2018-1994 = 24 tahun

Minggu, 22 Juli 2018.

24 tahun yang lalu aikon mulai diterbitkan dalam format cetaknya. Kini nama itu masih terdengar, walau sayup-sayup. Secara sederhana dan apa adanya, aikon masih mengusahakan apa yang tertulis dalam visi dan misinya. Hanya tinggal segelintir, atau dua, yang mengusahakan aikon ini tetap ada. Kami mengusahakannya bukan untuk sekedar ada, namun untuk mengusahakan apa yang bisa diusahakan di masa hidup bersifat transit ini. Semangat yang dimiliki hanya berlandaskan petanyaan: ‘mengapa tidak?’.

Selama ini kami diberi kesadaran bahwa negeri yang gemah ripah loh jinawi ini tidak kunjung selesai dikoyak sana-sini – dari luar maupun dalam. Entah konspirasi global atau pun kelakuan dari (banyak) kenalan yang sekedar mengejar selebrasi di sana sini, benar-benar membuat negeri ini terlihat nelangsa. Semesta sepertinya tidak rela untuk memberikan ketenangan pada negeri ini. Ketenangan sepertinya perlu diusahakan secara keras, direbut secara paksa. namun kemudian kami tersadar. Adalah ironis bila ketenangan hanya dapatΒ  diperoleh melalui kekerasaan alih-alih paksaan. Maka kami hanya dapat berteguh diri untuk terus menjaga dan mengembangkan kesadaran yang kami miliki itu. Masih banyak hal yang dapat dan perlu dilakukan.

Selama 24 tahun itu, banyak hal yang memberi ajaran dan memperlebar wawasan. Senang, kagum, dan berbahagia hanya dapat dirasakan ketika kita juga telah merasakan apa namanya sedih, muak, dan kecewa, dan itu yang membuat hidup menjadi pantas untuk diperjuangkan. Hidup hanya untuk mengenal rasa? Mungkin. Yang jelas kami terus diingatkan untuk bersyukur di dalam kehidupan ini.

Selamat berumur 24 tahun.

 

This Post Has One Comment

  1. selamat ulang tahun, aikon.. slalu menginspirasi dan bersemangat!..

Leave a Reply

Close Menu