalam kampanye sosial ini.

Khalayak sasaran
Utama: Para wanita usia 15-35 tahun yang menggunakan jasa TransJakarta.
Sekunder: Masyarakat umum yang menggunakan jasa TransJakarta.

Lokasi Kampanye Sosial
Wilayah sekitar halte busway TransJakarta – Jelambar

Solusi yang Dikedepankan Kampanye Sosial
• Para wanita yang menjadi korban tindak pelecehan seksual dimotivasi untuk berani melawan langsung atau melaporkan pelecehan yang terjadi padanya. Untuk itu, di media kampanye, kami melampirkan nomor kontak Mabes Polri.
• Menghimbau masyarakat pengguna jasa TransJakarta untuk lebih peduli dan mau memperhatikan keadaan di sekitarnya dan juga mau membela jika memang ada terjadi tindak pelecehan seksual di sekitar mereka.
Dengan berjalannya kedua hal tersebut di atas, diharapkan ke depannya akan terjadi penurunan angka kasus pelecehen seksual di halte dan bus TransJakarta, secara spesifik di halte busway Jelambar.

Strategi
• Launching kampanye sosial yang dilakukan pada tanggal 9 – 11 November 2010 dengan jam yang sisesuaikan dengan kondisi lapangan. Adapun pada kampanye tersebut meliputi beberapa kegiatan seperti:
? Pemasangan media disekitar halte busway Jelambar.
? Pembagian marchandise (semprotan merica), bagi para wanita.
? Pembagian flyer & marchandise (pin, sticker).
? Meminta tanda tangan serta komentar sebagai bukti kepedulian mereka.

Tolok Ukur Keberhasilan:
Kampanye Sosial Anti Pelecehan Sosial dari kelompok Tomat yang dilaksanakan pada tanggal 9-11 November 2010 dinyatakan berhasil. Keberhasilan Kampanye Sosial ini dapat dilihat dari beberapa tolok ukur seperti; berjalan dengan lancarnya Kampanye Sosial pada hari-H, habisnya semprotan merica sebagai media yang digunakan target sasaran kampanye untuk melindungi diri, tersebarnya informasi tentang adanya pelecehan seksual dan diperolehnya feedback yang baik dari target sasaran untuk menindak secara tegas para pelaku pelecehan seksual.
Selain tolok ukur diatas, keberhasilan kampanye sosial ini juga dapat dilihat dari terkumpulnya 837 tanda tangan di atas spanduk oleh para pengguna busway yang mendukung kampanye ini. Serta penyebaran questioner akhir yang dibagikan kepada para pengguna busway, sebagai berikut :

Questioner tersebut dibagikan kepada 150 orang, pada jam yang sama dengan jam dilaksanakannya kampanye sosial anti pelecehan seksual, yaitu pada jam berangkat ke kantor sekitar pukul 7-8 pagi.

4. Apa masukan / saran Anda untuk Kampanye Sosial tersebut?
Untuk pertanyaan nomor 4 ini jawabannya bervariasi seperti; seharusnya kampanye ini diadakan di dalam halte busway atau dalam buswaynya sekalian, memperbesar spanduk, memperbanyak orang yang membagikan brosur, memperbanyak semprotan merica, memberi saran untuk melakukan kampanye di beberapa halte busway, dan ada beberapa yang tidak menjawab / tidak memberi saran.

Leave a Reply

Close Menu