Mengintip Documenta Fifteen dari Jauh

Ulrike Schmatz, warga kota Kassel mengungkap Documenta kali ini “Lebih revolusioner”.[1]

Ada dua konsep besar yang disodorkan untuk Documenta 15 yaitu Lumbung dan Dari-Untuk Kassel.[2] Konsep-konsep itu dipilih setelah melalui proses seleksi ketat yang dilakukan oleh sebuah komite yang terdiri dari delapan pelaku seni sejak September 2018 sampai kemudian menentukan keputusannya pada bulan Februari 2019.[3] Komite seleksi Documenta 15 menyampaikan keputusannya dalam sebuah pertemuan pers:

“We have appointed ruangrupa because they have demonstrated the ability to appeal to various communities, including groups that go beyond pure art audiences, and to promote local commitment and participation. Their curatorial approach is based on an international network of local community-based art organizations. We are eager to see how ruangrupa will develop a concrete project for and from Kassel. At a time when innovative strength particularly stems from independent organizations active on the community level, it seems only logical to offer this collective approach a platform with Documenta.”[4]

Angela Dorm, menteri pendidikan tinggi, riset, dan seni untuk Provinsi Hesse, menjelaskan bahwa: “documenta is consciously giving room to the non-European view”. Ia menyatakan adalah penting untuk memilih ruangrupa, yang sering menggunakan seni untuk membicarakan persoalan di dalam publik di negara asalnya.

Dan jadilah ruangrupa sebagai kurator perhelatan seni dunia Documenta 15, yang mana merupakan untuk pertama kalinya kegiatan seni itu kurasi seninya dilakukan oleh sebuah kelompok dan untuk pertama kalinya pula dilakukan oleh pihak dari di negara non eropa. Menanggapi terpilihnya ruangrupa sebagai kurator Documenta 15, wakil ruangrupaAde Darmawan[5] dan Farid Rakun menyampaikan keinginan mereka: “..membuat platform seni dan budaya yang berorientasi global, kooperatif antar disiplin ilmu yang berdampak,”[6]

Documenta, perhelatan seni yang reputasinya sejajar dengan Venice Biennale, Guangju Biennale, dan pagelaran seni dunia lainnya itu, diselenggarakan secara serentak di dua lokasi Kassel dan Atena sejak 18 Juni 2022 sampai dengan 25 September 2022.

Sabtu, 18 Juni 2022, Frank-Walter Steinmeier, membuka perhelatan seni 100 hari itu, di Museum Fridericianum dan Documenta Halle di pusat kota Kassel, Hesse, kurang lebih 380 kilometer dari Berlin, ibulota Jerman. Konon adalah merupakan suatu tradisi seorang Presiden Republik Federal Jerman, untuk hadir dan membuka secara resmi kegiatan lima tahunan yang telah berumur 67 tahun itu. Niat betul! Sehari sebelumnya, ia masih di Jakarta bertemu presiden Jokowi di Jakarta, Indonesia.[7] Pidato pembukaan presiden itu menggambarkan pentingnya Documenta 15 sebagai sebuah kegiatan yang memiliki pengaruh besar bagi khususnya rakyat Jerman. Ia menyatakan seni dan kebebasan berpendapat adalah pilar konstitusi Jerman dapat memulai adanya diskusi yang sangat penting dan dibutuhkan. Walau demikian, Steinmeier pun menegaskan, bahwa mempertanyakan keberadaan Israel adalah hal yang melebihi batas, terlebih, dengan tidak adanya seniman yang berasal dari Israel yang diundang di Documenta 15.[8]

Perlakuan seni (art direction) oleh ruangrupa membuat banyak pihak bingung[9] dan ini menimbulkan banyak ‘gesekan’[10].

Kelompok musik qasidah Nasidah Ria dari Semarang ikut memeriahkan acara pembukaan Documenta 15. Format karaoke yang dimunculkan pada pertemuan pers, musik bergaya BDSM (Bondage, discipline (or domination), sadism, and masochism) yang diselenggarakan di ruang bawah tanah, terus memunculkan banyak pertanyaan bagi mereka yang tidak mengenal ruangrupa secara dekat. Pertanyaan-pertanyaan terkait di mana posisi berbagi sumber daya, kepemilikan koletif, dan keberlanjutan yang tercakup dalam konsep Lumbung itu? Gagasan lumbung yang disodorkan rupanya tidak cukup cepat untuk dapat diserap oleh penghuni negara eropa pada umumnya, saya pun tergagap-gagap menyerapnya. Tapi itu menyenangkan. Pengetahuan baru!

