Ada apa dengan cadangan air tanah di Jakarta?

1997_awal Oktober_Edisi 078_peduli:
Ada apa dengan cadangan air tanah di Jakarta?

Ternyata cadangan air tanah dalam kawasan Jakarta (dalam hitungan tahun 1995) hanya tinggal 77 juta meter kubik saja. Dengan pelanggan air tanah dalam yang berjumlah 2.89 (yang tercatat) dan rata-rata kenaikan pemakaian setiap tahun sekitar 1,5 juta meter kubik, maka sisa pontensi air tanah dalam hanya 15 juta meter kubik per tahun. Ini berarti, cadangan air tanah dalam di Jakarta hanya cukup sampai tahun 2003!

Setelah sungai dipangkas, rawa ditimbun, air tanah disedot habis-habisan, Jakarta tidak saja makin kerontang di musim kemarau, banjir pun kerap menerjang di musim penghujan. Dan, sumur resapan pun kian dibutuhkan keberadaannya. Namun, sekalipun pembuatan sumur resapan sudah diwajibkan di Jakarta melalui Surat Keputusan Gubernur No. 17 tahun 1992, bahkan dilengkapi dengan Instruksi Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 384 tahun 1992, jumlahnya masih jauh dari sebanding dengan jumlah perumahan yang membengkak pesat.

Sejauh ini baru tercatat sekitar 432 bangunan milik pemerintah DKI dan 600 rumah tangga yang memiliki seumur resapan, yang sebenarnya hanya berupa sumur penampungan air hujan agar tidak langsung mengalir ke selokan dan dapat meresap ke dalam tanah.

Kalau sumur resapan sudah menjadi suatu kewajiban, seharusnya warga Jakarta tidak perlu lagi membuang waktu untuk mulai membuatnya. Karena dengan cara ini, cadangan air tanah dapat ditambah.

Untuk keterangan lebih lanjut , dapat menghubungi: Biro Lingkungan Hidup DKI Jakarta, (021) 382-2829

 

Leave a Reply

Close Menu