Ada beberapa topik menarik yang melintas saat saya mencari lubang-lubang intip untuk belajar tentang Documenta 15 ini. Berikut ini adalah di antaranya:

Direktur Perhutana, Ginggi Syar Hasyim Harga kavling sendiri diberikan harga sebesar Rp4 juta dengan ukuran 4×4 meter. Pertama, pembeli akan memiliki hutan yang diwakafkan menjadi hutan adat. Kedua, pembeli akan mendapat sertifikat khusus dari Perhutana dan yang ketiga, secara ekonomi bisa menjual belikan sertifikat digitalnya pada platform NFT (Non-Fungible Token).[11]

The Question of Funding jdul karya dari sebuah kelompok seniman asal Palestina yang mencuatkan pertanyaan: Bagaimana cara bekerjasama.[12] Inisiatif mereka di dalam Documenta 15 adalah bagaimana membangun sebuah model komunal yang dapat mefasilitasi pembangunan infrastruktur kebudayaan di Palestina dan dunia. Mereka menyodorkan penggunaan sistem blockchain, sebuah sistem di dunia maya yang menghilangkan pihak ketiga (yang perlu dipercaya) dalam mengakomodir suatu interaksi.

Kehadiran mereka dalam Documenta 15 memicu penolakan karena dikaitkan dengan sebuah pusat kebudayaan Khalil al-Sakakini, yang mana kegiatan aktivitasnya disalah-artikan oleh beberapa media Jerman.[13]

Rasa yang saya dapat saat mengintip Documenta 15 adalah membanggakan. Membanggakan untuk dapat melihat proses dan ‘hasil’ yang telah dilakukan oleh ruangrupa dalam menggelar Documenta 15. Antara lain, menarik untuk mengetahui bagaimana ruangrupa menyodorkan system majelis itu.[14] Menarik untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh kesenian kontemporer.

Entah mengapa, dari mengintip sedikit tentang Documenta 15 ini, saya banyak belajar tentang banyak hal dan diingatkan soal reifikasi – komodifikasi manusia.

Ulrike Schmatz bingung. Ia tidak dapat menemukan wujud lumbung yang ia kenal.[15]

Beberapa tautan tentang Documenta 15 dapat diintip di:

https://www.youtube.com/watch?v=MWhczPJBX6o
https://www.e-flux.com/notes/472663/artists-statement-in-support-of-ruangrupa

https://www.e-flux.com/notes/467337/diversity-as-a-threat-a-scandal-about-a-rumor
https://www.e-flux.com/notes/467337/antisemitism-accusations-against-documenta-a-scandal-about-a-rumor

https://bdsmovement.net/what-is-bds

http://artestetica.org/news/leggi/903/artistic-direction-of-documenta-15

https://www.on-curating.org/issue-20-reader/interview-stockel-gillick-on-funding.html#.YrgPlB2lbeR
https://www.dw.com/id/dari-jakarta-ke-kassel-memboyong-lumbung-ke-documenta-15/a-47796226
https://www.daserste.de/information/wissen-kultur/ttt/videos/ttt-titel-thesen-temperamente-video124.html

[1] https://www.dw.com/id/documenta-lumbung-dan-ruangrupa/a-62186616

[2] https://ruangrupa.id/documenta-15/ dan https://www.dw.com/id/dari-jakarta-ke-kassel-memboyong-lumbung-ke-documenta-15/a-47796226

[3] https://documenta-fifteen.de/en/documenta-commission/

[4] https://www.a-n.co.uk/news/documenta-15-jakarta-based-artist-collective-ruangrupa-selected-as-artistic-directors-of-2022-international-exhibition/

[5] Ade Darmawan adalah direktur kelompok seni ruangrupa. Pada 2019 ia menerima anugerah kebudayaan Indonesia 2019 dalam kategori Pelopor Pencipta Pembaharu:  Membawa Ekosistem Seni Rupa ke Tingkat Dunia

[6] https://hot.detik.com/art/d-4442809/ruangrupa-terpilih-jadi-direktur-artistik-documenta-15.

[7] https://kemlu.go.id/berlin/id/news/19368/documenta-fifteen-dibuka-oleh-presiden-republik-federal-jerman-ruang-rupa-dari-indonesia-sukses-menjadi-kurator-pertama-dari-asia

[8] https://youtu.be/PDjKGEqOgbo

[9] https://www.theartnewspaper.com/2022/06/21/documenta-15-most-controversial-kassel-exhibition

[10] https://www-nytimes-com.cdn.ampproject.org/c/s/www.nytimes.com/2022/06/10/arts/design/documenta-ruangrupa.amp.html

[11] https://www.rmoljabar.id/jaga-keberlangsungan-oksigen-dprd-jabar-apresiasi-program-perhutana

[12] https://documenta-fifteen.de/en/lumbung-members-artists/the-question-of-funding/

[13] https://www.jadaliyya.com/Details/44043/Who-was-Khalil-al-Sakakini-Diaries-to-Palestine

[14] https://ruangrupa.id/2021/10/08/pengumuman-lumbung-artists-documenta-fifteen/

[15] https://www.dw.com/id/documenta-lumbung-dan-ruangrupa/a-62186616

Iwan Ismael Selalu Bergerak

Iwan Ismael, kelahiran Medan 6 Juni 1966, adalah seorang pelaku street art yang sangat aktif hingga kini dan juga melukis di studio. Ia mulai berpameran sejak 1986, sering melakukan perjalanan dari kota ke kota untuk menggarap karya-karya stensil di tembok-tembok yang ditemui. Iwan beberapa kali berpameran tunggal, mulai di TIM Jakarta, museum Mpu Tantular Surabaya, IFI Bandung, Taman Budaya Jawa Barat, dan di Rumah Proses Bandung. Ia terlibat juga pada Triennale Small print di Chamaliere France, #2 print di Penang Malaysia, Biennale Banten, dan Biennale Jawa Barat (Bijaba).

Pada saat Pandemi, Iwan menggarap lima edisi pameran artQ secara daring. Pada awal 2022, bersama Forum Drawing Indonesia (FDI) ia menggagas Indonesia Menggambar: bulan Mei sebagai bulan menggambar nasional. Gagasan ini melibatkan 250 komunitas dari Aceh hingga Papua.

Mas Mandor
2021
Stencil, aerosol, acrilyc on canvas
150 x 120 cm
Keluarga Kecil
2021
Stencil, aerosol, acrilyc on canvas
70 x 70 cm
Pemotret
2021
Stencil, aerosol, acrylic on canvas
70 x 70 cm
Berbeda itu Indah
2022
Stencil, aerosol, acrilyc on canvas
80 x 70 cm
Pengangkat Batu
2021
Stencil, aerosol,acrilyc on canvas
150 x 120 cm
Mencoba Melihat
2022
Stencil, aerosol, acrilyc on canvas
80 x 70 cm
Opa Said
2019
Stencil, aerosol, acrilyc on canvas
150 x 120 cm
+62 811-2304-936
kantormael@yahoo.com

Dokumentasi Pustaka Bergerak #1

Banyak kegiatan Pustaka Bergerak yang direkam dalam bentuk video. Berikut ini empat di antaranya. Unggah kegiatan kalian dan bagikan, agar dunia dapat ikut belajar. Bila ada yang ingin terlibat dalam kegiatan ‘menuju Istanbul’ Pustaka Bergerak Indonesia, sila isi dan kirim formulir ini.

Vespa Pustaka Tanah Ombak
Pondok Baca Kampung Kabor
Liputan NHK: Kuda Pustaka Gunung Slamet
Liputan TV5.ca

Selain kiriman video dari teman-teman Pustaka Bergerak, ada pula kiriman cerita yang dibuat oleh M. Assegaf berjudul Mengingat Perjalanan Panjang dan kiriman beberapa foto dari Tanah Ombak berikut ini.

Sedikit tentang DAO: Catatan#1

Dalam proses mempelajari apa itu jaringan blockchain dan berbagai hal yang dapat diperbuat di dalam dan di atasnya, ada beberapa catatan esensial yang ditemukan.

Jaringan blockchain yang mulai diaplikasikan oleh mata uang kripto Bitcoin pada 3 Januari 2009 itu sebenarnya dimaksudkan untuk mengeliminasi para ‘penengah’ di dunia keuangan. Dalam konsep (white paper) nya, Satoshi Nakamoto menulis:

Sebuah versi sistem pembayaran elektronik peer-to-peer murni yang membuat pembayaran secara daring dapat terjadi langsung dari satu pihak ke pihak lainnya tanpa melalui sebuah lembaga keuangan.

Satoshi Nakamoto

Sebelumnya adalah Nick Szabo yang memperkenalkan konsep kontrak pandai (smart contract) pada 1994. Baru pada 2013, Vitalik Buterin, bersama teman-temannya, memunculkan konsep yang berhasil diaplikasikan dengan blockchain bernama Ethereum. Mereka berkeyakinan bahwa blockchain tidak terbatas hanya digunakan untuk memperbaiki sistem keuangan dunia, seperti tujuan dari blockchain yang digunakan Bitcoin, namun dapat memperbaiki tata kelola dunia. Berbagai kontak pandai dapat menggantikan (menghilangkan) kebutuhan pihak ketiga untuk mengatur hidup manusia. Tidak memerlukan manusia untuk mengelola hidup manusia lain. Yang dibutuhkan adalah berbagai kesepakatan yang tidak dapat diedit (imutable), tercatat secara transparan, dan disimpan secara terdesentralisasi.

Sistem ini tidak membutuhkan seseorang untuk menaruh kepercayaannya kepada orang atau institusi di luar diri mereka sendiri, Namun, kesepakatan-kesepakatan yang bebas sensor, transparan, dan terdesentralisasi itu membutuhkan adanya kepercayaan orang pada sistem yang dibangun.

Satu dari banyak dasar dari kesepakatan-kesepakatan itu adalah sebuah tokenomi. Sistem ekonomi yang bergantung pada penawaran dan permintaan (supply and demand) atas sebuah token yang nilainya ditentukan oleh ‘pasar’.

Temuan mendasar: Sistem yang canggih seperti apa pun tidak akan berjalan, bila tidak didukung oleh kelompok yang menyetujui sistem tersebut sebagai sebuah kesepakatan bersama. Sistem blockchain dengan berbagai kontrak pandai di dalamnya bergantung pada keterlibatan (transaksi) penggunanya. Bila sistem tersebut memberi kemudahan dan perbaikan kualitas hidup, maka ia akan berkembang sampai jauh.

Contoh sederhana yang ditemui dalam proses pembangunan DAO Bergerak, adalah dalam hal pemberian nilai pada token BGRK. Apakah akan muncul suatu nilai pada token BGRK yang disepakati oleh para penggunanya? Apakah fungsi dari token BGRK cukup handal sehingga akan memperbaiki dan memperbaiki kualitas hidup penggunanya?

Token BGRK akan digunakan anggota DAO Bergerak untuk ‘bertransaksi’. Mulai dari memberi apresiasi pada sebuah tulisan, membeli karya NFT, mengajukan dan/atau menyetujui sebuah proposal, dan lain-lain. Sudah semestinya proses pengumpulan dan pemberian token BGRK akan mempermudah hidup setiap anggota DAO Bergerak. Intinya ada pada fungsi token BGRK. Apakah ia dapat mendorong kualitas hidup anggota ke arah yang lebih baik? Kunci penting untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah keterlibatan anggota untuk bersama-sama menentukan: hal apa saja yang dapat dilakukan pada token BGRK, sehingga siklus penawaran dan permintaan token BGRK dapat terus berkembang, membesar, demi perbaikan-perbaikan di dalam hidup masing-masing anggota. Ketika kebutuhan token meningkat, maka nilainya akan membesar. Ketika token tersebut tidak diharapkan (tidak memiliki nilai), maka dapat dianggap token tersebut tidak berfungsi.

Token BGRK hanya merupakan alat tukar yang disepakati bersama, antar anggota DAO Bergerak. Banyaknya token yang akan dicetak, didistribusikan, digunakan, dan lain-lain, tergantung dari banyak-sedikitnya kebutuhan kelompok. Sebuah mekanisme pemungutan suara anggota atas sebuah proposal terkait hal inilah yang akan menentukan. Persetujuan dari anggota dimintakan sebelum proses cetak dan distribusi token dilakukan. Tidak ada pihak sentral (berkuasa) yang menentukan.

Catatan mendasar yang ditemui adalah: bagaimana mendorong publik (sementara ini adalah anggota Pustaka Bergerak Indonesia) untuk secara sadar menjadi anggota DAO Bergerak dengan memenuhi hak dan kewajibannya, serta terlibat secara penuh dalam mengembangkan sistem (secara praktis akan terlihat dari nilai token) yang dibangun demi kesejahteraan bersama itu.

Sebuah Eksperimen: DAO Bergerak

Melanjutkan proses belajar. Berikut ini coretan lanjutan kemarin untuk Pustaka Bergerak Indonesia, sebuah kelompok pendorong literasi di Indonesia yang bergerak sejak 2014. Kami menamakannya DAO Bergerak.

Memiliki keterbatasan dalam hal penulisan program komputer (coding), pembangunan DAO ini mengadopsi banyak aplikasi web3 yang tersedia di internet. Umumnya aplikasi itu masih dalam tahap pengembangan dan perkembangan mereka pun demikian cepat, kami sering tergagap karenanya.

Per Februari 2022, kelompok Pustaka Bergerak Indonesia mencatat adanya 2.892 simpul yang tersebar di seantero Nusantara. Kelompok ini masih akan memperbarui catatan itu dengan akan diakannya pendaftaran ulang. Karena kondisi di Indonesia pada umumnya yang masih berjarak dengan teknologi web3 dan kriptogtafi, maka perhatian lebih diberikan pada aspek kemudahan (kesederhanaan – simplicity) akses.

Penggunaan Sourcecred sedang dicarikan caranya untuk dapat langsung dihubungkan pada situs pustakabergerak.id, sehingga pengguna tidak perlu membiasakan diri dahulu dengan media sosial Discord. Konon terlalu banyak hal baru yang perlu diketahui atau dipelajari, akan menyulitkan aksesibilitas. Dalam hal Identitas Berdaulat (Self Sovereign Identity) sedang dipertimbangkan untuk mengadopsi TYKN atau Hyperledger Indy yang akan dihubungkan ke sebuah dompet kripto yang dapat aktif segera, hanya dengan menuliskan alamat elektronik atau menyetujui nomor telepon genggam yang sedang digunakan.

Berikut ini alur yang akan dijalankan oleh anggota DAO Bergerak.

  1. Publik melakukan pendaftaran untuk menjadi anggota DAO Bergerak.
  2. Sebuah Self Sovereign Identity akan muncul bersama sebuah dompet Bergerak.
  3. Dompet baru tersebut akan berisi token 20 token BGRK.
  4. Bila dibutuhkan, dompet dapat diisi ulang dengan menukar Rupiah dengan token BGRK di laman penukaran.
  5. Menulis di situs pustakabergerak.id. Membutuhkan 20 token BGRK untuk menampilkan sebuah tulisan di pustakabergerak.id. Tulisan dapat berupa apa saja, antara lain:
    1. Resensi buku
    1. Cerita membangun simbul
    1. Pengalaman menambah buku
    1. Kisah membantu simpul lokal
  6. Penulis akan memperoleh 100 token BGRK dari Kas Bergerak dan sebuah Emblem Bergerak: Lima Jari.
  7. Anggota yang membaca tulisan tersebut, dapat memberi apresiasi kepada penulis dengan memberi (sekian) token BGRK dan/atau Emblem Bergerak.
  8. Anggota yang memberi apresiasi tersebut akan memperoleh 1 token BGRK dari Kas Bergerak.
  9. Anggota yang membagikan tautan tulisan akan memperoleh 0,5 token BGRK dari Kas Bergerak.
  10. Tulisan yang mendapat token BGRK dan Emblem Bergerak terbanyak dalam tujuh hari, akan memperoleh 100 BGRK tambahan dari Kas Bergerak.
  11. Tulisan yang muncul di pustakabergerak.id tersebut akan dikompilasi menjadi 10 edisi buku NFT yang kemudian dipasarkan di OpenSea.io. Bila NFT berupa buku itu terjual, para penulis akan memperoleh royalty berupa token BGRK. Hasil penjualan buku NFT itu akan mengisi Kas Bergerak. Buku NFT ini baru akan muncul, bila proposalnya disetujui oleh anggota.
  12. Setelah mengumpulkan 100 Emblem Bergerak, seorang anggota dapat mengajukan sebuah proposal. Dibutuhkan 100 token BGRK untuk mengajukan proposal. Disetujui atau ditolaknya proposal tergantung pada hasil pemungutan suara anggota. Hanya anggota dengan kepemilikan minimal 10 Emblem Bergerak yang dapat memberikan suaranya. Satu anggota bernilai satu suara.

Glosarium

Dompet Bergerak Wadah untuk menyimpan identitas dan mata uang kriptografi. Dengan dompet digital ini, anggota dapat mengakses tabungan, memberi apresiasi, membeli/membayar berbagai keperluan, selayaknya sebuah dompet yang berisi uang.

Kas Bergerak Wadah yang menyimpan dan mengalokasikan dana kriptografi di dalamnya. Isi dari celengan digital ini adalah milik dan merupakan hak dari setiap anggota untuk mengaksesnya, serta adalah kewajiban dari setiap anggota pula untuk mengisi dan mengembangkannya, demi kepentingan Pustaka Bergerak Indonesia.

Identitas yang Berdaulat (Self Sovereign IdentitySSID) Hanya pemilik identitas yang mengetahui dan berhak menggunakannya. Dengan metode SSID, setiap identitas berada di tangan pemiliknya. Pemilik dapat menentukan kegunaan dan kepentingan dari sebuah permintaan identitas.

Token BGRK Koin digital yang dibentuk oleh kriptografi, digunakan di dalam lingkungan Pustaka Bergerak Indonesia.

NFT Non Fungible Token (NFT) merupakan representasi digital dari aset yang tidak dapat dipertukarkan. Sederhananya, ia adalah stempel yang diberikan pada suatu berkas digital, yang dapat dipertukarkan, diperjualbelikan, dikoleksi, dan lain-lain, karena otentisitasnya terjamin di dalam ekosistem blockchain.

Proposal Berkas digital yang merupakan ajuan sebuah proyek. Proyek yang diajukan perlu didiskusikan di dalam sebuah forum sebelum memperoleh rekomendasi dari moderator Pustaka Bergerak Indonesia.

Emblem Bergerak Tanda ini merupakan peringkat kredibilitas anggota. Makin banyak Emblem Bergerak yang dimiliki, maka akan makin tinggi tingkat kepercayaan yang akan diberikan kepadanya dan akan semakin banyak akses yang akan diperolehnya. Emblem Bergerak berlatar belakang dan merupakan perluasan dari Salam Bergerak yang dituliskan oleh Nirwan A. Arsuka di laman Facebook pada 6 Maret: Tentang Salam Bergerak. Salam Literasi Bergerak, yang kerap diringkas jadi Salam Bergerak, adalah salam yang mengacungkan tapak tangan terbuka dengan lima jari. Salam yang kerap dihaturkan oleh relawan Pustaka Bergerak ini banyak terlihat antara lain di Rakornas Perpusnas 2020.

Salam Bergerak diilhami paling tidak oleh lima hal:
1. Lukisan tapak tangan lima jari di gua-gua cadas purba.
2. Gambar tapak tangan di pesawat angkasa Pioneer 10 dan 11.
3. Tera tapak tangan di surat Muhammad ke biara St. Chaterine.
4. Teknik navigasi samudera dengan tapak lima jari.
5. Gerak dinamis tapak lima jari para penari Kecak.

Salam lima jari adalah salam paling universal dalam sejarah. Salam ini disampaikan antar manusia, bahkan konon antar species, seperti yang ditunjukkan oleh sapaan beruang kepada manusia. Salam lima jari memang sapaan pertama buat dua pihak berbeda yang menjadi uluran tangan untuk mengikat persahabatan. Ia juga menjadi lambaian terakhir dari para pihak yang telah sempat bertaut, yang menjadi harapan untuk tetap mempererat hubungan yang sudah terjalin.

Salam lima jari adalah induk segala salam. Salam yang tak menggunakan lima jari adalah salam turunan, pengikat identitas kelompok yang lebih spesifik, bahkan eksklusif. Salam turunan itu punya tempat sendiri dalam kebudayaan karena membantu spesifikasi dan pengelompokan yang lebih canggih sehingga kebudayaan dapat berkembang makin jauh. Tapi salam lima jari, salam yang mencoba mengatasi segala perbedaan, akan selalu muncul di awal dan diakhir pertemuan, mengikat semangat untuk bergerak bersama memulai kehidupan baru. Dan seperti yang ditunjukkan antara lain oleh tarian terkenal karya I Wayan Limbak, tangan terbuka yang bergerak ritmis adalah pengobaran semangat juang, sekaligus upaya manusia menggapai kekuatan yang Maha Memberi.

Film Moana (2016) menarik antara lain karena mengangkat budaya dunia maritim yang mencakup Kepulauan Nusantara dan pulau-pulau Pasifik termasuk Selandia baru. Warga dunia maritim ini punya banyak persamaan, dan berbagi khazanah kebudayaan yang berusia ribuan tahun. Kecerdasan maritim para leluhur Nusantara dan Samudera Pasifik itu telah melahirkan berbagai teknik pembacaan bintang dan penentuan arah di tengah kegelapan samudera raya. Salah satu teknik navigasi itu, seperti yang ditampilkan sangat bagus dalam film Moana, adalah dengan menggunakan satu tangan lima jari yang diacungkan ke taburan bintang di langit luas.

Sosok tapak tangan lima jari juga tertera di surat jaminan Rasulullah SAW kepada para pengikut Kristus di biara Santa Katarina, Semenanjung Sinai, Mesir. Surat yang dibuat pada tahun 628 M itu berisi pernyataan janji dari Muhammad untuk memberi perlindungan dan berbagai hak istimewa kepada para pendeta di biara tersebut. Surat ini adalah teladan toleransi yang berkobar kuat dalam sejarah awal Islam. Surat janji tersebut bisa juga dianggap sebagai penegasan saling dukung di antara sesama kaum yang berpegang pada kitab (ahlul kitab), sesama kaum penggerak literasi. Bekas tapak tangan Rasul di lembaran asli surat janji tersebut adalah penegas yang melintasi jaman.

Gambar tapak tangan juga tertera di plakat aluminium-emas yang terpasang di pesawat angkasa Pioneer 10 dan 11. Kedua pesawat itu adalah benda pertama buatan manusia yang melintas keluar dari Tata Surya. Gambar serta pesawat tersebut boleh dikata adalah buah kecerdasan ilmiah manusia yang bergerak menjelajah paling jauh dari Bumi. Di dalam plakat itu tercantum gambar sosok sepasang manusia, dan salah satu di antaranya mengangkat tangan dengan salam lima jari. Plakat yang ditujukan buat peradaban lain di luar angkasa itu, memuat informasi tentang asal-usul pesawat dan makhluk hidup yang membuatnya.

Inspirasi terbesar dari Salam Bergerak memang adalah lukisan tapak lima jari di gua-gua cadas purba. Lukisan tangan ini adalah buah kecerdasan artistik tertua dalam sejarah. Meski ditemukan di berbagai penjuru, namun karya seni cadas figuratif tertua di dunia itu tersimpan bukan di Benua Eropa atau Amerika, tapi di Indonesia. Persisinya di wilayah karst Sangkulirang Mangkalihat di Kalimantan Timur, dan di perbukitan kapur Maros – Pangkajene, Sulawesi Selatan. Selain usianya yang sekitar 44.000 tahun, lukisan purba itu juga sangat menarik karena menandaskan adanya kemampuan naratif yang hebat dan kesanggupan membayangkan hal-hal yang tak nyata, yakni kecerdasan artistik yang kompleks, yang dulu dikira hanya ada pada manusia modern yang lebih mutakhir.

Yang jelas, lukisan-lukisan gua yang menggegerkan dan merombak sejarah seni dunia itu adalah bukti bahwa leluhur manusia yang kemudian beranak pinak di Nusantara itu memang sangat kreatif. Mereka juga pemberani karena merekalah generasi pertama manusia yang nekad menyeberangi lautan dan melahirkan budaya maritim tertua di bumi.

Indonesia memang punya posisi penting dalam evolusi kecerdasan dan kebudayaan ummat manusia, dan mestinya juga peran menonjol dalam gerakan literasi dunia. Seni lukis figuratif-naratif yang terekam di gua-gua purba Indonesia itu adalah juga jejak literasi tertua dalam sejarah. Kecerdasan para leluhur yang menyingkapkan fajar kebangkitan kecerdasan artistik dan kesadaran literasi tertua di dunia itu tentu perlu terus dihidupkan, dirayakan seperti nyala api yang terbayang pada gerak dinamis tapak lima jari para penari Kecak yang menyambungkan bumi dan langit.

Pustaka Bergerak menyerap lima sumber ilham itu dan menjadikan tapak lima jari sebagai Salam Bergerak, salam untuk mengobarkan Gerakan Literasi Semesta. Harapannya adalah agar gerakan yang dibangun secara mandiri dan tumbuh dari bawah ini bisa ikut mengembangkan lebih jauh kecerdasan yang tak cuma melahirkan seni gua, dan turut memperluas kemampuan generasi baru membaca sekaligus menghidupi taburan bintang dan keluasan jagat raya.

Relawan yang kini bergerak dengan kemampuannya sendiri, dengan kuda, perahu, motor, sepeda, gerobak, becak, bahkan dengan kakinya sendiri, pelan-pelan tumbuh dan terus berjejaring menggandakan diri . Mereka mungkin tidak akan menjadi bagian dari generasi Indonesia yang sudah bergerak antar planet, yang berumah di bumi tapi menjelajah jauh ke seberang langit. Tapi gerakan mereka yang mengupayakan kegembiraan dalam penyebaran ilmu pengetahuan dengan berbagai cara dan kemeriahan produksi pengetahuan di berbagai kalangan dan penjuru, dapat ikut meletakkan dasar dan mempersiapkan lahirnya generasi yang lebih baik.

Gerakan mandiri yang tumbuh dari bawah ini memang doa sekaligus penyataan terima kasih serta pembayaran utang pada negeri dan dunia yang ditinggali. Dengan segala kesederhanaannya, jaringan PBI berharap terus menciptakan peristiwa-peristiwa kecil yang bisa ikut menyumbang batu bata pembangunan peradaban yang semakin maju dan tak gentar berbagi dengan peradaban lain yang tumbuh di kawasan lain di keluasan alam semesta yang penuh berkah dan keajaiban ini.

Proposal DAOBergerak

Untuk mengajukan sebuah proposal pendanaan dari DAOBergerak, calon pengaju proposal perlu memperkenalkan dan mendiskusikannya lebih dulu di kanal Discord Bergerak.

Pertama-tama, masuklah dulu ke Discord Bergerak dan pilih kanal Proposal. Diskusi terkait proposal secara umum akan ditemui di sana. Bila sudah yakin ingin mengajukan suatu proposal, buatlah sebuah kanal baru. Kanal di dalam kanal Proposal ini akan diberi nama (pendek) yang sama dengan nama (pendek) proposal. Kanal ini nantinya akan diisi oleh hal-hal spesifik yang membahas proposal yang akan diajukan. Undanglah teman dan anggota lain untuk berdiskusi dan memberi masukan. Bila pengetahuan dan keyakinan sudah dipikir cukup, serta anggota menganggap proposal layak untuk diajukan, maka calon pengaju proposal dapat meminta rekomendasi dari moderator, yang bila semua lancar, sebuah tautan untuk formulir pengajuan proposal akan dikirimkan ke alamat surat elektronik calon pengaju proposal.

Mimpi Bikin DAO

DAO, Decentrized Autonomous Organization, adalah suatu sistem yang dapat mengotomatisasi kegiatan administratif di dalam suatu organisasi. Pengambilan keputusan atas suatu hal dilakukan dengan pemungutan suara anggota. Setiap anggota memiliki andil dalam keberlanjutan organisasi. DAO itu adalah suatu tata kelola sebuah organisasi yang berjalan secara otomatis. Tata kelola ini diatur oleh banyak Kontrak Pandai (smart contracts) yang diletakkan di dalam sebuah blockchain, sebuah sistem yang bebas sensor (imutable), transparan, dan terdesentralisasi. Kontrak-kontrak Pandai itu mengatur tahapan dan keputusan yang dibutuhkan oleh suatu organisasi.

Sebagai awal berikut ini adalah sebuah skema yang dibuat sebagai gambaran bagaimana sebuah DAO berkerja. Skema ini dibuat untuk menginisiasi pembangunan DAO Bergerak, sebuah sistem otomatis yang berkelanjutan di dalam kelompok Pustaka Bergerak Indonesia.

Banyak aplikasi (dAppsdececentralized application) dan modul tersedia di jaringan internet yang dapat digunakan sebagai ‘prosesor’ untuk berjalannya sebuah DAO. Proses yang kini sedang dijalani, adalah merangkai berbagai aplikasi dan modul itu menjadi sebuah sistem yang terintegrasi dan memudahkan.

Dana maupun aset yang terkumpul, baik yang diperoleh dari kontribusi publik maupun dari hasil berbagi keuntungan dari suatu proyek (NFT, dApps, DeFi) , ditempatkan di dalam sebuah Kas Bersama (GnosisSafe). Dana dan aset tersebut akan dialokasikan untuk lima hal: Kas Insentif Anggota, Kas Proyek NFT, Kas Proyek dApps, dan Tabungan. Alokasi masing-masing kas adalah 20% dari total nilai Kas Bersama.

Dana untuk Kas Insentif Anggota diberikan melalui mekanisme peran yang diproses oleh aplikasi Collab.Land dan SourceCred yang terhubung dengan media sosial berkanal, Discord. Dana dan/atau aset untuk Kas Proyek NFT, Kas Proyek dApps, Kas Defi akan secara otomatis diserahkan pada masing-masing proposal yang telah disetujui, ketika suatu proposal disetujui (melalui mekanisme pemungutan suara) oleh anggota untuk dijalankan.

Pengelolaan sistem dijalankan secara otomatis oleh berbagai aplikasi dan modul. Untuk menjaga privasi dan pengembangan ke konsep Universal Basic Income nantinya, pendaftaran anggota diproses oleh suatu aplikasi Self Sovereign Identity (SSI). TypeForm digunakan untuk penulisan proposal. SnapShot untuk pengajuan dan pemungutan suara suatu proposal. Zodiac Reality adalah modul yang digunakan Snapshot tadi untuk mengakses GnosisSafe. Alokasi untuk Tabungan merupakan dana yang tetap berada di dalam Kas Bersama. Aset yang diproduksi dan/atau terkumpul akan disimpan di dalam InterPlanetary File System (IPFS), sehingga dapat selalu tersedia untuk (hampir) selamanya. Publik dapat kemudian membeli produk NFT yang diterbitkan anggota melalui OpenSea (pasar NFT terbesar saat ini – marketplace) dan mengakses aplikasi yang dibangun oleh anggota melalui Github. Untuk berpartisipasi dalam proyek Decentralized Finance (DeFi), pengembangan nilai token BGRK, nantinya publik dapat menggunakan SushiSwap.

Publik, anggota, dan para kontributor dapat menyaksikan berbagai kinerja dan transaksi yang dilakukan di dalam sistem yang transparan dan egaliter ini melalui facebook, twitter, instagram, dan nantinya subdomain dao.pustakabergerak.id.

Desain Sehari-hari

Tepat pukul delapan pagi. Kantor Badan Pertanahan Nasional Depok, baru saja buka. Antrian pengambilan nomor terlihat mulai memanjang di pelataran. Nomor yang saya dapatkan melalui daring, tidak dimengerti oleh petugas. Saya dipersilakan masuk, untuk menanyakan pada petugas di dalam gedung. Berbagai pertanyaan dilengkapi dengan istilah yang masih asing tersembur dari mulut petugas berseragam krem di dalam. Sudah validasi? Mau bikin plot? SKKP? Karena melihat saya kebingungan, petugas itu mempersilakan saya menunggu, sambil memberikan secarik kertas bernomor E09. Entah apa maksudnya.

Ruangan di dalam gedung itu dingin. Meja-meja pelayanan masih banyak yang kosong, kursi-kursi empuk di depannya mulai dipenuhi warga kota, menunggu panggilan.

Desain ruangan itu terlihat meriah. Warna-warni. Nama kantor menggunakan huruf tanpa kait (sanserif) dengan nilai keterbacaan rendah, tertempel di atas keramik (granit?). Terlihat lampu kuning berbinar dari belakang huruf-huruf itu. Meriah.

Merasa cukup untuk berada di dalam ‘hingar bingar’ visual, saya pun keluar dan menghirup udara pagi.

Berjalan sedikit ke samping gedung yang ‘ramai’ tadi, beberapa pedagang sedang melayani sarapan dari samping motor atau gerobak mereka. Ada bubur ayam, bakmi ayam, kopi.

Satu di antara mereka sangat unik. Berbeda dan sangat ‘mengundang’. Sebuah motor berpayung warna-warni, dengan kotak kayu besar berisi mesin fotokopi ukuran mini di dalamnya.

Nama pemiliknya Ade Yopi. Sudah tiga bulan ini ia melayani orang yang membutuhkan jasa fotokopi, pindai, dan cetak dari tepi trotoar. Mesin fotokopinya bekerja cepat karena menggunakan teknologi laser, agar konsumen tidak menunggu lama, katanya.

Di bawah mesin fotokopi terdapat sebuah laci, ia menyimpan kertas, amplop, dan alat tulis di situ.

Mesin fotokopi yang Ade beli bekas, mendapatkan listrik dari sebuah aki (accu) mobil 12 Volt 60 Ampere per jam yang dipasangkan di tengah motor. Tegangannya 12 Volt dari aki diubah oleh sebuah penaik tegangan (inverter) yang tertempel rapih pada dinding kotak menjadi 220 Volt. Ade mengisi (charge) aki itu setiap dua hari.

Desain sederhana dan tepat-guna.

Ia bilang kekurangan dari perangkat fotokopi bergerak itu akan nyata saat turun hujan. Tampias. Ia berencana untuk mengganti payung warna-warni yang ia gunakan sekarang dengan tenda berpenampang lebih luas Namun ia juga menambahkan, tenda akan menyulitkan dirinya saat SatPol PP datang dan mengusir para pedagang trotoar. Payung lebih ringkas untuk situasi yang mengharuskannya untuk segera menyingkir.